Benarkah Mereka Ulama?

Chandra Sasadara

 

Siapa yang kalian sebut sebagai ulama? Jamak dari kata “alim” itu bisa ditemukan di dua tempat dalam Al-Qur’an. Pertama QS Fatir ayat 28 “..sesugguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama..” jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya (ayat 27) maka pengertian ulama adalah orang yang memiliki pengetahuan kauniyah (ilmu alam). Kedua QS Asy-Syu’ara’ ayat 196-197 “. Dan Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar (tesebut) dalam kitab-kitab terdahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama Bani Israil mengatahuinya. Berdasarkan dua ayat tersebut disimpulkan bahwa ulama adalah orang yang memiliki pengatahuan ilmu kealaman dan ilmu keagamaan, dengan pengatahuan itu seseorang bisa menggunakannya untuk mengantarkanya pada rasa khasyyah (tunduk) kepada Allah.


.
Apa tugas alim sebagai pewaris Nabi? Tugas seseorang yang berpredikat alim meliputi: Tablig (menyampaikan) QS al-Maidah ayat 67, tabyin (menjelaskan) QS an-Nahl ayat 44, tahkim (memutuskan perkara) QS al-Baqarah ayat 213, dan uswah (contoh yang baik) QS al-Ahzab ayat 21.
.
Pada masa Banu Umayyah berkuasa, predikat alim (ulama) lebih ditekankan pada seseorang yang memiliki pengetahuan agama saja dengan spesialiasi: fukaha (ahli fiqih), muhaddist (ahli hadist), mutakallim (ahli kalam), mutawasif (ahli tasawuf) dll. Karena itu orang-orang hebat seperti al-Khawarizmi, al-Biruni, dan Ibnu Hayyan tidak disebut ulama, mereka hanya disebut ahli Ilmu Kauniyah. Begitu juga failasuf (filosof) dan hukama’ (orang-orang yang memiliki kebjaksanaan) seperti al-Kindi, al-Farabi, dan Ibnu Sina, kecuali Ibnu Rusyd dan al-Ghazali adalah dua orang ilmuan kauniyah sekaligus ulama sebab mereka juga ahli fikih (Ibnu Rusyd), sedangkan al-Ghazali selain ahli fiqih, dia juga ahli tasawuf, kalam dan ilmu kealaman (Sumber: Enslikopedi Islam Huruf SYA-ZUN buku ke-5).
.
Jadi benarkah selama ini kalian membela ulama? Atau jangan-jangan suara lantang yang kalian teriakkan itu sebenarnya hanya membela kaum penceramah dan politisi berjubah alim yang belum memiliki khasyyah (ketundukan) kepada Allah seperti bunyi QS Fatir ayat 28. Perhatikan lebih teliti, apakah mereka lebih hebat dari al-Khawarizmi, al-Biruni, dan Ibnu Hayyan? Mereka bertiga saja tidak disebut ulama! Dan lihatlah, apakah ada di antara mereka yang kau sebut ulama itu, yang konon dikriminalisasi, ada di antara mereka fukaha’, muhaddist, mutakallim, dan mutawasif? Berhati-hatilah!

 

 

5 Comments to "Benarkah Mereka Ulama?"

  1. James  5 May, 2017 at 05:39

    Daeng Aziz dan si Rizieq podo bae sami mawon, wong gendeng otake nang dengkul

  2. Alvina VB  5 May, 2017 at 02:08

    Kl pertanyaannya: “Benarkah Mereka Ulama?” jawabannya: TIDAK, lah wong kebanyakan karbitan gitu kok…coba tanyain beneran: tau gak apa isi Al-Quran dan segala penafsirannya yg betul?

  3. Sumonggo  4 May, 2017 at 13:52

    Ssstttt …. jangan keras-keras, nanti kedengaran Daeng Azis, Imam Besar Kalijodo ….. ha ha …..

  4. Handoko Widagdo  4 May, 2017 at 11:19

    Setiap kata mempunyai makna pada era dan komunitasnya.

  5. James  4 May, 2017 at 10:39

    Habib Rizieq kan Ulama Besarnya FPI ?

    ruang komen masih kosong pada absen

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *