[Black Forest] Menembus 37 Terowongan di Bawah Uap

Hennie Triana Oberst

 

Tanpa sengaja aku menemukan tulisan tentang kereta kuno yang masih beroperasi di daerah Black Forest. Jadi kami putuskan untuk mencobanya, mengisi akhir minggu di masa liburan musim panas ini. Transportasi seperti ini tentu tidak beroperasi setiap hari. Pembelian tiket juga gampang dilakukan, bisa dengan cara online atau langsung pada petugas di stasiun kereta, sebelum kereta berangkat.

Kereta Api yang diproduksi pada tahun 1936 oleh perusahan Henschen & Sohn ini dioperasikan lagi setiap hari Minggu pada bulan Juli dan Agustus setiap tahun. Melewati beberapa kota di sekitar daerah Black Forest, melewati 37 terowongan. (Jika suhu di musim panas terlalu tinggi, jadwal kereta ini akan dikurangi, menghindari kebakaran hutan di sekitar daerah yang dilewati).

Ada dua kota perhentian yang ditawarkan untuk disinggahi, kota Triberg dan Hausach (stasiun akhir). Kita bisa pilih salah satu kota tujuan. Total perjalanan dari stasiun awal (kota Rottweil) sampai tujuan akhir sejauh 80 km dengan jarak tempuh 1 jam 51 menit. Jadwal kereta jelas tertera seperti kereta lain yang beroperasi sehari-hari.

Kami ambil tujuan kota pertama, Triberg, menghemat waktu dan lebih santai menikmati kota tujuan. Mengisi akhir minggu dengan santai, tanpa beban.

Selama kereta berjalan dapat kita amati bagaimana bekerjanya kereta api jaman dulu, asap yang keluar dan serpihan hitam yang sangat halus beterbangan dari hasil pembakaran batu bara. Sesekali terdengar bunyi “tuuuttt…tuttt…” membawa irama nostalgia tersendiri.

“Biarpun kereta ini tua, tetapi ketepatan waktu tetap bisa diandalkan”.

Harga tiket PP:
Rottweil – Triberg € 22,-/orang (dewasa)
Rottweil – Hausach € 26,-/orang
Anak (usia 6-14 tahun) membayar setengah dari harga dewasa.

Deutschland, Black Forest, Sommer 2016

 

 

5 Comments to "[Black Forest] Menembus 37 Terowongan di Bawah Uap"

  1. HennieTriana Oberst  21 May, 2017 at 15:35

    Iya James, naik kereta antik sambil bernostalgia.

    Mas Sumonggo, itu bisa diatur biar nggak melonjak gula darahnya

    Lani, kereta jadul itu kira-kira masih ada nggak ya?

    Iya Linda, itu yang kami naiki kelas eksekutifnya hehehe.. Lucu ya.

  2. Linda Cheang  20 May, 2017 at 16:24

    lihat kabin keretanya, klasik jadul

  3. Lani  20 May, 2017 at 10:00

    James: ya kereta trutug atau sepur lempung jd ingat ktk msh kecil diajak naik kereta……..

  4. Sumonggo  19 May, 2017 at 05:43

    Saya kira black forest yang membuat gula darah melonjak … ha ha ….

  5. James  18 May, 2017 at 15:25

    1….kereta antik

    halo para Kenthirs naik kereta yuk

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *