Halo Emak-emak, Ngobrol Yuk…

Dewi Aichi – Brazil

 

Sudah lama banget ngga bikin note nih…hmm..apalagi tulisan ringan yang sekedar untuk menghilangkan kepenatan. Mau ngomongin makanan, bikin kukuruyuk perut karena sedang puasa. Paling asik yang ngomongin soal pria dong, ini khusus untuk emak-emak saja ya . suami-suami dilarang cemburu(yang suaminya facebookan, diblokir aja dulu, daripada bikin perkara pidana hahahaha). sorry ya..just kidding..jangan pada cemberut…lebaran masih lama.

Ini juga note dibikin karena ada yang request lho hihihi…., jadi bacanya sambil asik-asik saja ya, bisa sambil nyiapin bahan bikin kolak, atau mau bikin ayam goreng, atau gado-gado. Nah..saya mulai ke inti tulisan ya…

“Pria pada dasarnya semua sama” – Pernah mendengar kalimat ini dari seorang wanita? Gagasan bahwa semua pria di dunia mempunyai perilaku dengan cara yang sama,atau hampir sama terutama mengenai sikapnya terhadap wanita, adalah sangat umum dan luas. Dan konsep ini menyebar di antara manusia itu sendiri.

Sebelum saya datang untuk menetap di Brazil, saya tidak pernah membayangkan bahwa pada akhirnya saya menikah dengan pria Brasil. Di mana tipikal pria Brasil juga tidak saya kenal sama sekali. Lain dengan saat ini yang mana informasi terbuka lebar , tinggal klik saja apa yang kita mau, pasti dapat.

Saya benar-benar belajar tentang Brasil dan budaya mereka ketika saya datang ke sini. Secara keseluruhan, saya kaget tapi tidak heran berapa banyak orang-orang yang ramah, termasuk laki-laki, tapi saya juga kaget tapi tidak heran berapa banyak yang ofensif. Banyak sekali perhatian yang saya terima dari orang-orang di sini. Sama dengan ketika saya lama tak pulang ke kampung halaman, lalu tetangga-tetangga saya menjadi sangat perhatian. Bisa jadi orang lain mengatakan kepo hehe..tapi tergantung masing-masing. Saya masih menganggap bahwa itu bentuk dari perhatian mereka, rasa peduli mereka. Daripada dicuekin dan tidak dikenal lagi?

Tinggal di São Paulo hampir 7 tahun lamanya, saya hanya mengatakan bahwa banyak sekali perbedaan Budaya dan gesture pada umumnya, di banding dengan orang Indonesia. Dalam hal ini saya ingin membahas tipikal pria Brasil.

Pria Brasil di mata saya sangat menggoda dari cara mereka memperlakukan wanita yang dicintainya., Mereka jauh lebih gentlemen dan peduli, dan lebih ramah dan mudah untuk tetap menjalin hubungan. Kasih sayangnya juga lebih mempesona. Menikah dengan pria Brasil, saya mengatakan bahwa cara pria di sini mengungkapkan kasih sayang bagi para wanita yang mereka cintai lebih bebas dan lebih alami.

Pria Indonesia mungkin merasa sedikit malu untuk mengatakan beberapa hal (yang apabila itu dilakukan, pasti wanita akan merasa suka)secara terbuka. Selain itu, pasangan jarang menyentuh di depan umum, mengecup misalnya, mendekapnya, menyiapkan kursi untuk duduk saat makan di resto, membukakan pintu mobilnya, atau hal-hal kecil yang paling sederhana.

Bagaimanapun, jenis kontak fisik dapat dilihat sebagai sesuatu yang positif ketika ada konsensus antara pria dan wanita. Dan untuk Brasil, batas ini tampaknya lebih terbuka dan ekspresif. Menurut pengamatan saya ,Brasil tidak memiliki Budaya seperti misalnya, jika wanita atau istri harus hormat kepada pria atau suami, tetapi yang ada adalah saling menghormati.

Seorang istri melayani suami untuk melepas sepatu, mengambil makanan, atau mendahulukan suami mengambil makanan sebelum istri dan anak-anak mengambil, ini tidak ada sama sekali. Di Indonesia kadang masih ada seperti ini. Pria, suami, bapak, harus dihormati dalam porsi lebih.

Masyarakat Brasil adalah lahir dari antar ras antara penjajah Portugis, orang India yang tinggal di sini dan Afrika dibawa sebagai tenaga kerja, tenaga kerja budak, selain imigran yang masuk antara abad 19 dan 20 ,misalnya Jerman, Italia, Jepang. Jadi keragaman warna kulit, mata, rambut, keragaman ras, wajah, postur tubuh, bentuk rambut sangat tajam dan menyolok. Tetapi sebagai orang Brasil secara umum, tipikal mereka sama, yaitu sangat eskpresif dalam mengungkapkan perasaan.

Bagaimanapun, adalah sedikit lebih rumit ketika mengamati inti dari apa yang disebut karakter nasional, sifat-sifat yang menjelaskan serangkaian perilaku yang biasanya saya hadapi secara alami , sebab saya berasal dari Indonesia, Jawa yang kesemuanya nyaris sama warna dan bentuk fisik.

Tidak bisa diambil kesimpulan mengenai tipikal pria Brasil. Seperti yang saya katakan di awal, bahwa pria pada dasarnya dimanapun sama. Seperti beberapa ungkapan hasil pengamatan dan riset kecil-kecilan dengan teman-teman. Bagaimana sih tipikal pria Brasil? Secara umum tidak bisa diambil kesimpulan, tetapi beberapa karakter pria yang saya tulis di sini adalah dikarenakan hubungan yang erat di lingkungan masing-masing sehingga bisa ambil contoh sebagai tipikal pria Brasil.

Seperti pendapat bahwa, pria Brasil itu pelit, sungguh sangat pelit, egois, atau pemalas, atau paling umum itu cemburuan, ini iya serius cemburuan. Nah..soal romantisnya…jangan ditanya deh ya…80% pria Brasil sangat romantis. Kalau terikat hubungan, misalnya pacar, itu sudah seperti hanya pasangan menikah, masing-masing bisa mengatur pasangannya, tidak boleh ini, tidak boleh itu, kayak udah miliknya saja, apalagi kalau yang cemburuannya tingkat dewa, tilpon tiap saat , menanyakan keberadaannya, mending tanya baik-baik, kalau tanya sambil emosi, haha…bikin ilfil kan?

Lalu ada yang menyimpulkan, bahwa pria Brasil ini anak mami, tidak bertanggung jawab, tidak bisa mengambil keputusan, lebih parah lagi kalau pria dibilang tukang gosip, kan ngga umum tuh, yang biasa juga emak-emak yang tukang gosip. Terus, pria-pria Brasil itu banyak yang ke bar…ngumpul-ngumpul di bar, sore-sore, sambil nonton bola mungkin, pokoknya tiap jalanan akan ditemui sekelompok pria-pria di bar.

Ini juga sangat umum ada pada pria Brasil, wangi-wangi hehe…dan banyak yang kekar, mereka rajin BL, tapi biasanya mereka suka tebar pesona sih yang selalu ngurusin bodynya. Tapi ada juga yang kalem, banyak pria yang menikah dengan wanita Indonesia, justru lebih Indonesia banget. Dari menu makan, baju, budaya, sangat mudah menyesuaikan.

Yang paling khas banget dimiliki pria Brasil itu ya wajah latinos ya pastinya. Ketampanan pria latinos dengan wajah khas yang sangat kuat, banyak yang brewokan tapi rapi, keren, atau dagunya yang berguti kebiruan jika brewoknya dicukur. Akan sangat lain jika disandingkan dengan pria-pria oriental yang wajahnya mulus-mulus melebihi emak-emak yang tiap saat ke salon untuk facial haha….

Dan satu lagi nih, menurut pendapat rata-rata hasil riset, pria Brasil ketika ingin bercinta, tidak peduli jam dan tempat, mau di dapur, di balik pintu, istri sedang masak kek, atau masih bawa tentengan sayuran dan masuk rumah, bisa saja. Nah kalau suami-suami pria Indonesia gimana sih(penasaran…..eh kepo dhing), haha…bisikin dong, apakah kalau sudah di kamar menjelang tidur malam saja?

Eh…satu lagiiii aja ya…..pria Brasil atau pasangan, tiap saat ketemu, pasti ciuman, misalnya, ketemu istri di jalan, atau misalnya hanya di dalam rumah, mau pergi, pas masuk rumah kalau pulang kerja, intinya tiap saat gitu…..

Aduh bingung saya, mau pasang fotonya siapa ya, terlalu banyak pria ganteng hahaha(pilih-pilih foto..), ini ada Tiago Lacerda, Bruno Gagliasso, Wagner Moura, Rodrigo Santoro,José Mayer hmm, ada William Bonner, nah trus….Tio Nugros, Nicholas Saputra, Onky Alexander masukin ahh…sama Cristian Sugiono.

Cukup ahh..dompet sudah terlalu tebal untuk nyimpen foto-foto mereka, belum lagi pemain bola…cukup….cukup…!

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

8 Comments to "Halo Emak-emak, Ngobrol Yuk…"

  1. Swan Liong Be  17 July, 2017 at 16:57

    Salahsatu sepupuku pernah bilang bahwa dia mengharapkan anak perempuannya kalo nikah alangkah baiknya kalo dapet orang indonesia yang pernah tinggal diluar negeri beberapa tahun karena orang ini bisa berdiri sendiri, gak diladeni sama istri, bisa masak sendiri, cuci dan setrika pakaian sendiri ; i ya karena diluar negeri sicowok ini harus belajar mandiri, juga dalam mangasuh anak²nya. Diluar negeri memang status laki dan perempuan tidak ada bedanya , atau lebih tepat dibilang hampir sama, karena perbedaan masih terdapat dalam penghasilan dimana wanita ,meskipun kedudukannya sama , rata² penghasilannya masih dibawah pria; atau profesi yang dahulu chas profesi wanita, seperti bidan, perawat dsb.tingkat income masih kecil meskipun tanggungjawabnya besar.Montir mobil lebih besar incomenya daripada zuster perawat Sorry agak menyeleweng dari topiknya nih!!

  2. Lani  13 July, 2017 at 00:36

    DA: Pada dasarnya RESPECT one to another………tdk ada kata satu lebih tinggi, atau lebih pendek, tdk ada satu dibelakang, satu didepan………..tp sama beriringan………..setuju prof Pakem?

  3. Dewi Aichi  12 July, 2017 at 18:19

    Lani, betul sekali itu, tipikal masyarakat kira kan, wanita atau istri melayani banget si suami, apa takut atau bagaimana..bagus banget itu pengalamanmu , dan mereka pada bengong, karena tidak seperti itu di budaya orang barat maupun latinos. Sama-sama, tidak harus wanita memberi porsi lebih menghormati suami, pria.

  4. Lani  8 July, 2017 at 00:29

    “Seorang istri melayani suami untuk melepas sepatu, mengambil makanan, atau mendahulukan suami mengambil makanan sebelum istri dan anak-anak mengambil, ini tidak ada sama sekali. Di Indonesia kadang masih ada seperti ini. Pria, suami, bapak, harus dihormati dalam porsi lebih”.
    +++++++++++++++++++++++++++
    DA: wah membaca judule aku ora setuju, mosok dikatakan emak2…..pie to prof Pakem??

    Mengomentari yg aku copas diatas, aku ada pengalaman sendiri ktk mengajak suami duluuuuuuu ke Indonesia.

    Kami dipestakan dirumah dan ketemu semua kerabat serta berkenalan dgn suamiku. Aku ditegur oleh mertua kakakku, serta bbrp ibu2/perempuan yg hadir dipesta itu.

    Begini tegurannya “kenapa kamu sibuk dgn dirimu sendiri? Kenapa suamimu ora diopeni/ditelantarkan tdk diambilkan makanan, diladeni, krn kamu yg bisa bisa berkomunikasi dgn dia?”

    Nah, langsung isi teguran aku terjemahkan ke suami, dan apa jawabannya?

    Yg langsung aku sampaikan ke para pengkritik tsb? Suami bilang tidak ingin dilayani, di atur2 dikontrol, krn klu dia tdk tahu pasti dia akan bertanya. Karena istriku bukan pelayan!

    Wah karuan para wanita itu termasuk mertua kakakku mlong koyok sapi ompong plus terkaget kaget dan kakakku sampai nyeletuk “wah, kon enak men menikah sama bule ya, klu tahu begitu aku golek bule wae krn selama ini aku sll melayani suami, dr A-Z belum lagi msh ngurus anak2, dan kerjaan bla…….bla……….bla……….

    Jawabannya aku sampaikan ke suamiku, dia ngakak ngekel kepingkel-pingkel……….

    Begitulah pengalamanku pribadi.

    Sekarang mau menanggapi ttg pria Brazil yg romantic, blak2-an, spontanitas dgn menunjukkan ke gentleman nya, jelas wanita mana yg tdk suka? Aku juga demen dgn hal2 spt itu, aku menyukai spontanitas, apa yg terlintas dan ingin dilakukan ya just do it!

    Mosok mau spt orang Yogya alon2, ketimak-ketimik, wah selak mood nya wis ilang wakakkaka………

    James: menjawab pertanyaanmu, utk ku pribadi so far aku belum tertarik sama pria berdarah latin…….bukan krn mrk tdk sexy dst.

  5. Dewi Aichi  6 July, 2017 at 23:15

    James hahahahaa…buka PO…ayo silahkan yang mau pesan…

  6. James  6 July, 2017 at 15:59

    mas Hand mau jadi pria Brazil ? jadi centil seksi dikit aja deh, tar Dewinya semakin Mesra lah

    Kenthir Kona berniat pria Brazil gak ? kalau berniat bisa pesen sama DA tuh wk wk wk just guyon loh

  7. Dewi Aichi  6 July, 2017 at 15:41

    Pak Handoko, tidak perlu menjadi pria Brasil untuk saya cintai, cukup menjadi menjadi pak Handoko yang bisa diajak makan pakai pincuk di pinggir jalan…..

  8. Handoko Widagdo  6 July, 2017 at 13:53

    Bagaimana caranya menjadi pria Brazil ya, supaya dicintai oleh Mbak Dewi.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *