But Hizbuth

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

SEPULUH tahun silam ketika sedang recording membuat iklan radio di sebuah studio di ruko gaya gotik nanggung di Jl Soepomo, Tebet, saya break sebentar dan keluar studio sejenak. Eh, ternyata samping studio kantor HTI, musuh ideologi bebuyutan saya. Kampret sekali mereka, kantornya. Menyesal tidak masuk pura-pura apa gitu…

Bagi saya HTI bukan saja musuh, tapi misterius. Tak tahu struktur organisasinya. Siapa ketuanya, siapa ininya itunya spt ormas lainnya. Cuma satu yang kenal di media, yaiti sekjennya. Tahun lalu iseng saya godain dia di Twitter pas ada Hari Guru. Saya pakai tagar #HariGuru sambil melampirkan artikel yang ditulis sang “sekjen HTI” di koran Katolik Kompas. Wah, diretweet berulang-ulang oleh ‘kaum super bumi datar” dan ‘hizbuthers’. Kena lho!

Anehnya, tokoh bumi datar dan pembenci kapir, justru memanfaat media kapir, seperti Kompas. Media mereka tidak laku karena isinya garing, membosankan. Tiresome (bikin nguap berkepanjangan). Inilah hebat Kompas yang jelas-jelas koran Katolik dalam ADRTnya, justri jadi medium kaum intelektual Muslim berpolemik rasional. Hamzah Haz, Boediono dan Gus Dur adalah penulis-penulis Kompas yang jadi petinggi negeri ini.

Majalah sastra filsafat ‘Basis’ yang dinaungi para padri Jesuit Katolik dan keuskupanagung Jakarta, malah kebanyakan pelanggannya, pembacanya dan penulisnya kaum intelektual muda Nahdlatul Ulama. Coba media Islam, mana mau memberi tempat bagi yang lain. Sesama Muslim saja brantem muluuuuu… Wajar di bangku belakang terus.

 

 

3 Comments to "But Hizbuth"

  1. Lani  28 July, 2017 at 01:53

    ISK: “Majalah sastra filsafat ‘Basis’ yang dinaungi para padri Jesuit Katolik dan keuskupanagung Jakarta, malah kebanyakan pelanggannya, pembacanya dan penulisnya kaum intelektual muda Nahdlatul Ulama. Coba media Islam, mana mau memberi tempat bagi yang lain. Sesama Muslim saja brantem muluuuuu… Wajar di bangku belakang terus”.
    +++++++++++++++++

    Alinea diatas paling menarik buatku………….tp mmg bener bangeti

  2. James  27 July, 2017 at 10:22

    but…but…butut…butut…

  3. Sumonggo  26 July, 2017 at 17:21

    But … But …Nyebut …. Nyebut ……

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *