Menolak HTI = Anti-Islam?

Chandra Sasadara

 

Tidak sedikit yang mengataan bahwa rencana pembubaran HTI seolah menunjukkan bahwa pemerintah sekarang anti anti Islam. Itu pernyataan konyol! Anda pasti tahu perbedaan agama, paham(isme), dan partai politik. Bahkan sambil terpejam pun akan tahu kalau HTI adalah partai politik (hizb) bukan paham apalagi agama. Mustahil tidak tahu hal itu!

Dalam pemahaman politik paling dangkal sekalipun, partai politik adalah instrumen untuk merebut kekuasaan. HTI ada di Indonesia untuk merebut kekuasaan dan mengubah NKRI menjadi Khilafah! Untuk apa mendirikan partai kalau tidak ingin berkuasa?

Anda pasti akan mengatakan bahwa HTI hanya organisasi massa (Ormas)? Betul, HTI memang berstatus hukum sebagai Ormas, tapi HTI tidak pernah melepaskan identitasnya sebagai partai, buktinya HTI tetap menyandang kata “hizb” di nama depanya. HTI tidak ikut pemilu? Tidak semua partai ikut pemilu!

Partai manapun di dunia ini cita-cita politiknya adalah berkuasa, sebab tidak ada partai politik yang didirikan hanya sekedar untuk hobi! Bedanya HTI dengan partai lain:

1) HTI tidak ikut pemilu karena pemilu adalah jalan politik kufur;

2) HTI bercita-cita mengganti dasar negara Pancasila, mengubah NKRI, dan membangun struktur khilafah;

3) HTI ingin menyatukan dunia di bawah kontrol satu kekhilafahan. Partai lain tidak ada yang memiliki cita-cita sehebat itu, kecuali komunis internasional yang dulu ingin menciptakan dunia tanpa kelas!

Kalau HTI hanya partai, bagaimana bisa rencana pembubaran HTI oleh pemerintah disebut sebagai anti Islam? Bukankah yang pertama-tama menolak HTI justru NU, Ormas Islam terbesar di Indonesia? Kalau pelarangan dan pembubaran Partai Tahrir disebut anti Islam maka NU adalah Ormas Islam yang anti Islam. Konyol bukan? Kalau ada yang mengatakan NU anti Islam, pasti sedang mengigau!

Partai Tahrir juga ditolak di banyak negara di dunia, termasuk negara-negara poros Islam di Timur Tengah seperti Kerajaan Saudi, Kerajaan Yordani, dan lainya. Apakah mereka juga anti Islam? Jangan jawab pertanyaan terakhir itu sambil bermimpi!

#saveNKRI

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

16 Comments to "Menolak HTI = Anti-Islam?"

  1. Lani  26 May, 2017 at 02:35

    “Oom SLB dan mbakyu Lani, itulah yg terjadi di tanah air saat ini dan di negara muslim lainnya juga, jangan salah loh….negara seperti Jordania, Libanon, Irak dan negara2 muslim yg dulunya juga moderat, sekarang podo wae, pada kena virus bangsa arab karena arab nyebar pengaruhnya dengan $$$, di sana-sini. Kenalan saya yg dari Jordania dan Libanon pada bilang, jaman duluuuuuu muslim di negara mereka sangat moderat, mana ada yg pake hijab/ tutup muka, sekarang pada kaya bangsa arab. Mereka bilang bangsa arab bangsa bar-bar dan keluarin duit buat bayar para teroris utk ubek2 negara lain, dengan catatan, sepanjang negara mereka gak diganggu/imun dari teroris. Makanya itu pusat terrorisme yg dibangun dlm 30 hari di saudi cuman mau nutupin kebobrokan mereka aza. Pada dasarnya mereka takut digempur para teroris yg siap utk menjatuhkan kerajaan saudi, ttp mereka bayar uang ‘keamanan’ terus sich.”
    ++++++++++++

    Al: aku copy paste dr komentarmu. Jadi begitu ta Arab Saudi mencari aman diri mereka sendiri, dgn keluar duit kesana kemari buat bayar para terrorist agar jgn gangguin Negara Arab tp monggo2 wae mau pentalitan, bikin terror dinegara lain, pokok-e jangan di wilayah Arab Saudi bikin terrornya. Wah gila juga ya…….

  2. Lani  26 May, 2017 at 02:29

    Al, SLB: setuju dgn komentar kalian berdua………

    Ttg Human Right menurutku ndak bisa digunakan hantam kromo, sedikit2 pakai tameng Human Right……..ndak bisa dan ndak setuju, kok enak???

    Hrs tahu penempatan Human Right itu di case apa dulu? Klu semuanya menggunakan Human Right ya ambyaaaar lah spt senjata makan tuan…….pagar makan tanaman spt salah satu contoh di komentar Alvyna……..ngeriiiiiiii……..orang Jawa bilang “nulung malah kepenthung dewe”

  3. Alvina VB  25 May, 2017 at 14:35

    RIP for the victims of Jakarta bombing! Spread the love NOT hatred!!!

  4. Alvina VB  24 May, 2017 at 06:56

    Makanya anggota Hezbolah, Hamas, Bokoharam mana takut sama pem. Barat, lah mereka bela human rights dan gullible sich.

  5. Alvina VB  24 May, 2017 at 06:53

    Oom SLB, setelah itu mereka yg minta suada politik, bukannya membangun “cross-cultural understanding” di negara orang, mereka nantinya malah seenak udelnya sendiri dan berani nyuruh2 tuan rumah dan kritik tuan rumah yg dah nampung mereka dengan senang hati karena HUMAN RIGHTS, Capek dech…kl ngomongin human rights sama org bule yg gullible dan masih zzzzzzz….nungguin aja, sampe salah satu anggota kel.nya mati krn ‘terroriste act’, baru mereka terbangun. Kaya Salah satu Swedish woman yg juga pro human rights dan welcome refugees dari tim-teng di kotanya, berakhir tragic, dia diperkosa dan dibunuh sama salah satu asylum. Kl dah gitu mau ditaruh di mana itu human rights? Sama halnya yg terjadi di Jerman, Belgium dan negara2 Eropa lainnya yg sekarang pada ketakutan, jangan2 jadi sasaran berikutnya stl Manchester. Negara arab emang pada buka suara?

  6. Swan Liong Be  23 May, 2017 at 18:36

    Memang aneh sekali, mantan pemimpin Gerakan Aceh Merdeka, cari suaka dinegara kafir Norwegia, Ayatollah Koumeni juga suakanya diPerancis, juga negara kafir, tapi bisa dimengerti , moso Ayatollah yang aliran shia cari suaka diArab Suni, lebih berbahaya daripada dinegara kafir.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *