IKAN

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA….

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa…

Kali ini Dj akan sedikit cerita tentang penduduk baru, di Aquarium kami. Banyak dari anda yang tahu, bahwa kami punya ikan Arowana yang sudah cukup besar. Cukup menyenangkan, tidak terasa. karena kami telah rawat dia selama 2 tahun lebih. Pada awalnya…dia cukup makan dengan hanya jangkrik saja, sekitar 6 –9 ekor setiap harinya. Tapi lama kelamaan, jangkrik tidak cukup lagi, jadi kami ang lebih besar dan kemudian kami belikan ikan-ikan emas.

Dan setelah mendengarkan nesehat para senior yang sudah banyak pengalaman pelihara Arowana, maka katanya ikan emas itu kurang bagus untuk Arowana. Sehingga kami harus mencari gantinya yang katanya lebih sehat untuk Arowana setalah ikan emas nya sisa 4 ekor dan Dj. hadiahkan ke David. Jelas Dj. harus membelikan David 1 Aquarium dan sampai sekarang masih ada di kamarnya.

Seandainya di Indonesia, mungkin bisa dibelikan Kacoa, kodok atau klabang, itu yang Dj. baca di buku tentang makanan si Arowana. Lha piye, di Jerman tidak ada yang jual, baik kacoa, klabang (tidak ada), apalagi kodok, walau ada jelas tidak ada yang jual. Hahahahahahahahahaha….!!!

Akhirnya disarankan untuk beli ikan kecil (besarnya sekitar 5 – 10 Cm.) yang lebih baik untuk ikan Arowana. Tapi ikan ini (yang disarankan oleh pakar) cukup mahal, 1 ekornya sudah di atas € 10,-

Jelas hal ini tidak mungkin, karena terlalu mahal.kalau sehari makan satu ekor saja bisa bangkrut. Apalagi kalau makan lebih dari 1 ekor….Hahahahahahahahahahaha…!!!

Puji TUHAN…!!! Yang jual ikan masih mau memberi solusi yang bagus dan dia menawarkan dengan harga yang sangat murah. Tapi dengan sarat harus beli di atas 50 ekor, nah lho….Setelah beberapa hari kami perbincangkan, akhirnya kami setujui dan kami ambil yang biru sebanyak 40 ekor, yang kuning 40 ekor dan yang lurik 20 ekor. Jadi kami beli ikan 100 ekor, tapi masih Dj tawar lagi…. opo tumon…??? Hahahahahahahahahahahahaha…!!!

Hari pertama, kami masih sedikit ragu, seakan kami tidak tega untuk memberikan ke Arowana sebagai makanannya, tapi kan sudah dibeli, mosok akan dikembalikan. Akhirnya sambil mikir…mikir…mikir…, maka kami tempatkan ikan-ikan tersebut di bebarapa aquarium tersendiri.

Kami berikan beberapa di Aquarium yang ada Arowana nya, agar dia makan, tapi kami beri juga bebatuan untuk bersembunyi. Jadi Dj. rasa fair lah…Hahahahahahahahaha…!!! Tapi anehnya kok dia tidak bereaksi apa-apa… Kami tunggu beberapa hari, ternyata ikan-ikan itu kami lihat berkurang, olehnya kami pikir, dia hanya berburu di waktu malam. Jadi ada baiknya juga, karena kami tidak lihat kapan dia menangkap ikan-ikan tersebut.

Tapi jelang beberapa bulan, ikan-ikan tersebut semakin berkurang sehingga hanya ada beberapa yang telah menjadi besar dan kemungkinan besar tidak bisa masuk mulutnya Arowana lagi….Jadi, dengan demikian, maka kami harus membelinya lagi…Sayang sekali, ikan-ikan tersebut rupanya sangat sulit untuk dibeli.

Memang ada di toko yang lain, tapi meraka tidak mau kasih murah, bahkan ada yang ingin menjual lebih mahal lagi. Terpaksa Arowana harus kembali makan jangkrik, sementara kami mencari ikan-ikan yang bisa dia makan. Akhirnya kami mendapatkan, tapi ikan lain, ikan kecil dengan garis-garis seperti zebra (disebut juga ikan zebra).

Anehnya ikan zebra ini malah sembunyi dalam bebatuan…Hahahahahahahahaha…!!! Sudah 1 bulan lebih dan tidak ada yang dimakan…Waduuuuuh, harus cari solusi yang lain…Akhirnya kami menemukan ikan yang katanya bisa untuk makan Arowana, yaitu ikan Pacu, tapi ini juga harus beli semuanya yang ada di Aquarium di toko tsb. Memang sih, dikasih murah…

Ikan ini sebangsa dengan ikan Piranha (yang galak itu), hanya giginya tidak setajam Piranha dan hanya makan tanaman (Vegetaria) Hahahahaha…!!! Dan dari warnanya cukup menarik, karena ada warna merahnya. Foto di bawah ini, foto Piranha yang pernah kami pelihara.

Akhirnya kami beli juga dan ternyata di aquarium di toko ikan itu ada 35 ekor.

Ikan ini sangat rakus, seperti saudaranya si Piranha, olehnya dalam beberapa minggu saja mereka sudah cepat bertumbuh. Dan ikan-ikan ini sangat cepat bergeraknya dan rupanya si arowana sama sekali tidak bisa memburunya. Jelas ikan Pacu ini juga semakin besar dan sebenarnya ikan pacu ini sangat indah, mereka selalu berenang bersama-sama dan membentuk gerombolan yang cukup indah saat berenang.

Dan yang membikin kami kaget saat kami ingin tahu akan ikan Pacu ini, maka kami cari di mbah Google dan kami masih penasaran, maka kami ingin tahu juga apakah ikan ini ikan murahan atau termasuk ikan mahal. Maka kami mencarinya di e-Bay, kami cukup tercengang…Ini Dj. ambil harga yang menengah, yang lebih murah tapi masih kecil ada dan yang lebih besar dan lebih mahal juga banyak. Tapi harga € 55,- / ekor, juga sudah waaaaah….

Satu hari…Kami sedang susuk dekat Aquarium dan kami dikagetkan dengan suara…GUBRAAAAK…!!! Kami berdua melongo (bengong), ternyata si Arowana telah menangkap 1 ekor ikan Pacu, lama dia simpan di mulut…Mungkin dia kira si Paku sudah mati, kami hanya lihat kepalanya yang masih ada di depan mulut Arowana…Kemungkinan dia akan putar agar masuk kepala lebih dulu, maka dia keluarkan dari mulutnya…Tapi tidak disangka, si Pacu masih hidup dan langsung berenang dengan cepatnya, menuju tempat persembunyian…Si Arowana tetap mencari tapi tidak ketemu lagi…

Sangat menegangkan, seru juga melihat adegan yang tidak kami sangka. Lagi-lagi HP Dj. sedang di charge, jadi tidak ada kesempatan untuk bikin Video nya.

Namun satu saat kejadian terulang dan Dj. lariu ambil HP, masih bisa sebahagian Dj. ambil di Video, walau kurang bagus, karena dalam keadaan tergesa-gesa dan menegangkan…Hahahahahahahahahahaha…!!!

Nah ya…Itu tadi sedikit cerita tenntang suka duka memelihara ikan di Aquarium, tapi yang namanya hobby ya tetap saja harus dilaksanakan. Kalau tidak mau repot ya lebih baik memilih hobby yang lain, benar…???

Mohon maaaf bila thema hari ini tidak sesuai dengan pendapat anda, tapi ini soal kenyataan…Hahahahahahaha…!!!

Terimakasih untuk perhatian anda semuanya…Terimakasih kepada pengasuh baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

22 Comments to "IKAN"

  1. Dj. 813  8 May, 2017 at 11:18

    Hallo Ebi….
    Selamat pagi dari Mainz…
    Terimakasih sudah mampir….
    Memang seru sih kalau bisa lihat dis nangkap mangsanya…
    Kami juga tinggal di punggir kota…
    Tqpu tidak ada kecoa…
    Apalagi winter sama sekalk tudak ada kodok atau jangkrik…
    Tapi jangkrik bisa di beli ditoko ikan…
    Salam.manise dari Mainz…

  2. Evi Irons  8 May, 2017 at 07:00

    Ramai Juga cerita tentang ikan sampai deg-deggan membacanya. Seadainya Saja Saya bisa melihat ikannya secara langsung! Saya suka ikan tapi gak bisa merawat Dan memeliharanya krn malas.

    Disini mah ada Kodak, kecoa, jangkrik! Krn Saya tinggal di hutan.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *