Mijit Pemijit

Dian Nugraheni

 

Salah satu hobby nglaras rasaku adalah, pijit. Kalau di Indonesia, sudah rutin itu, pijit sak badan dari ujung ke ujung, atau seminggu sekali pijit refleksi. Pas sudah di Amrik, ya sudah, nggak pernah lagi pijit. Karena kalau ada pemijit yang orang Indonesia, bayarnya cukup mahal, sekitar 60 dollar..he..he..

Pijit dari negara lain, banyak di salon-salon atau rumah pijit, tapi ogah juga rasanya mau mampir. Paling pol, pakai “kursi pijit” di mall-mall tuh, hasile malah balunge lara kabeh, sakit semua…

Ada seorang teman di Amrik, yang punya tante, bernama tante Jati… Tantenya ini, sudah sepuh, usianya sudah 81 tahun. Di balik angka 81 tahun itu, tentu saja banyak sekali cerita dan kisah hidupnya.

Karena kami cukup sering bertemu, maka setiap saat bertemu itu pula, selalu keluar banyak cerita dari beliau. Bla..bla..blanya panjang bangeet. Tapi yang bisa aku tangkap, bahwa di jamannya dahulu ketika tante Jati masih remaja, dia sudah merupakan “brave girl” yang berani “nantang” Bapaknya, agar disekolahkan, tapi yang ada boarding housenya.

Jadilah, akhirnya tante Jati ini, sekolah keluar dari kotanya, tinggal di boarding house, dan seterusnya. Tante Jati sempat bersekolah di Sekolah Tinggi Olah Raga, sekolah ahli memijit bersertifikat, dan lain sebagainya. Dalam perjalanan karirnya, tante Jati juga sempat menjadi Ibu asrama bagi atlet pebulutangkis di Senayan.

Kemudian, perjalanan hidup membawanya sampai ke Amrik, menjadi pegawai atau staff lokal di kedutaan besar Indonesia, hingga pensiun. Kemudian dalam usia yang tak muda lagi, masih beliau sambung, bekerja di toko TJ Maxx selama 17 tahun, dan baru pensiun dari toko tersebut sekitar bulan Desember atau Januari 2017 lalu.

Oya, namanya sempat masuk media pemberitaan kala itu, sebab, ketika Sri Sultan Hamengkubuwono IX berada di Amrik, tante Jati sempat memijit beliau, dan kemudian tak lama kemudian, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, malah mangkat ketika masih berada di Amrik tersebut. Kata tante Jati, majalah dan koran yang memuat wawancaranya sehubungan dengan hal tersebut, masih ada disimpan. Kapan-kapan aku mau minta baca ahh..

Tante Jati adalah sosok yang enerjik, kemana-mana masih naik kendaraan umum plus jalan kaki, tak peduli musim dingin atau musim panas, masih suka dansa-dansi tentu saja, berserikat berkumpul dengan kawan sebaya maupun yang ga sebaya, hayuuh aja…Pokoknya beliau ini orangnya easy going deh..

Tante Jati, bisa dibilang, selalu merasa sehat, sampai suatu hari beliau harus dilarikan ke Emergency Room ketika masih di tempat kerja, beberapa hari menjelang pensiun, dan ternyata ditemukan pembengkakan arteri yang menuju jantung, dan harus segera dioperasi.

Syukurlah, operasi berjalan lancar, dan setelah masa pemulihan, saat ini tante Jati sudah dinyatakan kembali sehat.

Nahh, kemaren malam, tante Jati mampir ke rumah, dan bilang, punggungnya sebelah kanan, sakit, “bengkak opo ora..?” tanya beliau.

Aku, “Enggak kok tante, mungkin karena sebulan lebih, tante kan tidur ga boleh banyak gerak, pas masa pemulihan kemaren, makanya pada mrengkel nih uratnya..”

Lalu, aku urut pelan punggung tante Jati pakai minyak kelapa yang ditetesi essential oil rasa Eucalyptus….

Jadi ceritanya, semalam, aku mijit pemijit pofesional bersertifikat…he..he..

Semoga kita semua sehat terus ya Tante, biar bisa saling berbagi pijit..

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

8 Comments to "Mijit Pemijit"

  1. Lani  1 June, 2017 at 08:40

    Al: aku suka dipijit………di Indonesia selalu mengundang tukang pijit kerumah, tp dr pengalamanku mungkin krn tukang pijit tsb hanya sekedar bisa memijit maksudku/dgn kata lain mereka tdk pernah sekolah memijit dgn benar jd pijitannya ngawurrrrrr………asal dipijit, ditekan malah kdg sehabis dipijit badan sakit tdk relax……..dan tarifnya jelas lebih murah dibandingkan pijit di Hawaii……tapi mmg berbeda jauh sih pijitannya…………

  2. Dj. 813  31 May, 2017 at 21:44

    Kalau tidak biasa di pijit, malah jadi sakit semua . . .
    maksudnya baik, malah kujur . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Tterimakasih dan salam,

  3. James  30 May, 2017 at 08:45

    Pijitan Kona ala hula-hula……aloha pijitan Hawaii

  4. Alvina VB  30 May, 2017 at 07:18

    Kayanya pernah denger nama ini duluuuu di tanah air.
    Ha..ha…James, sama aza, saya yg sering tolongin org utk pijit memijit, ttp kl dipijitin gak mau ah…krn saya orgnya gelian, gak bisa dipijit euy…..Apa mbakyu Lani suka dipijit kl pulkam ke Jawa?

  5. James  30 May, 2017 at 06:36

    Mbak Lani, sy gak bisa mijit juga gak bisa dipijit krn getek geli kalo dipijit, paling banter pijit dada bini sendiri, upps… Parno gak yah? Asal gak separno Habib Rampok Rizieq aja

  6. James  30 May, 2017 at 06:32

    Mbak Lani, sy gak bisa memijit juga gak bisa dipijit karena getek geli kalau dipijit, paling pernah pijit dada bini sendiri, upps parno gak yah? Asal gak separno Habib Rampok Rizieq aja

  7. Lani  29 May, 2017 at 11:33

    Dian: Selama aku menetap di Hawaii belum pernah ada mesin pijat selain tentunya di salon manicure/pedicure kursinya bisa utk memijat. Aku punya tukang pijat langganan walau mungkin pijetnya pas emergency saja krn mahalnya itu $ 75.00/jam………mrk pasangan orang Jepang, pijatannya mantap……..mrk betul2 ahli pijat tdk asal mijet……..

  8. Lani  29 May, 2017 at 10:19

    Dian: aku suka banget dipijat tapi ora kuat bayar………larang banget! 1 jam plg murah $ 75.00

    James: kamu suka memijat apa dipijat???????

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *