Aroma Kenang

Dian Nugraheni

 

Ini adalah mudik yang ketiga selama aku tinggal di Amrik. Dan selama mudik, aku selalu tinggal di Mamamer, meski pun secara official, aku sudah bukan lagi menantunya…he..he..

Tapi aku tetap berkeras untuk selalu pulang ke Mamamer. Pertama, karena sejak menikah pun, aku sudah tak berbapa dan beribu kandung, mereka meninggal ketika aku masih kuliah. Maka ketika menikah, Mamamer menjadi Ibuku. Dan rasaku, sampai hari ini, apa pun yang terjadi, Mamamerku itu, ya tetap Ibuku.

Yang kedua, anak-anakku lahir dan bertumbuh di rumah Mamamer, ketika aku tinggal bersama beliau. Jadi, anak-anak pun, akan memenuhi panggilan jiwanya yang rindu pada tanah kelahiran, utamanya adalah tentang Eyangnya, ya Mamamer-ku itu, dan tentu saja rumah Mamamer, di mana setiap inci yang ada dalam rumah itu adalah jejak kenangan ketika mereka kecil dan bertumbuh, sebelum pindah ke Amrik.

Hari pertama mudik ke rumah Mamamer, adalah beberes kamarku. Memilah barang-barang lama yang ga kepakai, kemudian membuangnya. Mengelap debu-debu yang menempel di sana-sini, menemukan foto-foto lama, gambar-gambar Alma waktu kecil, dan menikmati aroma kenang bertahun silam.

*Nano-nano*

 

 

4 Comments to "Aroma Kenang"

  1. Lani  28 June, 2017 at 23:54

    Kang Monggo: Bukannya dirimu yg mendampingi selama Obama di Yogyakarta? Jadilah guide yg baik ya kang

  2. Sumonggo  27 June, 2017 at 17:30

    Kang Obama mudik ke Jogja lho …… Mungkin Obama ingin merasakan wedangan sambil jegang di angkringan … ha ha …

  3. James  27 June, 2017 at 10:30

    ikutan dong …….dah 7 tahun gak mudik

  4. Lani  27 June, 2017 at 06:48

    Dian: Selamat mudik dan kumpul sanak saudara di Indonesia………..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *