Satu Langkah Anugrah

Dian Nugraheni

 

Minggu lalu, gereja teman-teman Indonesia di Maryand, yaitu gereja Emmanuel Indonesian Presbyterian Church, mengadakan sebuah rangkaian acara, yang salah satunya adalah mendisplay, atau memamerkan lukisan, yang dibuat oleh para bukan pelukis. Ngebayangin acaranya aja udah seru banget, nih…

Dulu, ketika Pak Pendeta pernah mencetuskan ide ini, aku sudah langsung nyaut, “saya ikut ya Pak Pendeta…” Maksudnya, trus gue pengen nglukis, satu biji aja deh, kecil.., he.he… Tapi ya itu, sibuk kerja dan lain-lain, akhirnya aku ga berhasil bikin lukisan sampai acara diselenggarakan.

Singkat cerita, akhirnya lukisan yang ada aja deh di rumah, yaitu lukisan yang dibikin anak-anak sekian tahun lalu yang akan diambil oleh Pak Pendeta untuk di display. Kata Pak Pendeta, “Mbak Dian, kami boleh pinjam lukisan anak-anak untuk di-display ya…”

Aku, “Injih Pak Pendeta, monggo dengan senang hati,…”
Wahh, juga maturnuwun sanget, lukisan anak-anak diberi kesempatan untuk didisplay bersama lukisan-lukisan teman-teman lain dalam acara tersebut.

Lalu, gitu deh.., hari Minggu itu pengennya hadir di acara teman-teman gereja tersebut, tapi ternyata hari itu, karena satu dan lain hal, nggak berhasil sampai di acara itu…Sayang sekali sih…, tapi ya sudahlah, memantau saja secara online dari postingan teman-teman…

Bla..bla..bla..nya adalah, salah satu lukisan Alma, ternyata ada yang menanyakan, “how much..” alias sudah ditawar seseorang. Wah, kaget juga si Mak ni…Aku tanyakan sama Alma, “dek, ada yang nanya lukisanmu harganya berapa..dijual kah..?”

Alma, “Enggaaak…tapi tolong bilangin terimakasih banyaak..(sudah diapresiasi)…”

Ya udah, aku jawab komen aja, seperti apa yang dibilang Alma, enggak dijual, dan mengucapkan terimakasih.

Anak-anak ini, suka melukis, tapi masih posesif, artinya, semua hasil lukisannya, maunya dikeep sendiri. Haduh, Dek.., Kak.., nanti deh kalau kita punya mansion, jadi bisa pajang semua hasil lukisan kalian…he..he..

Tapi, aku arahkan begini, “Kalau luang waktu, mood, lukislah…, nanti hasilnya kan makin baik, lalu kalau ada acara pengumpulan dana, fundraising, kalian bisa sumbangkan untuk dijual, uangnya buat tambah-tambah pengumpulan dana acara mereka, jangan simpan sendiri.., okay…? Berbagi keindahan, berbagi makna, soul, semangat, lewat lukisan kalian…”

Si Mak cek-cek, kenapa anak-anak agak malas pegang kuas dan cat akhir-akhir ini..ohh, karena rumahnya udah lapis karpet permanen semua nih lantai, jadi mereka khawatir kotorin karpet. Kotorin karpet, berarti siap kena denda dari apartemen.

Solusinya, si Mak lagi mikir mau beli portabel karpet ukuran sedang, digelar di atas karpet lantai yang ada, biar anak-anak kalau mau main cat, cuma ngotorin karpet lapisan atasnya aja..

Gitu ya…, jadi tetep tersedia “studio” di dalam room apartemen kami yang serba terbatas…

Status ini, semoga tidak dibaca sebagai kesombongan, hanya ingin berbagi saja, bahwa dalam segala keadaan, keterbatasan, sebenarnya banyak hal-hal yang berupa “kelimpahan” juga yang ada dalam diri kita, maka jangan malas untuk menggalinya, menyatakannya, dan membagikannya…

Jangan lupa, syukur dumateng Gusti Allah…

(Foto: Lukisan Alma dan Cedar di antara lukisan teman-teman gereja yang lain..)

NB: Mbak Tiur, mbak Meirina, pinjam fotonya ya..he..he..makasih banyak..

 

 

8 Comments to "Satu Langkah Anugrah"

  1. sugiarto goh  4 May, 2017 at 15:35

    GOD Bless You….

  2. Evi Irons  4 May, 2017 at 08:30

    Waahhh….bagus-bagus banget lukisannya! Saya Juga Mau Dong lukisannya!

  3. Alvina VB  4 May, 2017 at 04:04

    Bagus utk mendorong anak2 utk ikut kegiatan sosial dari masih muda dengan karyanya sendiri, sehingga talentanya gak terpendam sia-sia.

  4. James  3 May, 2017 at 15:05

    ci Lani, iya tapi meluk kissnya yang cuantik dan mudo, kalau nenek-nenek ogah, kan old karabau eat young grass ?

  5. Handoko Widagdo  3 May, 2017 at 08:24

    Lha…gambar emak karya Cedar kok gak ikut dipajang?

  6. Dj. 813  2 May, 2017 at 23:31

    Lukisan yang indah dengan motiv yang unikat .
    Semoga terus melukis, siapa tahu nanti terkenal seperti Picaso .
    Salam,

  7. Lani  2 May, 2017 at 11:01

    Dian: bagus jg klu anakmu suka melukis siapa tahu kedepannya bisa dijual atau disumbangkan utk mencari dana

    James: kalau kamu plg jossssss meluk dan kiss kkkkkkk

  8. James  2 May, 2017 at 10:32

    1…..berbakat peluk dan kis

    menantikan para Kenthirs melu dan kis

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *