Fokus Pada yang Indah dan Menyenangkan

Ida Cholisa

 

Jika ditanya berapa jumlah rumah sakit yang pernah saya singgahi dan saya diami? Maka saya akan menjawab; Banyaaaak. Jika ditanya berapa jumlah dokter yang pernah saya datangi? Maka saya pun akan menjawab;; Banyaaak, banyaaak sekali. Dan yang terbanyak adalah dokter spesialis penyakit dalam.

Malang-melintangnya saya di berbagai runah sakit diawali saat saya diketahui menderita breast cancer stadium 3 B.. Tentang pertarungan melawan penyakit tersebut tidak akan saya ceritakan dalam tulisan ini. Berita baiknya, sembilan novel berhasil saya terbitkan. Di balik pahit getir perjuangan melawan sakit, inspirasi tulisan melambung dan melejit.

Jujur saya akui, menulis adalah terapi melawan kesusahan diri. Hingga kemudian sakit kembali menyapa, saya tetap teguh menjalaninya. Saya tak pernah fokus pada rasa sakit, sebaliknya saya selalu mencari celah positif. Selalu ada hikmah di setiap rasa. Bahkan selalu ada kisah inspiratif yang saya bagi setiap derita melilit diri.

Berjalannya waktu…. hiperthyroid menjadi karib. Tertatih-tatih saya menerima kehadirannya. Hingga ia menjelma menjadi Thyroid Heart Desease, saya tetap bahagia berjalan bersamanya.

Saya tetap menulis seperti biasa. Saya menggenggam semangat melebihi orang sehat pada umumnya. Saya bekerja, saya mengajar, saya menjadi single parent setelah wafatnya suami tercinta, saya menyelesaikan studii S2, saya menyimpan asa dan berlaksa cita-cita. Penyakit bukan menjadi penghalang bagi langkah dan kreativitas saya.

Tak Seindah Purnama, kisah jatuh hati saya pada seorang dokter gigi berhasil saya tuangkan dalam novel roman. Dokter gigi yang terhalang menangani saya karena.hiperthyroid yang bercokol dalam tubuh saya. Dokter gigi tampan yang akhirnya menyadarkan saya tentang hakekat hidup dan kehidupan.

Begitulah, saya selalu belajar mengambil sisi kebaikan daripada menjatuhkan diri dalam kesedihan. Berusaha membuat hati senang dengan cara yang mampu saya.lakukan. Maka lihatlah, bagi saya…. apa pun mampu menjadi kisah dan ladang hikmah…

Jika boleh neminta tentu hal-hal nyaman yang ingin kita dapatkan dalam kehidupan kita. Tetapi manakala yang berlawanan justru yang menyapa, harus marahkah kita hingga melupakan nikmat-nikmat lainnya? Fokus pada hal-hal yang baik, yang indah bahkan yang menyenangkan hati kita, hingga rasa syukur selalu menghujani dan menggenangi hati kita.

***

Saya sedang menulis saat tiba-tiba bayang wajah dokter melintas. Dokter penyakit dalam. Ah… yang tak saya sukai adalah resep obat yang.bukan main banyaknya….

Tapi…. cepat-cepat saya alihkan pikiran saya.. Alhamdulillah dokternya cakep, sabar.dan ramah…. jadi kangen pingin konsul, hehehee.

 

 

One Response to "Fokus Pada yang Indah dan Menyenangkan"

  1. James  21 June, 2017 at 05:58

    Semoga selalu tabah dan dikuatkan dalam segala perkara kehidupan ini

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.