Soekarno dan Ayah Saya

Anwari Doel Arnowo

 

Saudara saudaraku. Tahun 1901 tanggal ini 6 Juni lahirlah Putra Sang Fadjar diberi nama Koesno, di Soerabaia. Karena sering sakit namanya diganti menjadi SOEKARNO. Dia selalu saya ingat sebagai idola saya, sama baiknya bila saya mengnang iboe saya Chadidjah Doel Arnowo. Cak Doel itu bersahabat baik sejak meningkat remaja sejak tinggal di Soeraia di Genteng Arnowo dan Soekarno di Plampitan mondok di roemah H.O.S Tjokro Aminoto seorang tohoh agama tetapi nasionalis dan orator ulung.

Soekarno belajar pidato meniru pak pak Tjokro ini. Ayah saya lahir pada tahun 1904, 3 tahun lebih muda dari Soekarno. Sorkarno selalu memanggil ayah saya dengan nama Cak Doel sejak waktu anak-anak sampai menjabat Presiden NKRI yang pertama dan sampai akhir hayatnya. Terakhir ayah saya menjabat menjadi Walikotamadya Soerabaja dan Anggota Dewan Pertimbangan Agoeng.

Ayah saya menjabat kedudukannya di pemerintahan bukan sekali lagi, BUKAN karena persahabatannya dengan Soekarno. AYAH SAYA mengalami dipenjara penjajah belanda TIGA kali dan agressor Jepang 1 kali sehingga menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur 1945 sampai dengan 1951 kemudian dipromosikan menjadi Walikotamadya Sorabaja. Pensiun beliau sebagai Residen diperbantukan di Kementetian Dalam Negeri.

Makam beliau ada di Taman Makam Pahlawan Soenkono di Surabaya. Patung beliau ada di dalam Kompleks Tugu Pahlawan di kota Surabaya. Waktu Bung Karno meninggal dunia pada tanggal 21 Juni tahun 1971 ayah saya menangis tersedu-sedu cukup lama. Pukul 06:00 pagi hari saya sudah berada di liang lahat Boeng Karno di Bendogerit kota Blitar. Waktu itu jenazah beliau masih Jakarta disiapkan untuk diterbangkan ke Blitar. Surabaya.

Waktu jenazah Soekarno sampai di pemakaman Blitar hari sudah sore. Inspektur Upacara adalah Jenderal Panggabean. Kebetulan saya berdiri di sebelah Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal HOEGENG. Karena beliau memegang sebuah Walkie Talkie saya tanya beliau sampai di manakah ujung belakang prosesi mereka para pelayat yang bergerak sejak dari Lapangan Terbang di kota Malang yang jaraknya lebih 84 kilometer dari kota Blitar.

Pak Hoegeng menjawab pertanyaan saya ujung prosesi ada di kota Wlingi yang lebih 11 kilometer dari makam ini. Itu adalah penghormatan rakyat pada saat pemakaman oemimpin sejati Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang di atas itu saya tuliskan setelah makan sahur . Soekarno adalah IDOLA SAYA.

 

*ANWARI DOEL ARNOWO*– 6 JUNI, 2017

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

3 Comments to "Soekarno dan Ayah Saya"

  1. Lani  9 June, 2017 at 13:20

    Cak Doel: Terima kasih atas critanya………menambah ilmu

    James: Sejarah para kenthirs………yg jelas unique……..kamu pasti jg begitu.

    Al: Setuju sebagai negarawan Soekarno mmg hebat! Tapi utk polygaminya????? Ora melu2……anti polygami!

  2. Alvina VB  9 June, 2017 at 12:31

    James, sejarah kenthirs juga gak ada duanya, he..he….
    Soekarno muntkin negarawan dan orator ulung, ttp gak bisa saya idolakan, krn istrinya banyak, he…he…..Saya anti poligami, ha…ha….

  3. James  9 June, 2017 at 11:17

    Sejarah…….Soekarno tidak ada duanya di Indonesia

    bagaimana sejarah para Kenthirs ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *