Green Driver, aya-aya wae istilahna

Prabu

 

Nyaris saban hari gue bertemu green driver di tol Jakarta – Cikampek.

Mobilnya sekitar 1000 cc, berpenumpang rata-rata dua orang lebih. Melaju dengan kecepatan di bawah 80 Km/jam. Dan dengan pedenya ambil jalur paling kanan. Sudah dikasih dim (lampu isyarat) engga juga minggir.

Yo wis. Gue ngalah. Banting kiri, wusss.. ambil lajur paling kiri (bahu jalan tol), dengan kecepatan 100 km/jam. Dan asyiknya, mendadak muncul dibelakang gue bus AKAP guede banget ngejar gue… eh, ngejar setoran. Andrenalin langsung muncrat…. hehehe. Gue injek pedal gas tambah dalem. (Lah, kalo engga bisa diseruduk).

Nah, kalau di depan terlihat mobil polisi yang melaju pelan dibahu jalan, gue langsung rem dan banting stir masuk jalur kiri ngikuti pantat truk tronton yang berjalan bak siput.

Sungguh, berkendara di tol engga ada nyamannya. Kebalik-balik: mobil-mobil SUV ber cc besar melaju dengan kecepatan tinggi di bahu jalan tol utk menghindari truk, bus dan mobil-mobil ber cc kecil yang berjalan pelan di lajur 3 dan 4. Padahal, rambu-rambu besar telah di pasang, “Lajur (4) Untuk Mendahului”.

Tauk dah, kapan sadarnya.

Ah, gue juge engga sadar-sadar. Bahu jalan tol hanya untuk darurat, tong! Hehehe…

 

 

About Prabu

Sosok misterius yang sejak kemunculannya tidak banyak orang yang mengenalnya. Walaupun misterius, sosok satu ini sekaligus ramah dan sangat terbuka pertemanannya. Sang Prabu dan Permaisuri sering blusukan menyapa kawula BALTYRA.com dan menggebrak dunia, kebanyakan dengan coretan karikaturnya sekaligus artikel-artikelnya yang bernas, tajam dan berani.

My Facebook Arsip Artikel

3 Comments to "Green Driver, aya-aya wae istilahna"

  1. James  16 June, 2017 at 05:41

    Di Indo tuh aturan tinggal aturan yg penting ya pelangarannya, beres

  2. Alvina VB  16 June, 2017 at 01:44

    Kok dibilang green driver ya? sangkain green driver, pengemudi yg pake mobil listrik, bukan pake oil lagi spy ramah lingkungan gitu, he…he…..Sejak kapan istilah green driver dipakai di Indonesia kang Prabu?

  3. Lani  15 June, 2017 at 11:38

    Kang Prabu: ora gumun itulah disini…….spt disampaikan disini kebalik-balik……..kapan nyadarnya yak?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *