Orang-orang yang Berlebihan

Dian Nugraheni

 

Aku meng-unfriend beberapa teman FB, bukan karena berseberangan pendapat, atau beda pilihan, atau beda dukungan terhadap hal-hal yang akhir-akhir ini saling berhadapan.

Sebab aslinya kan aku memang hanya sebagai penonton saja, nggak terlibat langsung.

Kalau pun aku mengatakan ini salah, ini benar, ini jelek, ini bagus, dan lain-lain dalam postingan status di FB, itu berdasar apa yang menjadi pokok bahasan, bukan berdasar aku suka atau tak suka terhadap orang-orang yang kemaren itu sedang berlaga untuk memenangi posisi sebagai gubernur, DKI khususnya.

Tapi, yang aku unfriend ini, adalah teman-teman, yang ketika mengungkapkan dukungan terhadap kubunya, selalu tampil dengan bahasa sinis, menyulut suhu panas, dan kebencian yang ditujukan pada pihak kubu yang berseberangan dengannya. Belom lagi dengan menampilkan meme-meme yang bagiku sih bikin yaik…

Bagiku, membanggakan diri, dalam hal ini, membanggakan kubunya dia sendiri, itu hak, sah-sah saja, tapi bukan dengan cara menginjak kubu yang lain…

Meski…meski, teman-temanku itu ya bukan orang bodo, malah pinter-pinter, tapi kok bagiku berlebihan, kebablasan…

Aku pasang PP Garuda Pancasila, juga di inbox, bilang apa lah..apa lah…

Lhaa..jauh di negeri orang awak ini lah…

Jangankan aku yang masih WNI…, yang udah melepas kewarganegaraan Indonesia, karena berbagai sebab pun, yakin banget…bahwa hati yang paling dalam selalu merasa terpanggil-panggil oleh Tanah Tumpah Darah…tanah tempat lahir…Apalagi keadaan di negara tercinta sedang banyak issue yang gajel macam saat ini…

(Ya, bagi kami yang nun jauh di sini, suasana di Indonesia ini, sungguh sering bikin tegang, takut pulang, dan seterusnya…mohon maklumi rasa kami ini..)

Rasa ini ga main-main…Rasa tentang nurani yang terpanggil-panggil oleh Tanah Tumpah Darah…

Mungkin akan bisa teman-teman rasakan sendiri, bila dan hanya bila, teman-teman sudah merasakan tinggal di tempat asing….

Kami yang nun jauh di sini, menginginkan negara dan bangsa Indonesia, ada dalam suasana baik, aman, dan damai…

 

 

4 Comments to "Orang-orang yang Berlebihan"

  1. Alvina VB  17 May, 2017 at 06:34

    Dian, saya rindu Indonesia yg jadul, masih ada becak di jln. Jendral Sudirman, yg masih demen berhubungan dengan ‘face to face’, masih suka nulis surat/kartu pos, he..he….kuno banget yak….FB, Twitter, kagak punya…. krn menghindari orang2 yg kamu sebutkan di tulisan ini. Lebih baik kita ngadepin yg REAL aja dech, ngadepin orang yg nyata aja suka refot ya…, gimana yg di dunia maya yg terkadang gak tahu itu org beneran/alias yak?

  2. Lani  16 May, 2017 at 13:43

    Dian: siapa yg tdk menginginkan negeri ini aman, tentram, damai, agar roda pembangunan jalan cepat?

    Hanya orang2 bodoh saja yg menginginkan yg sebaliknya, dan semuanya sdh tahu siapa mereka itu tdk perlu disebutkan nanti banyak yg ndak trima…..mencak2 pdhal ya ancen bener.

    Kita yg di LN hanya bisa ngelus dada, negeri ribut, rusuh, geger melulu dan yg digegeri adl sesama anak bangsa sendiri, opo ora malah digeguyu karo pitik???

    James: siapa yg tdk rindu Indonesia yg aman tentram dan damai??? Jawabannya kamu tentunya sdh tahu

  3. Handoko Widagdo  16 May, 2017 at 13:03

    Medsos sering membuat kita semakin bodoh saat kita terjerat pada ekstrimisme agama, ras, etnis dan kelompok.

  4. James  16 May, 2017 at 10:29

    1…..rindu Indonesia dalam suasana baik,, aman dan damai, tapi kenyataan selalu berbanding terbalik malah semakin terpuruk terus

    halo para Kenthirs Indonesia Baltyra

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *