Ke Mana Arah BALTYRA?

Handoko Widagdo – Solo

 

Pertama-tama ijinkan saya mengucapkan selamat ulang tahun ke delapan bagi Baltyra. Terima kasih banyak karena Baltyra telah memberi ruang bagi saya untuk berbagi, mematut diri dalam dunia kepenulisan dan kadang-kadang pamer perjalanan dan buku-buku yang saya baca.

Kedua ijinkan saya menyampaikan kekaguman saya kepada Baltyra. Selama delapan tahun berkiprah, Baltyra telah menjadi saksi dari banyak warganya yang dulu hanya maya menjadi nyata. Tidak sedikit dari warga Baltyra yang kemudian menjadi seperti keluarga. Pertemuan-pertemuan antara Baltyrans yang berada di manca saat berkunjung ke Nusantara selalu menimbulkan kesan yang menghebohkan. Bukan hanya para Baltyrans, tetapi bahkan keluarga Baltyran menjadi saling kenal. Hagai – anak saya, menjadi kenal dengan Gabriel anak Mbak Dewi Murni yang berada di Brazil dan juga kenal dengan Izza anaknya Bu Guru Gemblung Wesiati yang ada di Semarang. Sungguh Baltyra telah menjadi mak comblang keluarga-keluarga baru.

Ketiga, saya harus mengucapkan terima kasih kepada Baltyra karena telah menjadi “tempat uji coba” artikel-artikel kami yang kemudian mewujud menjadi buku. Enam dari artikel yang termuat dalam buku “Crazy Little Heaven” karya Mark Heyward pertama-tama muncul di Baltyra. Kami berempat (Handoko, Iwan, Josh Chen dan Dee Avenaar) membukukan tulisan-tulisan kami di Baltyra dalam “Indonesia Amnesia.” Demikian pun beberapa pethilan dalam “Anak Cino” mula-mula saya unggah di Baltyra. Mbak Endah Raharjo memuat “Senja di Chao Praya” sebagai cerita bersambung di Baltyra sebelum membukukannya. Tulisan-tulisan penuh perjuangan di Amerika yang dikemas dalam canda oleh Mbak Dian Nugraheni telah memadat dalam buku “This is America Beibeh!”

Bagi saya, Baltyra adalah salah satu perintis citizen journalism selain KoKi yang saya kenal dan saya ikuti. Selama ini Baltyra telah menjadi rumah yang sejuk untuk berbagi para warganya. Harus diakui bahwa Baltyra berhasil menjadi rumah yang ramah bagi para penghuninya. Dibanding dunia media sosial lain yang penuh hujat dan saling kutuk, Baltyra justru adem dan tetap santun.

Sempat juga Baltyra menjadi agak ‘sumuk’ – panas seiring dengan panasnya suasana politik Jakarta dan Indonesia. Panasnya suasana ini memang telah membuat beberapa dari Baltyrans seperti menghilang. Namun, meski mereka tak lagi aktif mengirim tulisan, namun mereka banyak yang masih menjadi silent readers. Atau setidaknya persahabatan personal tidak menjadi luntur gara-gara pandangan terhadap suatu issue berbeda.

Akan kemana setelah delapan tahun? Harapan saya Baltyra tetap bisa menjadi wadah bagi para penulis di media sosial. Syukur-syukur Baltyra bisa menjadi pemrakarsa dan sponsor penerbitan karya-karya anggotanya. Atau setidaknya tetap menjadi rumah dan tempat belajar bagi para penulis baru.

Selamat ulang tahun dan teruslah menjadi tempat untuk berbagi bagi kemajuan Nusantara.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

13 Comments to "Ke Mana Arah BALTYRA?"

  1. J C  4 August, 2017 at 05:16

    Pak Hand, matur nuwun sanget ikut memelihara dan menjaga kebinekaan di Indonesia dengan berkontribusi di sini secara konsisten dalam 8 tahun yang luar biasa ini. Minimal wis pernah merasakan nginep di Puri Widagdan Sala 2x lah…

  2. James  3 August, 2017 at 10:15

    Kemana arah Baltyra ? kearah Aman Tenteram dan Damai selalu Baltyra, the special Uniting Place for all Baltyrians over the world, 5 continents and 7 seas

  3. Alvina VB  2 August, 2017 at 22:39

    Happy B’day. Tulisan yg mengelitik….Arah Baltyra ke seluruh penjuru mata kompas, he…he…..

  4. Handoko Widagdo  2 August, 2017 at 18:27

    Begitulah Mbak Dewi, semoga Baltyra bisa tetap menjadi wadah bagi keberagaman kita.

  5. Handoko Widagdo  2 August, 2017 at 18:25

    Tempat nyaman untuk saya, Hennie, Budi Margomulyo, Lani, Mas Joko Prayitno dan semua warga.

  6. Dewi Aichi  2 August, 2017 at 16:19

    Terima kasih pak Handoko, yes….pak Handoko dari dulu hingga sekarang masih tetap sebagai teladan untuk saya. Teladan dalam bermedia sosial. Berkali-kali saya katakan seperti itu. Tetaplah seperti itu pak Handoko, saya malu masih sering ikutan euforia berita yang lagi hit di media online. Harusnya makin berkembang , berkarya dan seperti teman-teman yang pak Han sebutkan…menghasilkan sebuah karya.

    Baltyra bagi saya masih sangat special dan selalu di hati, meski udah sangat berkurang dalam berinteraksi di dalamnya. Membaca masih terus.

    Bisa diakui, baltyra sedikit kehilangan ciri khasnya , sudah tidak seperti tahun tahun pertama dulu. Tapi saya berdoa untuk kelanggengan baltyra sebagai rumah yang sejuk dan memuat hal-hal yang menyejukkan dan mendamaikan. Amin……..

    Sukses baltyra………..

  7. JOKO PRAYITNO  2 August, 2017 at 15:45

    Selamat ulang tahun baltyra, selalu menjadi tempat yg nyaman, semoga.

  8. Lani  2 August, 2017 at 11:56

    HAU’OLI LA HANAU Baltrya……….

    Apa yg kamu tulis disini benar adanya Han………semoga Baltyra tetap langgeng

  9. Budi Margomuljo  2 August, 2017 at 11:40

    Selamat ulang tahun,Baltyra..

  10. Hennie Triana  2 August, 2017 at 11:29

    Selamat Ulang Tahun Baltyra. Sukses selalu dan makin cemerlang.
    Saya akui warga Baltyra seperti bagian dari keluarga saya.
    Terima kasih Mas Handoko tulisannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.