BALTYRA Pelangi Indonesia

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

DEMOKRASI Indonesia menuju ke bentuk demokrasi digital. Ruang publik dunia maya menjadi tempat baru dalam proses diskusi, deliberasi dan pertarungan apapun bentuknya. Mulai dari politik, budaya, gagasan atau apapun bentuk posesif kita sendiri. BALTYRA yang sudah 8 tahun usianya hari ini, mau tidak mau menjadi bagian dari demokrasi digital itu. Penulisnya dan pembacanya di lima benua adalah penggeraknya.

Dalam lanskap demokrasi digital ada area yang banyak dimanfaatkan sebagai kesempatan memamerkan diri sendiri tanpa memikirkan kepentingan publik. Hanya kepentingan dirinya atau kelompoknya yang diagungkan. Biasanya, pamer diri seperti ini berwujud berita bohong (fake news) bahkan hoax. Mengusik kehidupan bermasyarakat tanpa kita tahu bagaimana cara mengatasinya. BALTYRA tidak atau belum atau sulit menjadi bagian area ini dalam demokrasi digital.

Di usia ke 8, BALTYRA masih memiliki ancaman yang membahayakan. Ancaman itu bukan teknis atau bersifat engineering. Tapi ancaman yang dapat menghilangkan esensi BALTYRA hadir di dunia maya. Kita tahu, sebagian besar penghuni BALTYRA adalah penggiat media sosial. Mereka aktif di Facebook atau Instagram atau Twitter atau Path atau YouTube atau semuanya sekaligus. Apa yang bisa dikatakan adanya ancaman BALTYRA itu? Penghuninya selama 8 tahun berjalan perlahan berubah menjadi agen propaganda. Mereka saling kritik di media sosial, termasuk di BALTYRA, saling serang bahkan saling hina.

Arus masyarakat kita sekarang baik yang tidak aktif dalam media sosial maupun yang super aktif bukan mencari kebenaran informasi. Tapi dukungan informasi untuk memperkuat pikirannya dan argumentasinya. Karena kebenaran sesungguhnya sudah ada di benak kepala mereka. Dan mereka hanya perlu mencari dukungan saja. Menguatkan pembenaran informasinya, tanpa perduli benar atau salah. Apakah BALTYRA menjadi tempat untuk mencari pembenaran itu? Penghuninya yang bisa menjawab.

Facebook dan Google, contohnya, kini telah menjadi news aggregator. Seseorang akan makin radikal dan fanatic dengan pikirannya karena hal tersebut. Informasi telah dipersonalisasikan oleh mereka. Orang yang gemar otomotif akan dijejali dan didekati dengan semua hal  informasi tentang otomotif. Mulai dari akun penggemar otomotif sampai iklan otomotif. Bagaimana kalau dia seorang radikal? Ya, bisa dipahami mengapa banyak teroris dan mesin pembunuh dilahirkan dari media sosial. Apakah BALTYRA bagian dari ini?

BALTYRA lahir untuk menampung warna pelangi yang miliaran warna spektrumnya. Semua harus ada di dalamnya, yang suka dan tak suka. Selama isinya baik dan maslahat orang banyak, walau kita tidak suka dan bukan satu ide, ya harus ditampilkan di BALTYRA.

Karena BALTYRA pelangi Indonesia.

 

 

9 Comments to "BALTYRA Pelangi Indonesia"

  1. el hida  11 November, 2017 at 13:06

    maju terus!!

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  4 August, 2017 at 17:34

    Walau berlebihan ituh…. Om JC. Kamsiah.

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  4 August, 2017 at 17:33

    Alvina, saya mantau terus Baltyra walau tak sempat hai-hai.Soal genetika Facebook saya kurang paham, karena saya orang terakhir yang ikut dalam kegiatan Facebook dibanding temen2 lain yg sudah 4-5 tahun lebih dulu dari saya.

  4. J C  4 August, 2017 at 05:17

    Mas Iwan, terima kasih! Tanpa mas Iwan, jagad kepenulisan online (bukan di sini saja) bakalan anyep, sepa!

  5. Lani  3 August, 2017 at 12:55

    Al: aku setuju dgn komentarmu “banyak orang kenthirs disini kkk” aku kira lebih baik kenthirs tapi bahagia drpd menghujat, bertengkar sana sini………kaga tahu juntrungannya………….

  6. James  3 August, 2017 at 10:07

    Netral saja asal tetap tenang tenteram saja Baltyra ini, Bravo Baltyra, happy birthday

  7. Lani  3 August, 2017 at 01:27

    ISK: aku paling suka alinea plg akhir………..bak pelangi berpendar dgn milyaran warna spektrum nya………….

  8. Alvina VB  2 August, 2017 at 23:51

    Bung Iwan, saya suka pelangi, makanya juga suka Baltyra.
    Nah, ini mungkin banyak yg gak tahu nech…….gimana Facebook awalnya tercetus? Bukan dari hal yg positif loh…..malah kl dibilang itu mah bullying on line di campus pencetusnya, ttp trus dipake org seluruh dunia utk wadah yg baik dan buruk, dilihat dari kaca mata pemakainya.
    Demikian juga Baltyra, mau diteropong pake kaca mata siapa dulu, lah banyak org kenthirs di sini, kkkk….

  9. IWAN SATYANEGARA KAMAH  2 August, 2017 at 13:36

    SELAMAT ULANG TAHUN BALTYRA. Jangan takut!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *