Menghidupkan Hantu Komunisme

Chandra Sasadara

 

Sejak Pilpres 2014, isu PKI dan komunisme seakan menjadi materi yang biasa digunakan untuk menjatuhkan lawan politik: tiba-tiba ditemukan selebaran, bendera dan spanduk bergambar palu-arit di mana-mana; Jokowi difitnah sebagai anak seorang PKI; juga difitnah dapat dukungan dari orang-orang ex-PKI, pemerintahannya kelak akan pro-Beijing dll.

Isu tentang kebangkitan PKI dan komunisme terus dipelihara sampai perhelatan nasional itu selesai. Sekarang, ketika pemerintah akan membubarkan HTI, isu bangkitnya PKI dan komunisme digunakan lagi dengan narasi: pemerintah anti-Islam dan pro-kiri (komunisme, marxisme, dan Leninisme).

Mulailah dikarang cerita: seolah-olah republik ini telah dikuasai oleh negara yang berhaluan komunis, meme dan tagar “waspadai kebangkitan komunisme” muncul lagi, dan tulisan tentang “ciri-ciri kebangkitan PKI” bertebaran di media sosial. Apakah betul PKI atau komunisme bangkit lagi?

Sejak beberapa dekade lalu, ketika Uni Soviet mengalami stagnasi ekonomi pada 1980-an, sebagai ideologi politik-ekomomi, komunisme telah masuk kuburan. Lebih-lebih setelah Mikhail Gorbachev memperkenalkan Glasnost (keterebukaan-1985) dan Perestroika (restrukturisasi-1987) dan Deng Xiaoping mengeluarkan kebijakan household-responsibility system/pemberian hak milik produk pertanian pada tahun 1978 serta penetapan Kota Shenzhen sebagai zona ekonomi khusus dengan kebijakan pasar bebas pada 1980.

Di mana-mana ideologi itu telah bangkrut! Belakangan kita tahu Negara Kuba pelan-pelan juga mulai murtad dari komunisme. Jika poros-poros komunisme di dunia telah banyak yang patah sejak puluhan tahun lalu, bagaimana bisa ada orang yang berpikir bahwa di Indonesia: PKI/komunisme akan bangkit lagi sebagai kekuatan politik? Lebih gila lagi menghidupkan PKI/Komunisme di tengah kehidupan keagamaan yang sedang berada di puncaknya!

Kalau pun ada yang mau membangkitkan lagi ideologi yang telah masuk liang kubur itu, pasti melakukan secara clandestine (gerakan rahasia) sebab tidak ada instrumen hukum yang membolehkan ideologi itu hidup di Indonesia. Tidak mungkin bekerja dalam terang seperti: memasang bendera, menyebarkan selebaran, apalagi memasang papan baliho dan spanduk pinggir jalan seperti dalam pemberitaan sumir selama ini.

Lalu siapa yang menyebarkan atribut palu arit itu? Tangan kotor yang ingin tampil sebagai pahlawan dengan isu “bangkitnya PKI/Komunisme” di Indonesia. Apa targetnya? Delegitimasi Jokowi dan instabilitas NKRI untuk memenangkan pertarungan dan merebut kekuasaan! Kalau begitu, apakah anda tidak merasa telah dibohongi pakai komunisme?

#saveNKRI

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

5 Comments to "Menghidupkan Hantu Komunisme"

  1. J C  4 August, 2017 at 05:20

    Yang nulis artikel ini memang tak paham akidah…

  2. Lani  1 August, 2017 at 03:54

    Setuju James……..klu mau pinter nyolong monggo silahkan sekolah disana……..ditanggung jd expert!

  3. Alvina VB  31 July, 2017 at 22:44

    James, ha…ha……..mau juga bubarin DPR yg sarangnya PKI (Para Koruptor Indonesia).
    Kang Chandra: Masih banyak rakyat Indonesia yg gak bisa bedain mana yg FAKTA dan mana yg FITNAH, apalagi kl udah bawa2 agama segala, pada buta dah……lah Jokowi dan kel. udah umroh gitu loh…masa PKI ikutan umroh? yg bener aza…..

  4. James  31 July, 2017 at 16:44

    PKI = Partai Koruptor Indonesia, salah satunya DPR-RI tuh sarang dan sekolah Koruptornya

  5. Lani  31 July, 2017 at 12:45

    Kang Chandra: menurutku mmg menuju kearah itu issue PKI disebar luaskan lagi utk menjatuhkan pemerintah yg sekarang, berbagai macam cara. Amit2 jangan sampai rakyat mudah diadu domba dan dikompori

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *