260 TAHUN PURA MANGKUNEGARAN 1757-2017: Nelson Mandela

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

TAHUN 2018, Nelson Mandela (lahir 18 Juli 1918) akan berusia seabad. Selama hidupnya 95 tahun, hampir seperempatnya dijalani (1963-1990) dalam tahanan rejim apartheid Afrika Selatan. Selama 27 tahun wajah Mandela tidak diketahui publik, hingga pembebasannya Februari 1990. Masa tahananya dijalani di Pulau Robben, lalu Penjara Pollsmoor dan Penjara Victor Verster.

Jelang pembebasannya, Mandela mengunjungi makam-makam keramat di Pulau Robben, yang kebanyakan makam bangsawan dari Jawa dan pejuang anti VOC yang kemudian dibuang jauh ke ujung selatan benua Afrika yang menjadi koloni Belanda. Di antara makam di Pulau Robben yang sangat dihormati Mandela adalah makam Pangeran Cakradiningrat IV dari Madura (ipar Susuhunan Pakubuwono II).

Di Semenanjung Harapan (Cape of Good Hope atau de Kaapstad), pernah dibuang seorang pangeran dari Kerajaan Mataram, yaitu Pangeran Aria Mangkunegara (lahir 1703). Aria Mangkunegara adalah putra Susuhunan Amangkurat IV dan saudara dari Sultan Hamengkubuwono I dan Susuhunan Pakubuwono II. Pangeran Aria Mangkunegara dibuang ke Sri Lanka, kemudian ke Afrika Selatan. Jauh sebelum Mandela diasingkan di kawasan Semenanjung Harapan, banyak mandela-mandela lain dari Jawa yang diasingkan di sana. Sedihnya, mereka sebagian besar sampai jasadnya selamanya terasingkan di sana.

Pangeran Aria Mangkunegara adalah ayah kandung KGPAA Mangkunegara I atau terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa. Pendiri Pura Mangkunegaran.

 

 

2 Comments to "260 TAHUN PURA MANGKUNEGARAN 1757-2017: Nelson Mandela"

  1. James  22 July, 2017 at 13:09

    Nelson Mandela a real Hero for the Country South Africa, well recognised all over the world

  2. Lani  21 July, 2017 at 10:05

    ISK: Dibuang sampai mati kok jauh2 amat……….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *