Anak-anak Ini

Dian Nugraheni

 

Adalah anak-anak Indonesia. Tinggal di negeri asing, menjadi sebagian dari “tugas” hidup dari Tuhan yang harus mereka emban.

Anak-anak ini, punya rasa rindu yang ditahannya dalam hitungan hari-hari yang panjang, pada negeri mereka tercinta, Indonesia. Mereka rindu pada tanah kelahirannya, mereka rindu pada Eyangnya, sepupu-sepupunya, tante dan bude, paklik dan pakde, mereka rindu pada teman-teman masa kecilnya, mereka rindu pada penjual Pecel Lele dan Lopis langganan mereka bertahun lalu.

Anak-anak ini adalah anak-anak yang tau diri, bahwa ketika mereka akan berlibur ke negeri tercinta, kami bertiga harus kencangkan ikat pinggang, agar bisa menabung jumlah uang yang cukup buat beli tiket penerbangan yang tidak murah.

Anak-anak ini, si Kakak terutama, menyisihkan dollar demi dollar uang hasil kerjanya yang tak seberapa banyak, untuk membelikan oleh-oleh buat sepupu-sepupunya. Air mataku hampir saja terhempas dan jatuh ketika melihat si Kakak dengan bersemangat memilih-milih beberapa barang di toko, dan menyebut satu demi satu nama-nama sepupunya.

Anak-anak ini sudah membayangkan akan bertemu dengan sanak saudara, keluarga besar. Tiket sudah dibeli, rencana sudah matang, ketika salah satu saudara mengabarkan, “nanti mbak Dian dan anak-anak tinggal di rumah selatan saja…sudah kami siapkan, soalnya kalau di rumah keluarga besar, nanti akan merepotkan yang ditempati…”

Krompyaaaang…!!

Halooo…, anak-anak ini tidak mencari rumah kosong untuk didatangi, tapi anak-anak ini bahkan tentu saja akan rela tidur uyel-uyelan lesehan di lantai alas tikar, asal ada kebersamaan yang mereka rindukan…

Tapi ya sutralah…

Sebenarnya, ini tentang aku. Rupanya, kepulanganku (bukan kepulangan anak-anak ini), selalu merupakan sebuah ancaman dan sesuatu yang tidak membikin nyaman beberapa pihak…(Ngaca dulu ahh, ehh iya…aaarrrggghhh…! Emang gue masih nampak tetep mengerikan…hixixixi…)

Kemudian anak-anakku yang mungkin saja, jadi korban…

Okay, Kakak, Adek, semangat rindu kalian naga-naganya akan bertepuk sebelah tangan. Aku, Mamahmu, cuma mau mengajak kalian, untuk mau mengerti dan mau memaafkan, orang-orang dewasa yang sering kali, bersikap egois, mengedepankan rasa diri mereka, sehingga abai terhadap rasa-rasa cinta suci yang kalian punya…

Sekali lagi, maafkanlah….

(Cari Nonna baru buat anak-anak…#ehh…)

 

 

2 Comments to "Anak-anak Ini"

  1. Dj. 813  14 June, 2017 at 00:30

    Anak-anak kami yang lehir di Mainz pun selalu rindu untuk liburan ke Indonesia .
    Bahkan kalau sommer di Mainz, terlalu panas, mereka bilang Indonesia Feeling .
    Karena udara yang lembab, mereka selalu cerita, bagaimana kalau keluar dari pesawat,
    langsung ditampar oleh udara panas dan lembab .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Itu yang kadang bikin kangen mereka akan Indonesia .

  2. Lani  13 June, 2017 at 23:07

    Dian: wakakak ora gumun aku………….ya begitulah!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *