Negara Bangsa vs Negara Politik

Osa Kurniawan Ilham

 

Alkisah…Presiden Sukarno pernah dibuat marah besar ketika ada orang asing yang berkata padanya bahwa Indonesia, seperti halnya Yugoslavia, adalah negara politik, bukan suatu negara bangsa. Karena dibentuk bukan secara alamiah karena kesatuan suku, bahasa dan agama, tetapi secara ikhtikad politik, maka Indonesia dan Yugoslavia akan bertahan beberapa tahun saja. Ketika sang pemimpin politik itu hilang maka bubar pula negara itu.

Sukarno marah besar….beberapa kali dia mengulang-ulang pidatonya sebelum Indonesia merdeka dulu, “Kita tidak hendak mendirikan negara yang hanya bertahan beberapa tahun saja. Kita mendirikan Indonesia merdeka ini bukan untuk sepuluh tahun, lima puluh tahun, lima ratus tahun? Tidak !!!! Kita mendirikan Indonesia ini untuk ribuan tahun…..tetap tegak berdiri sampai akhir zaman.”

Ketika Josef Tito, sahabat Sukarno, meninggal tahun 1980 negara yang ia dirikan dengan darah dan air mata di tahun 1945, Yugoslavia, bubar. Yugoslavia pecah berkeping-keping atas nama suku, agama dan bahasa: Serbia, Kroatia, Bosnia Herzegovina, Slovakia, Slovenia, Makedonia, Kosovo dan Montenegro.

Indonesia masih bertahan. Sampai kapan? Apakah sampai akhir zaman, seperti yang diimpikan Sukarno?

Hanya kau dan aku yang bisa menjawabnya.

 

 

5 Comments to "Negara Bangsa vs Negara Politik"

  1. Lani  23 May, 2017 at 05:18

    James: ngakak aku baca komentarmu……….

    Osa: pertanyaanmu jawabannya “tanyakan pd rumput yg bergoyang saja”

  2. Alvina VB  23 May, 2017 at 01:28

    Indonesia bisa bertahan sampe akhir jaman kl rakyatnya sadar sudah diubek-ubek negara arab dgn aliran dananya ke sekolahan2 muhamadiah, organisasi2 lokal dan juga politisi yg korup mengunakan rakyatnya yg ignorant utk mencapai tujuan politik mereka, sadar/gak radar udah jual negaranya. WAKE UP INDONESIA….sebelum terlambat euy….

  3. Sumonggo  22 May, 2017 at 16:45

    Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita.

  4. James  22 May, 2017 at 15:27

    1……sekarang saja sudah terlihat Perpecahan dan tidak dapat diperdebatkan kebenarannya

    hidup para Kenthirs Baltyra tetap bersatu, bercerai kawin lagi

  5. Triyudani  22 May, 2017 at 14:09

    Terus terang mas Osa akhir 2 ini aku juga merasa khawatir akan keberadaan Indoneia ini.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *