Berbagi Matahari

Handoko Widagdo – Solo

 

Judul: Berbagi Matahari

Penulis: Threes Emir

Tahun Terbit: 2014

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 168

ISBN: 978-602-03-0532-5

 

Buku ini berkisah tentang Bernadet, yang biasa dipanggil dengan Adet dan sahabat-sahabatnya. Sahabatnya saat SMP, SMA, masa kuliah maupun saat ia bekerja. Adet sebagai sang penutur kisah mengurai pengalaman hidup sahabat-sahabatnya. Adet merefleksikan pengalaman hidup sahabat-sahabatnya menjadi sebuah pelajaran tentang persahabatan dan tentang bagaimana cara menjalani hidup. Persahabatan yang tidak dibatasi oleh ras, agama bahkan jender. Hidup yang tak dibatasi oleh keberhasilan dan cobaan. Inilah kisah-kisah Adet tentang sahabat-sahabatnya.

Adet berkisah tentang Kirah sahabatnya saat ia bersekolah SMP di Kudus. Kirah adalah dari keluarga miskin. Saat SMP Adet pernah membelikan sepatu dan memberikan baju-baju yang sudah tidak dipakainya kepada Kirah. Adet tak pernah lagi bertemu dengan Kirah sejak mereka lulus SMP. Sampai suatu hari setelah lebih 40 tahun, saat Adet reuni dengan teman-teman SMP-nya di Kudus, ia mencari Kirah. Adet ketemu dengan Kirah yang sudah menjadi pedagang di sebuah pasar.

Kirah telah menjanda dan anaknya sudah menikah. Pertemuan kedua sahabat ini sangat mengharukan. Pertemuan tersebut berlanjut dengan undangan Adet kepada Kirah untuk berkunjung ke rumahnya di Jakarta. Sehari menjelang Adet berlibur ke Eropa dengan suaminya, Adet mendapat berita bahwa Kirah jatuh di kamar mandi dan harus berada di ICU sebuah rumah sakit di Kudus. Saat itu juga Adet dan suaminya terbang ke Kudus untuk menengok Kirah.

Kirah sempat sadar dan berbincang sejenak dengan Adet. Saat Adet mendarat di Jakarta, ia menerima berita bahwa Kirah telah berpulang. Adet merasa bangga dengan hidup Kirah yang nrimo dan tetap bekerja keras. Nrimo adalah cara terbaik untuk bahagia. Kirah menyadari bahwa dia berasal dari keluarga miskin, sehingga meski sangat berminat untuk melanjutkan sekolah ke SMA, tetapi menerima untuk hanya selesai SMP. Ia bekerja keras sebagai buruh pabrik rokok, menikah dengan pemuda baik dan menikmati hidupnya.

Adet juga bercerita tentang teman-temannya saat di SMA. Salah satunya adalah Helena kawannya yang hamil saat SMA. Helena terpaksa berhenti sekolah karena sudah hamil di luar nikah. Sejak Adet lulus SMA, ia tak pernah lagi bertemu dengan Helena. Sampai suatu waktu, saat ia sudah bekerja di Jakarta, ia mendapatkan alamat Helena. Helena telah menjadi janda karena dicerai oleh suaminya. Dengan empat anak yang harus dihidupinya, Helena bekerja keras. Namun Helena tak bisa melupakan amarahnya kepada suaminya yang telah begitu saja meninggalkannya. Meski kelihatan ceria, namun Helena memendam rasa amarah yang membuatnya tak bahagia.

Lain ceritanya dengan Mey Lan. Mey Lan adalah teman Adet saat SMA. Mey Lan menjanda karena bercerai dengan suaminya. Mereka hanya menikah selama 23 bulan saja, karena Mey Lan merasa tidak cocok dengan suaminya yang kasar. Mey Lan memilih untuk hidup sendiri dan berbahagia dengan pilihannya. Demikian pun dengan Bwee Hiang, teman SMA Adet. Bwee Hiang ditinggal mati suaminya tanpa memiliki anak. Namun Bwee Hiang yang tinggal di Swiss tetap bahagia karena bisa menerima kepergian suaminya.

Kisah mirip Helena dialami oleh Leila, teman kuliah Adet. Leila menikah dengan teman kuliahnya yang dicintainya. Mereka berjuang bersama sampai sang suami mendapatkan kesempatan kuliah S2 di Bandung. Sayangnya saat kuliah itulah suaminya kecantol mahasiswi. Mereka cerai karena suaminya memilih untuk menikah dengan si mahasiswi. Leila hidup dengan pas-pasan namun penuh kegembiraan.

Saat sudah bekerja Adet memiliki teman bernama Rino. Rino adalah seorang gay. Rino menjadi gay karena saat kecil diperkosa oleh guru agamanya. Karena gay Rino tidak diterima di keluarganya. Bahkan mamanya tidak mau mengakuinya sebagai anak. Rino adalah seorang pekerja keras. Ia bekerja keras untuk membuktikan bahwa ia tetap bisa sukses meski sebagai gay. Meski ia dibenci oleh ibunya dan keluarganya, tetapi Rino memaafkan ibunya. Rino menemukan kebahagiaannya di antara teman-teman sekerjanya, termasuk Adet, namun kebahagiaan sesungguhnya adalah jika ibunya mau menerimanya kembali. Rino sangat mendambakan supaya ia bisa diterima kembali oleh ibunya. Sebab selama ini surat-surat yang dikirim kepada ibunya tak pernah berbalas. Rino meninggal dalam bahagia karena mengidap HIV. Dia berbahagia karena akhirnya mendapatkan SMS dari ibunya. Ia pun menjawab singkat SMS ibunya dengan kalimat “I love you mam.”

Hidup Adet adalah hidup yang penuh dengan kebahagiaan tanpa pernah merasakan kekurangan. Ia berasal dari keluarga yang mampu, selalu berhasil di sekolah, kariernya berjalan lapang dan kehidupan rumah tangganya bersama Robert suaminya penuh ketenangan. Cobaan kecil dialaminya di masa tua, yaitu saat Robert suaminya harus melakukan operasi tumor yang ada di ususnya.

Cerita yang dituturkan berdasarkan kisah nyata ini sungguh luar biasa. Hidup yang penuh syukur adalah hidup yang bahagia. Benar. Kebahagiaan tidak tergantung kepada kesuksesan dan harta. Meski banyak cobaan dalam kehidupan, jika dijalani dengan penuh syukur maka kebahagiaan akan menyertai kehidupan. Demikian pun hidup yang dipenuhi oleh keberhasilan tak akan bahagia jika tidak dijalani dengan penuh syukur. Berbagi adalah cara bersyukur yang utama. Termasuk berbagi matahari.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

13 Comments to "Berbagi Matahari"

  1. Handoko Widagdo  5 August, 2017 at 09:59

    SLB dan Lani ha..ha..ha…. iseng yang membawa senang. Marilah kita senang-senang dan membangun kekeluargaan.

  2. Lani  5 August, 2017 at 01:49

    SLB: aku setuju……….bagiku ikut nyemplung utk senang2 aja………hidup sdh sulit mengapa hrs dipersulit? Setuju?

  3. Swan Liong Be  4 August, 2017 at 16:18

    @Handoko: 70% atau lebih dari komentar² diBaltyra isinya kan iseng aja!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *