[Kepingan Kisah di Pertapaan Bandol] Kutemukan Jawabannya

Angela Januarti Kwee

 

Tidak ada seorang pun selain kamu dan Tuhan yang paling memahami apa yang sedang kamu alami sekarang. Namun dengan segenap hati, andalkanlah Bapa surgawimu. Berdiamlah dan saksikan kekuatan-Nya saat Dia berperang bagimu. Terkadang kita bisa melihat keajaiban; di lain waktu, kita bisa menjadi keajaiban itu.

Kutipan ini aku dapat dari buku Sun Stand Still karya Steven Furtick, sesaat sebelum aku hendak beranjak tidur. Bukannya segera menarik selimut dan beristirahat, aku mengambil laptopku seraya berbincang dengan-Nya : “Tuhan, aku ingin (kembali) menulis dan berbagi pengalamanku.”

Tiap kalimat tersebut mengingatkanku akan kegelisahan yang kualami dua minggu terakhir. Terutama, ketika aku harus memutuskan untuk mengambil tindakan operasi bagi diriku sendiri. Karena aku tipe orang yang tidak mudah menceritakan masalahku pada orang lain, termasuk keluarga. Aku memilih menyimpan  kegalauanku dan berbicang pada Sang Ilahi tentang perasaanku, meski sebenarnya Ia sudah tahu apa yang kurasakan.

Dalam situasi ini, aku sadar Tuhan tidak meninggalkanku seorang diri. Ia menunda jadwal operasiku dan membiarkanku untuk ikut retret Buah-Buah Roh Kudus – Pentakosta di Pertapaan Shanti Buana, Bandol – Bengkayang. Sehari sebelum keberangkatan, aku berdoa pada Tuhan : “Bila Engkau berkenan, sembuhkan penyakitku melalui doa-doa para frater dan suster di sana. Bila memang harus melalui tindakan operasi, maka kuatkan aku.”

(Sunrise di Pertapaan Shanti Buana, Bandol)

 

Pada retret yang berlangsung selama tiga hari tersebut (2-4 Juni 2017), aku memusatkan perhatianku pada tiap sesi doa, pujian dan pengajaran yang diberikan. Aku juga dihibur dengan kehadiran rombongan teman-teman dari Sintang (yang juga mengikuti retret) dan pertemuan kembali dengan para frater dan suster di sana. Tiap tawa dan cerita yang boleh kami bagi, memberikan kekuatan bahwa aku tidak perlu menghadapi ini seorang diri.

Dalam pengajaran, aku mendapatkan kutipan-kutipan singkat yang kucatat dan ingin kubagikan :

“Tuhan mau engkau menjadi saluran rahmat Allah.”

“Ya Tuhan, saya mau melakukannya untuk kemuliaan Tuhan, meskipun aku tahu itu susah.”

“Tetaplah berpegang kuat di dalam kasih Allah. Jangan Takut!

“Kami juga percaya bahwa kesembuhan juga terjadi melalui tangan para medis.

“ … Pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:5)

Tidak hanya sampai disitu, ketika misa penutupan (Hari Raya Pentakosta) dan Minggu pertama awal bulan (kebiasaan di Bandol ada doa penyembuhan bagi orang sakit), aku juga didoakan bersama umat yang memohon kesembuhan dari Tuhan.

Kalau boleh jujur (memang harus jujur ya), ketika aku didoakan hati kecilku berkata kesembuhan itu akan datang melalui tangan para medis dan doa itu adalah berkat dari Tuhan untuk kelancaran semua prosesnya.

(Kapela Maria Bunda Karmel di Hari Raya Pentakosta)

 

Tiga hari setelah retret, aku menjalani operasi (tepatnya Laparoskopi level 2). Tindakan ini ditangani langsung oleh dr MH dan timnya. Saat itu, tidak ada lagi ketakutan atau kegalauan dalam diriku. Aku masih sangat ingat, sebelum aku tertidur oleh pengaruh obat bius di ruang operasi aku berkata pada Tuhan : “Semua untuk kemuliaan-Mu.”

Sebelum mengakhiri tulisan ini, aku ingin kembali mengutip kalimat dari Steven Furtick : “Iman yang berani berarti bahwa Tuhan tetap bekerja, bahkan ketika doa-doamu tampaknya tidak membuahkan hasil apa pun. Ingatlah, krisis (dalam kehidupan) adalah peluang terbesarmu untuk menyaksikan kemuliaan dan kebaikan Tuhan dinyatakan – dan menerima kehormatan tertinggi untuk menyatakannya kepada orang lain.”

 

-AJ.020187-

 

*Sukacita yang boleh kami alami ada di sini : https://www.youtube.com/watch?v=48kY6nRkBUE

 

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

8 Comments to "[Kepingan Kisah di Pertapaan Bandol] Kutemukan Jawabannya"

  1. Linda Cheang  21 June, 2017 at 13:27

    walaupun aku nggak tahu kamu kena penyakit apa, tapi aku mengharapkan Angel cepat pulih, dan segera bergembira lagi, kembali beraktivitas lagi.

  2. Budi Margomuljo  21 June, 2017 at 11:33

    Angela, Semoga segera pulih dan bisa kembali beraktivitas..

  3. Angela Januarti  20 June, 2017 at 16:25

    @kak Alvina + @kak Hennie : Makasih, sudah lebih baik sekarang dan sudah masuk kantor.

    @kak Alvina : Kutipannya bagus. Suka

  4. Hennie Triana  20 June, 2017 at 10:11

    Angel, semoga segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Salam kangen

  5. Alvina VB  20 June, 2017 at 03:49

    Hadir di belakang James….
    Angela, terima kasih sudah berbagi cerita di sini, speedy recovery ya….. Saya senang baca kutipan2 yg membangun dari Steven Furtick. Salah satunya yg saya suka, krn saya alami sendiri berulang kali dlm kehidupan saya pribadi dan yakin itu bukan kebisaan/kerja saya, ttp ada tanganNya/org2Nya yg selalu membantu:
    “The goal of faith isn’t to take away your fears but to leverage those fears to create bolder belief. Faith leads you past your fears and reassures you of God’s presence. And after a while, you begin to trust that God is going to lift you above the waves this time just like he did last time.”

  6. Angela Januarti  19 June, 2017 at 21:50

    @James : xixixi iya aku juga baru buka ini di malam hari
    Makasih ya selalu menjadi yang pertama komen

  7. James  19 June, 2017 at 17:36

    ha ha ha rupanya semua Kenthirs pada sibuk dihari Senn, jadi masih sefi

  8. James  19 June, 2017 at 10:07

    1….ulasan lainnya kegiatan Angela, keren….

    menantikan para Kenthirs nongol

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *