Kualat?

Rusdian Malik

 

Saya menjadi ngeri mengetahui kabar gosip desas-desus yang ada orang (FT) mendadak koma (pecah pembuluh darah di otak?) masuk rumah sakit karena ada hubungannya dengan perilakunya beberapa hari sebelumnya dia ada berujar kelewatan gak etis mendoakan (menyumpahi) kena stroke dan masuk penjara kepada pak Amien Rais.

Nah ini. Mau percaya adanya “kualat” alias “katulahan” atw gak percaya ya silakan aja. Jadi teringat lagi nasihat kepada diri sendiri, bahwa kalau benci ya kita jangan mencaci, kalau gak suka ya jangan mendoakan yang nggak-nggak, bencilah kelakuannya jangan orangnya. Intinya tetap ada adab dan etika (akhlak) dalam hal ketidaksukaan pada sesama makhluk Tuhan. Sebab, kita tak tau barangkali sesuatu yang menurut pandangan zahir kita hina, justru dia mulia di sisi Tuhan.

Susah memang ini diamalkan, tapi ya begitulah adanya. yang susah-susah itu nilainya tinggi, kelas yang maqomnya khowas, yang derajat kualitas pribadinya spesial di banding yang lain, yang punya ranking ketaqwaan yang tinggi dalam raport kehidupannya, sebab hakikatnya kita semua ini adalah murid, salik, yang berkompetisi, yang dinilai di hadapan sang Maha Guru, Alloh Swt.

Apa artinya smua makhluk di dunia ini bagus smua? Ya nggak lah. Setiap orang ada kelebihan dan kekurangan. Sebuah keburukan pun wajar-wajar saja dikutuk. Buruk ya katakan aja buruk, benar katakan benar. Hanya saja lagi, yang susah itu ya tadi, mengamalkan cinta dan benci kepada makhluk Allah yang dilandasi akhlak tasawuf ini yang susah. Yakni agar cinta tak fanatik membabi buta, agar benci tak mendarah daging benci-sebencinya zahir batin hingga tak melihat tak ada setitik kebaikan pun pada diri orang, juga lupa tak sadar diri bahwa dosa dan keburukan kita juga banyak. Lebih susah lagi yang level sgala kejahatan malah dibalas dengan kebaikan.

Terus maksudnya gimana nih? Kita tak mengatakan bahwa Amien Rais itu waliyulloh. Sama hal kita mengatakan bahwa Gus Dur itu bukanlah nabi, Jokowi itu tidak maksum, Ahok itu bukan dewa, ahoker itu tidak semuanya benar, epfii itu tidak semuanya soleh, Tito Karnavian bukan makhluk suci yang terhindar dari segala kekhilafan, juga habib Rizieq, juga Goenawan Muhammad.

Kembali lagi yang ke tadi. Bahwa ketidaksukaan seyogyanya jangan melahirkan cacian, hujatan, perkataan yang buruk dan doa-doa yang berbahaya kepada seseorang yang belum tentu bersalah. Meski bersalah pun barangkali kesalahannya tak sebesar yang kita sangkakan. Andai ia berdosa pun siapa tau ia sdh bertawbat menyesali sgala dosanya, toh ia sdh dihukum dan diadili. Jika kita senantiasa berkata buruk sampai berdoa yang tak elok malah kita yang zolim namanya, bisa-bisa ucapan buruk itu malah dibalik Tuhan ditimpakan pada yang mengucapkannya.

Berlaku adil, tidak berbuat kejam dan zolim seperti ini diamalkan bukan hanya kepada sesama Muslim, tapi juga kepada orang “kafir”, bahkan kepada seekor hewan sekalipun. Berlaku jahat pada para makhluk Tuhan itu berdosa, zolim itu bisa mendatangkan karma, rintihan doa orang yang dizolimi itu didengar Tuhan, tak masalah dia Muslim, non-Muslim, bahkan itu rintihan hewan pun bisa mendatangkan bencana kepada yang menzoliminya. Dan “katulahan” ini bisa menimpa siapa saja, dia Muslim, dia kafir, dia ustadz, dia pendeta, dia orang awam, dia orang alim, bahkan habib sekalipun. Ingat; “Inna akromakum ‘indallohi atqo-kum” (orang yang paling mulia di sisi Tuhan itu adalah yang paling bertakwa).

 

 

About Rusdian Malik

Dia adalah Pesbuker asal Kalimantan Selatan kelahiran 1985. Pria penggemar acara stand up comedy ini adalah alumnus pesantren yang cukup terkenal di Kalimantan Selatan, yakni Pondok Pesantren Al-falah Banjarbaru.

My Facebook Arsip Artikel

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

3 Comments to "Kualat?"

  1. Alvina VB  30 June, 2017 at 23:23

    Itu namanya bukan kualat lagi, ttp what goes around, comes around. Kl org bersumpah serapah sebetulnya yg denger duluan ya dirinya sendiri, bukan org yg disumpahin, dia mah mana denger euy….yg emosi dan naik darah ya org yg nyumpahin itu org, jadinya gak heran itu org semaput.

  2. Lani  30 June, 2017 at 12:29

    James: hahaha……….banyak yg kualat nyusul semakin panjang

  3. James  30 June, 2017 at 06:12

    Contoh Kualat = si Rizieq nyata tuh, Amien Rais menyusul, siapa lagi yah?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *