Rasa Timur di Bagian Barat Indonesia

Bayu Amde Winata

 

Badan terdorong ke kiri ke kanan saat saya melewati  jembatan pelabuhan terapung yang menjorok dari bibir pantai.  “Hati-hati “ ujar salah seorang nelayan dari atas kapal. Badan  belum pulih setelah berlayar lima jam dari daratan. Guncangan gelombang laut semakin terasa saat di tengah jembatan. Pengaman yang berada di sisi kiri kanan jembatan, sudah terbongkar oleh angin yang berhembus dari Selat Malaka. Dibutuhkan waktu kurang lebih 10 menit untuk berjalan dari kapal menuju tepi pantai. Pasir pantai berwarna putih kecoklatan dengan tekstur yang lembut menyambut saya.

Malam Hari di Pulau Jemur, Rokan Hilir, Provinsi Riau

Matahari Terbit dari Sisi Barat Pulau Jemur #ayokeriau

Tujuan kali ini adalah Pulau Jemur, sebuah pulau yang  menjadi salah satu mutiara tersembunyi di daerah perbatasan Indonesia. Pulau Jemur adalah sebuah pulau milik Indonesia yang terletak di Selat Malaka, dekat dengan perbatasan Malaysia. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Berjarak sekitar 46 mil laut dari Bagan Siapiapi, ibukota kabupaten Rokan Hilir. Pulau Jemur  merupakan pulau terluas dari Gugusan Sembilan Pulau  yang bernama Kepulauan Aruah. Gugusan Sembilan Pulau, di antaranya Pulau Jemur Pulau Pertandangan, Pulau Batu Mandi, Pulau Batu Adang, Pulau Batu Berlayar, Pulau Tokong Mas, Pulau Tokong Simbang, Pulau Labuhan Bilik, dan Pulau Tokong Pucung.

Nelayan di Sisi Barat Pulau Jemur, Rokan Hilir

Sisi Barat Pulau Jemur, Rokan Hilir

Pulau Jemur dihuni oleh empaat orang, dua orang dari bagian Navigasi Laut, dan dua dari Pos Penjaga Perbatasan TNI AL. Kepemilikan sah Pulau Jemur dan gugusan Kepulauan Aruah oleh Provinsi Riau berdasarkan atas sertifikat tanah yang dimiliki oleh Sultan  Siak.

Dari  jembatan, saya menaiki anak tangga. Ada 54 anak tangga yang harus saya daki. Perjalanan menuju puncak bukit tidak terlalu berat sore itu karena sinar matahari tertutup mendung tebal. Diujung anak tangga, seorang prajurit Angkatan Laut berpangkat Kopral  menyambut saya. “Silahkan diisi dahulu buku tamunya,” ujarnya setelah saya melaporkan kedatangan di pulau.

Savana di Pulau Jemur, Rokan Hilir

Pantai Utara Pulau Jemur, Rokan Hilir.

Pelaut ini bernama Yustinus sudah dua tahun dia bertugas di Pulau Jemur. Dengan ramah, dia mengajak saya menuju bagian bawah pulau terlebih dahulu. Saya kembali menuruni anak tangga. Pantai barat pulau Jemur adalah tujuan pertama. Pasang air laut menutupi sebagian besar sebagian besar batu-batu berwarna kecoklatan yang banyak di tepi pantai. Yustinus mengajak saya ke arah hutan yang berada di belakang pantai. Dia memperlihatkan bekas benteng pertahanan Belanda serta gudang senjata yang dahulu digunakan oleh Belanda. Konsentrasi saya pecah saat dia menjelaskan bangunan ini. Mata saya menangkap tumpukan sampah yang terbawa oleh arus laut. Sampah ini menumpuk di bibir pantai. Sebagai pulau tempat dimana penyu bertelur, keberadaan sampah ini mengancam keselamatan penyu dan mengganggu kenyamanan saat berkunjung.

Dari pantai Barat, kami menyusuri bagian timur Pulau Jemur dengan melewati hutan tropis pulau. Suara kicau burung tertangkap telinga, serasah basah menjadi pijakan dalam perjalanan menuju pantai timur.  Di bagian timur, pasir dengan tekstur yang lebih lembut  dan batuan yang tersusun lebih banyak menjadi pemandangan yang tidak bisa dilewatkan. Di bagian timur pada bulan April Mei, sampai Juni. Penyu-penyu bertelur pada beting pasir di depan pantai. Siapa yang menyangka penyu-penyu singgah dan bertelur di Provinsi Riau. Yustinus bercerita kepada saya, pada saat musim bertelur, tujuh sampai delapan penyu bisa singgah ke Pulau Jemur. Sayangnya, keberadaan telur penyu dari Pulau Jemur terancam oleh ulah manusia.  Kita bisa mendapatkan telur-telur penyu dari Pulau Jemur dijual di kota Bagan Siapiapi.

Sisi Timur Pulau Jemur, Rokan Hilir

Pasir di Sisi Timur Pulau Jemur, Rokan Hilir

Labuhan Bilik, Pulau Elang, dan Tokong Mas Dilihat dari Sisi Selatan Pulau Jemur, Rokan Hilir

Sebelum kembali ke Pos Penjagaan Angkatan Laut, tebing yang berada di bagian utara pulau tujuan selanjutnya. Tebing setinggi 20 meter dengan padang rumput dan batu karang menjadi pemandangan penutup saat saya berkunjung di Pulau Jemur. Kondisi di tebing, mengingatkan saya akan Sumba, Sumbawa, dan savana di bagian timur Indonesia. Ternyata, tidak perlu jauh-jauh untuk merasakan sensasi savana di timur Indonesia, rasa timur bisa didapatkan di bagian barat Indonesia, di Pulau Jemur.

 

 

About Bayu Amde Winata

Penggemar fotografi dan petualangan. Menuangkan pikiran dan apa yang dilihatnya dari seluruh Nusantara melalui jepretan-jepretannya. Bergaung ke seluruh dunia dengan lensa via BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

5 Comments to "Rasa Timur di Bagian Barat Indonesia"

  1. Alvina VB  5 July, 2017 at 23:56

    Wow…..beautiful pictures….thank you for sharing mas Bayu!

  2. Handoko Widagdo  4 July, 2017 at 19:31

    Wah…bagus banget. Terima kasih Bayu Winata.

  3. James  4 July, 2017 at 15:48

    terpencil tapi Indahnya sangat menarik

  4. Lani  4 July, 2017 at 12:19

    BW: Lagi mikir kapan ya artikelmu selanjutnya……….wah, pucuk dicinta ulam tiba……..mencungul lagi.

    Foto2nya bagus2…….acungin jempol pitulikur (27) jozzzzz……..

  5. Budi Margomuljo  4 July, 2017 at 12:01

    Baru tau tentang pulau Jemur…Tulisan yang bagus dan keren foto-fotonya, mas Bayu..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *