Pagiku

Dewi Aichi – Brazil

 

Saya selalu berpikir bahwa pagi hari merupakan waktu yang terbaik. Ketika saya bisa bangun pagi-pagi saya bisa melakukan lebih banyak hal atau aktivitas, lebih produktif. Pagi merupakan waktu yang super produktif dan sebelum makan siang saya bisa menyelesaikan banyak hal. Masalahnya adalah bahwa untuk menjalankan sehari-hari, saya tidur sangat larut malam, biasanya setelah tengah malam, dan bangun menjelang subuh.

Saya tau kebiasaan tidur larut malam itu tidak baik apabila bangun terlalu pagi. Untuk bisa sehat, dibutuhkan cukup waktu untuk istirahat. Saya selalu mempunyai kebiasaan tidur larut malam dan bangun menjelang subuh. Sedikit sekali waktu tidur saya, apalagi saya sering mikir, hidup terlalu singkat, sayang sekali kalau kebanyakan waktu tidur, tidak bisa menikmati dunia lebih lama.

Saat ada me time saya buka notebook, dan mulai berselancar, baca-baca. Sampai menemukan sebuah link yang menuliskan review sebuah buku berjudul O Poder do Hábito dari penulis Charles Duhigg dan mengambil beberapa point, saya mulai membaca pelan sambil santai.

Ini adalah tulisan saya tentang bagaimana saya konsisten mulai bangun pagi-pagi dan memulai rutinitas pagi dan saya sangat menikmati. Waktu 24 jam bisa melakukan lebih banyak lagi. Saya bisa mengambil jatah oksigen saya sebelum yang lain bangun. Oksigen yang belum terkontaminasi dengan banyak nafas manusia.

Selain itu, bisa menyapa burung-burung pipit yang selalu datang ke beranda, saya rutin menyiapkan minuman untuk tamu saya yang paling ceria dan ramah. Terkadang 2 ekor colibri ikut menikmati air minum yang saya sediakan.

Bagi saya, bangun pagi tidak hanya dalam “hari kerja” saja, tetapi di akhir pekan juga berusaha untuk bangun pagi. Perubahan rutinitas selama akhir pekan akan lebih padat karena akhir pekan merupakan waktu untuk keluarga. Dan pikiran saya, saya melakukan rutinitas pada akhir pekan, jauh lebih sakral dibanding hari-hari biasa. Sebab di akhir pekan inilah, waktu saya dedikasikan sepenuhnya untuk bersama keluarga.

Yang sulit sekali saya lakukan adalah, menghentkan aktivitas lebih awal. Misalnya di hari-hari biasa, saya ingin berhenti beraktivitas pada jam 8 malam, lalu saya ingin mandi, dan membaca sejenak atau bermain facebook. Ohh tidak…masih saja ada hal-hal yang harus saya selesaikan, membereskan dapur, setelah selesai menyiapkan menu makan untuk anak esok harinya. Sebab waktu esok, saya bekerja, dan anak sendiri, maka semua sudah saya siapkan di malam harinya. Agar proses belajar anak tetap lancar.

Satu hal yang membuat saya ingin selalu bangun pagi, pertama yaitu bisa menikmati seruputan kopi atau teh hangat, aliran kenikmatan melalui tenggorokan, setelah itu pyarrrr, merasa hilang kantuk saya, dan semangat untuk memulai aktivitas. Kedua, jika cuaca cerah, saya bisa mengintip dari balik jendela, semburat sinar matahari, yang jatuh ke bumi, seperti perhiasan yang bersinar, di saat pemandangan masih sedikit gelap, tetapi jika cuaca mendung atau hujan, nuansa yang seperti itu, serasa melahirkan kerinduan yang mendalam. Lalu, saya selalu teringat orang-orang yang sangat saya cintai sepanjang hidup saya yang jauh dan tak mungkin saya dekap setiap saat.

 

Salam hangat, semangat bangun pagi.

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona.

Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

10 Comments to "Pagiku"

  1. Dj. 813  14 June, 2017 at 00:32

    Bangun pagi selalu penuh ucapan syukur, karena bangun dengan badan sehat dan tidak ada rasa sakit sedikitpun –
    Mbak DA . . .

    Salam manis dari Mainz

  2. Lani  13 June, 2017 at 23:09

    Al: wah itu namanya bukan bangun pagi lagi tp bangun saat nya utk having brunch………….kkkkkkkk

  3. Alvina VB  13 June, 2017 at 11:26

    Bangun pagi, he..he….kalau lagi gak sibuk ya bisa….kalau lagi sibuk, bisa tidur jam 4:00 pagi, gimana mau bangun pagi, lah tidurnya udah kepagian, he…he….jadi bisa bangun antara jam 9-10:00. Jadi pagiku bisa jadi siangku…he..he…

  4. James  13 June, 2017 at 09:09

    padahal lagi Winter, bbrrrr…..dinginnya lebih dari seger deh

  5. James  13 June, 2017 at 09:08

    DA, jam 6.30 pagi sih dah kesiangan, sy bangun jam 4.20 pagi baru jam 5 sudah di jalan kaki sampai jam 6 baru selesai, baru setelah itu sarapan lalu mabur dolan-dulan

  6. Lani  13 June, 2017 at 07:54

    James: kita sama sarapan utama dipagi hari olahraga……..

    DA: dasar wong ediaaaaaaaaan…………kkkkkkk!

  7. Dewi Aichi  12 June, 2017 at 16:31

    SipJames………….ayo bangun..bangun….jam 6:30 di São Paulo…

  8. Dewi Aichi  12 June, 2017 at 16:30

    Selamat pagi semuaaaaaaaaaaaaaaaa…..waktu Brasil. Laniiiiiiiiiiiii..ayo lari -lari, lari dari kenyataan hahaha…

  9. James  12 June, 2017 at 15:34

    bangun pagi setiap hari dan tidak lupa jalan kaki dipagi hari 1 jam dengan udara bersih dan jauh dari kebisingan sebelum memulai kegatan lain nya sehat dan segar

  10. Lani  12 June, 2017 at 12:32

    DA: Bangun pagi???? Ora gumun krn itu sarapanku sejak dahulu kala…….mmg lebih nyaman bangun pagi spt kamu katakan oxygen nya msh bersih-sih……….

    Paling pas utk berolahraga………….

    Bagaimana dgn para kenthirs lainnya?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *