Rumah

Nia

 

Kolega Singaporean seminggu ini mukanya berseri-seri. Lagi seneng banget karena dapet jatah untuk beli flat baru. Impiannya untuk segera pensiun jadi makin nyata.

‘kapan pindah?’ tanya saya seperti kalo denger temen di Indonesia beli rumah baru.

Lupa saya kalo ini di singapore. Aturannya beda banget. Apalagi kalo rumah yang dibeli adalah rusunnya pemerintah. Sebenernya kata beli juga gak cocok sih… Karena sebenernya cuma sewa 99 tahun.

Karena lahan yang super mini, pemerintah negara ini menerapkan aturan super ketat soal jual beli rumah. Gak melulu yang punya duit bisa seenaknya beli rumah.

Di sini rumah secara garis besar dibedakan jadi 3 kelompok: rumah nempel tanah (landed house), condominium, dan HDB flat atau sering saya sebut sebagai rusun.

Rusun juga terbagi dalam beberapa kelompok: executive, maisonette, dll. Jenis-jenis rumah ini oleh banyak orang dipakai sebagai alat ukur kondisi financial orang lain. Yang tinggal di landed house dikira orang super kaya, yang di condominium kaya banget, yang di rusun dianggap biasa aja. Begitu juga anak kos… Yang kos di rusun (kayak saya) dianggap kelas biasa aja. Kurang prestigious. Gak semua orang beranggapan begini sih… Tapi banyak yang pas kenalan sama saya nanyanya soal tempat tinggal.

Anyway… Kembali ke soal kolega… Dia bilang baru bisa pindah 3-4 tahun lagi karena rusun yang dia beli adalah BTO flat. BTO adalah singkatan dari Build To Order. Ini adalah rusun yang dibangun dan dijual oleh pemerintah khusus untuk Singaporean yang sudah menikah atau tunangan.

Misal pemerintah punya rencana bangun kawasan pemukiman di daerah X ntar akan digodok tentang jumlah dan jenis unit, desain dan harganya. Trus info itu akan dipublikasikan. Singaporean yang tertarik bisa liat maketnya dan tanya-tanya lebih lanjut di HDB hub atau kantor pusat Housing Development Board. Kalo suka, mereka bisa daftar untuk masuk dalam list calon pembeli. Daftarnya juga mesti bisa lengkapi syarat-syaratnya. HDB akan cek apakah applicant masih ada kredit property lain, atau apakah sudah punya rumah lain.

Yang sudah punya condominium atau landed house gak bisa beli rusun. Yang punya rusun ntar dilihat lagi dulu belinya yang BTO juga atau resale flat (beli dari perorangan). Kalo rumah pertama beli yang BTO (kayak kolega saya) dan mau beli yang BTO lagi ntar masuknya antrian lain. Yang diutamakan adalah yang belom pernah punya rumah. Itulah kenapa temen saya seneng banget dia bisa masuk jadi calon pembeli BTO flat rumah kedua ini.

Nanti kalau BTO flat nya kolega udah siap huni, dia harus jual dulu rumah lamanya dan baru bisa masuk rumah baru. Kalo gak salah ada batas waktu kapan rumah lama harus terjual.

Tulisan di atas hanyalah sedikit dari aturan jual beli rumah yang rumit. Kalo ada info yang salah tolong dikoreksi yes

 

 

About Nia

Don't judge the book by its cover benar-benar berlaku untuk Nia ini. Posturnya sama sekali tidak menggambarkan nyalinya. Blusukan sendirian ke seluruh dunia dilakoninya tanpa gentar. Mungkin hanya North Pole dan South Pole yang belum dirambahnya. Catatan perjalanannya memerkaya wawasan bahwa dunia ini benar-benar luas dan indah!

My Facebook Arsip Artikel

3 Comments to "Rumah"

  1. Lani  26 July, 2017 at 05:48

    Miss ngaing-ngaing: aku bisa mengerti kenapa utk beli/punya rumah apapun itu landed house, condominium, dan rusuh sgt sulit di Singapore krn tanah mrk Cuma sak uprit!

    Jd semua bangunan menjulang tinggi, nampak tdk nyaman utk orang yg tdk biasa tinggal di high rise building.

    Jadi klu tdk salah mengartikan dr artikelmu, di Singapore orang tdk boleh memiliki 2 rumah/property, klu sdh punya, kmd mau beli lagi yg lama hrs dijual?

    Nah krn semua milik pemerintah artinya penduduk Singapore tdk bisa punya hak milik? Hanya hak tinggal saja?

    Nah krn kamu sebutkan hak sewa 99 th itu sama dgn di Hawaii, dinamakan Leased Hold. Akan ttp ada sebagian yg bisa dibeli dimiliki dinamakan Fee Simple. Utk rumah/condominium/apartment Fee Simple harganya lebih mahal dibandingkan dgn yg Leased Hold.

  2. James  24 July, 2017 at 12:45

    lebih enak beli rumah di Bulan saja aman damai tenang tenteram, belum ada yang macam-macam spt Calo Tanah, Calo Rusun, Calo KA,Kriminal, Korupsi, Demo, Macet, Banjir segala deh

  3. Budi Margomuljo  24 July, 2017 at 12:01

    Lebih enak di Indonesia ya, beli rumah tidak serumit di Singapura.
    Saya lebih suka tinggal di rumah daripada di apartemen.
    Saya pernah punya apartemen, lalu saya jual.
    Sekarang saya beli rumah di Indonesia, sementara landed house hanya bisa dijangkau oleh orang-orang kaya di Singapura.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *