Jadi Presiden

Rusdian Malik

 

Ada dua kelebihan bangsa Indonesia ini dibanding bangsa lain. Pertama adalah rakyatnya banyak sekali yang ingin jadi presiden; kedua adalah setiap presidennya pasti selalu ingin dilengserkan. Hehehe…

Kini, ada dua lagi yang sedang ramai diperbincangkan rakyat Indonesia. Pertama adalah seorang tokoh reformasi, mantan imam parlemen, adapun yang kedua adalah imam lembaga institusi investigasi/penyelidikan kejahatan ternama dunia; FBI. Keduanya punya pengaruh kuat sebagai kandidat presiden. Yang pertama sudah diketahui secara umum oleh rakyat gelagat beliyau pengen banget jadi presiden sudah sejak sekian lama, sedangkan orang yang kedua sudah sejak lama digadang-gadang bakal jadi kandidat presiden oleh pengikut fanatik beliyau.

Sayangnya, mereka berdua itu kini mendapat rintangan dan ujian yang berat. Bapak itu terusik (diusik) terganggu (diganggu) dengan isu dugaan ikutan korupsi, sementara bapak yang satunya malah terjerat (dijerat) kasus yang konyol (wanita).

Sebagai warga negara yang baik (apalagi jika kita adalah seorang Muslim) maka tetap kita menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Juga ya aneh aja, perihal yang sudah lama jaman dulu kenapa baru sekarang diungkit? Ada apa ini? Apa karena gak suka aja sebab beliyau adalah sosok yang lantang dan tajam mengkritisi pemerintah sekarang?

Kemudian itu juga yang menimpa imam FBI, apa cuma karena dia selalu lantang kapan saja di mana saja bersuara pedas dan ganas maka lantas malah kepleset di percakapan nganu-nganu ama seorang wanita. Kepleset apa dipelesetin sih? Masa seorang sekelas dia yang punya jutaan massa, punya jutaan lawan (tak tanggung-tanggung; negara), yang –beliyau pasti sadar– gerak-geriknya slalu dipantau oleh spion global malah maen gila di wasap?

Saya percaya bahwa di balik setiap kelebihan pasti ada kekurangan, di setiap geger peristiwa di Indonesia ini pasti ada selalu yang bermain dan mengambil keuntungan. Mungkin iya ada kekhilafan, tapi tak sebesar khilaf yang diberitakan. Satu titik kesalahan saja bisa digoreng abis. Kebenaran dan kesalahan bisa bercampur aduk direkayasa didramatisir sekian rupa. Ngeri, namanya juga politik bro, siap-siap mental, usaha, upaya, taktik, siasat, dana dan doa aja! Sebab di sini, sisi kemanusiaan, rasa hormat, etika dan adab kadang bisa tak berlaku lagi, apabila engkau bukan kelompokku, maka konsekuensinya siap-siap aja kau.

Kembali ke tema presiden, mau tak mau, diakui atau tidak bahwa segala gosip-gosip yang menerpa kedua sosok di atas itu juga adalah sebagai “penjegalan” kepada karir mereka selanjutnya. Sisi buruknya yang disayangkan adalah jika kita mau melihat dengan sedikit lebih jernih, maka kesan dizolimi dikriminalisasi itu emang ada itu.

Adapun sisi positifnya bagi kelompok lain adalah bahwa setidaknya ada dua tokoh yang terjegal kalau nanti-nanti mereka maju menjadi kandidat presiden, artinya ada dua orang saingan sudah tersingkir. Dan ini bagus, saya pun siap jadi presiden.

 

 

About Rusdian Malik

Dia adalah Pesbuker asal Kalimantan Selatan kelahiran 1985. Pria penggemar acara stand up comedy ini adalah alumnus pesantren yang cukup terkenal di Kalimantan Selatan, yakni Pondok Pesantren Al-falah Banjarbaru.

My Facebook Arsip Artikel

2 Comments to "Jadi Presiden"

  1. Lani  6 June, 2017 at 23:29

    James: hayoooooo………..mau berlaga di 2019??? aku pilih yg kenthir saja tp jelas jujur, bersih, anti korupsi dan jelas sgt amat waraaaaaaaas………. hahaha

  2. James  6 June, 2017 at 12:51

    1….tersingkir karena KARMA

    pilih Presidennya dari salah satu Kenthirs Baltyra saja agar adem ayem

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *