Sepetik Cerita dari Si Kakak

Dian Nugraheni

 

Si Kakak Cedar cerita, bahwa siang tadi, dia jalan-jalan seputar kota, menemani keluarga MasBul(e)-nya yang sedang berada di Washington, DC.

Keluarga MasBul adalah satu adik perempuan, satu kakak perempuan, dan Ibunya. Ketiganya, sangat cantik, dengan kulit yang bagus, kencang, dan mengkilap (gue barusan bertemu mereka, idiiih….gue kan masih muda dan cute ya.., kok tiba-tiba udah kenalan sama ortu masBul-nya si Kakak..)

Mereka, jalan ke (Washington National) Cathedral, juga ingin sekali masuk ke masjid.

Ini sudah masuk musim semi, udara lumayan hangat, maka mereka, khususnya para perempuan muda ini, pakai baju yang cukup “mbloder” alias baju musim panas, berupa celana pendek dan atasan dengan pundak yang terbuka.

Mereka menuju “masjid” Islamic Center yang berada di Massachusetts Avenue, dekat Kedutaan Besar Indonesia.

Kata si Kakak, “Pas masuk halaman masjid, trus mau masuk ruangannya, kita ditemuin sama seorang petugas masjid, Mah.., lalu masing-masing dikasih jubah dan kerudung, suruh pakai, lalu dipersilahkan masuk ke ruangan yang ada, juga boleh foto-foto…”

Hmm, adem rasanya dengar kisah si Kakak siang ini.

Masjid, Islamic Center, adalah tempat gathering umat Islam untuk ibadah bersama. Sesuai dengan tata cara agama Islam, maka menutup aurat adalah wajib. Tapi lebih mak nyus-nya adalah, mereka tetap welcome, pada pengunjung yang ingin memasuki masjid, meski pengunjungnya berpenampilan “tidak sempurna dalam menutup aurat”, kemudian dipinjami jubah dan kerudung, agar para pengunjung ini bisa masuk ke dalam ruangan masjid…

Dan kata si Kakak Cedar, adik serta kakak MasBul itu senang dikasih pakaian jubah dan kerudung, lalu mereka berfoto bersuka ria…

Foto enggak aku upload ya, soalnya belom minta ijin sama mereka…

(Tak ada penolakan, tak ada teriakan dan hujatan yang merendahkan, yang ada adalah kasih dan damai. Aku kira, inilah cara beragama yang sebenarnya…)

Maturnuwun sanget, Gusti..untuk kisah sejuk ini…

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

3 Comments to "Sepetik Cerita dari Si Kakak"

  1. Alvina VB  7 June, 2017 at 11:42

    Hadir James…..
    Itu bedanya muslim di US dan muslim di Ind…Coba kl di Ind, gak kebayang dah….bisa dipelototin, dilihat atas-bawah dan dibully spt katanya mbakyu Lani.

  2. Lani  6 June, 2017 at 23:32

    Dian: beda donk jgn bandingkan dgn apa yg terjadi di Indonesia……..bisa2 di bully mati2-an tuh si kakak dan mas bul2nya kkkkkkkk

  3. James  6 June, 2017 at 12:57

    1….jauh berbeda dengan Islam Indonesia kini

    menantikan para Kethirs muncul

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *