Macam-macam Aswaja Indonesia

Rusdian Malik

 

1. Aswaja pedesaan. Salah satu dakwah utamanya adalah meladeni wahabi. Meladeninya biasanya khas begini: Ya aoloh kamu wahabi, usil banget sih mempermasalahkan perkara tahlilan, sholawatan, maulidan, ziarah kuburan, istigosah, tawassulan, dst? Seharusnya itu kayak acara dangdutan, karokean, yang buka-buka aurot, yang nggak sholat, yang ngelem, nge-jinet, nge-miras, ngemaling yang jelas maksiat itu aja tuh yang fokus dipersoalkan! Paham, bahlul?

2. Aswaja perkotaan. yang namanya kelas “kota” makanya bisa jalan bareng duduk bersama dengan kelompok lintas mazhab kayak Muhammadiyah dan kelompok moderat dan modern lainnya, namanya juga kaum terpelajar, perkotaan gitu loh. Karena demikianlah, maka isu-isu yang digemari pun tak lagi masalah jilbab, cadar, aurot, khilafiyah, qonut, jumlah rakaat tarawih, debat dalil mawlid dsj, gak level itu, yang jadi topik pembahasan adalah korupsi, narkoba dan radikalisme terorisme. Gaya euy. Mantap!

3. Aswaja oposisi. Maksud oposisi di sini full oposisi pada pemerintah, zahir batin, awwalan wa akhiran. Pemerintah udah kerja gimana aja ya tetep aja dianggap gak bener, padahal pemerintah sekrang udah condong bznget ke aswaja dibanding pemerintah yang sebelum-sebelumnya. Alasan gak sukanya sih receh banget; liberal bid’ah nusantara sih wkwkwk. Ya mau gimana lagi, susah duduk bareng memberi pemahaman pada mereka, modal mereka cuma agama doank kok. Mereka ini berasal dari kaum kanan Islam. Maka itulah bisa gabung deh di sana ada hate’i, salafi, wahabi, ef-u’i, em’u’i dsj tersepakat semuanya dalam cita-cita bisa disatukan dlm aswaja versi anyar; NU garis lurus.

4. Aswaja pemerintah. Kelompok ini punya pehamaman agama dan kebangsaan kelompok yang sangat bagus bagi persatuan bangsa yang majemuk, plural, kaya khazanah budaya ini. Makanya, berkat merekalah wajah Islam Indonesia ini bisa tetap dihormati dan diapresiasi. Kaum nasionalis, sekuler humanis, berbagai macam agama pun bisa sama-sama bergandengan tangan, bersinergi demi kepentingan bangsa yang lebih besar. Sayangnya, karena saking terlalu pro-pemerintah kadang kecerdasaan mereka menjadi sedikit berkurang, yakni kerja mereka lebih banyak cuma meladeni/menyerang para pengkritik pemerintah saja sembari mencari-cari dalih pembenaran slalu atas setiap kerjanya pemerintah, lebih banyak menghabiskan tenaga jadi juru bicara pemerintah ketimbang jadi juru kerja, lebih banyak membela negara ketimbang membela rakyat sodara-sodarinya sendiri. Karena demikianlah kalau begini terus maka Aswaja pemerintah ini tak layak lagi diapresiasi, tapi cocoknya diapresiashit.

 

 

About Rusdian Malik

Dia adalah Pesbuker asal Kalimantan Selatan kelahiran 1985. Pria penggemar acara stand up comedy ini adalah alumnus pesantren yang cukup terkenal di Kalimantan Selatan, yakni Pondok Pesantren Al-falah Banjarbaru.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *