PERTEMUAN

djas Merahputih

 

BALTYRA, awalnya sebuah nama yang aneh. Sangat terasa nama ini bukanlah berasal dari Indonesia atau bahasa-bahasa daerah di Nusantara.

Nama ini tak sengaja saya temukan setelah berselancar di Blog pengagum Soekarno, Roso Daras. Sang admin Baltyra, Josh Chen, meminta ijin Bung Roso Daras untuk memuat ulang beberapa artikelnya ke situs “komunitas aneh” bernama Baltyra. Sangat aneh, sebab di sini berkumpul orang-orang dari lintas suku, lintas agama, lintas negara, bahkan lintas benua dan juga berasal dari beragam profesi/pekerjaan. Biasanya sebuah komunitas diikat hanya oleh sebuah kesamaan primordial atau hobby, namun tak demikian halnya di rumah Baltyra.

Setelah tak lama sebelumnya aktif menulis dalam situs pribadi, akhirnya muncul juga ketertarikan untuk menyapa keluarga ini lewat sebuah tulisan perdana. Tulisan ini tidak spesifik, bertema general dan universal. Alhamdulillah diterima dengan hangat oleh admin dan para “penunggu” rumah Baltyra. Kebetulan pula saat-saat itu Baltyra sedang dalam suasana memperingati hari lahirnya yang keempat. Tulisan kedua saya turut melengkapi kemeriahan Ultah Baltyra. Lengkaplah sudah kelegaan saya saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, berusaha konsisten mengirimkan artikel setiap minggu walaupun sering bolong juga. Artikel saya turut meramaikan artikel lain dari para aktivis Baltyra yang lain seperti Bang Iwan SK (INA), Dewi Aichi (BR), Lani van Kona (USA), opa DJ (DE), Alvina (CA), Henny (CHN) dan lain-lain (tambah sendiri yaa..!) serta tentu saja Ki Lurah Baltyra Mas Aji Chen (INA). Tak lupa pula kehadiran para komentator yang kadang cuma ngabsen doang turut memeriahkan munculnya sebuah artikel baru di situs Baltyra (he he he.., apa kabar Trio Kenthirs..??).

Rumah Baltyra tumbuh semakin besar, jumlah traffic pun ikut bertambah dan diselingi pula jatuh bangun serta tumbangnya server saat sebuah artikel mendapatkan pengunjung fantastis. Entah sudah berapa kali Baltyra mengalami hal tersebut. Namun berkat do’a seluruh warga Baltyra, termasuk do’a para warga atheis, Baltyra selalu sanggup bangkit dan bangkit kembali dari pingsan dan mati surinya. Baltyra sanggup bertahan hingga tahun ke delapan ini, menggenapi sewindu sudah keberadaan Baltyra berdiri kokoh menampung seluruh keluarga besar dari seluruh Dunia (dan Akhirat).

Satu hal yang membuat saya terkesan adalah, meskipun warga diaspora Baltyra telah lama berdomisili di luar negeri, kecintaan mereka pada tanah leluhur, tanah air tercinta Republik Indonesia tak pernah luntur sedikitpun. Bahkan terkadang, mereka terasa lebih nasionalis dibanding warga Indonesia di tanah air. Rasa prihatin terhadap kondisi di dalam negeri sering kita jumpai dalam kolom komentar.

Tentu saja hal tersebut menjadi pesan penting bagi warga Indonesia di negeri sendiri. Tak sepantasnya kita berlama-lama untuk saling mencaci dan saling memaki. Tak sepatutnya kita terus memperlebar jurang perbedaan. Tak seharusnya kita terbiasa merongrong pemerintahan sah, yang terpilih secara demokratis. Biarkanlah siapapun yang berkuasa untuk dapat dengan tenang melaksanakan amanat dari rakyat Indonesia.

Sepanjang pengamatan saya, Baltyra telah menjadi wadah dan tempat untuk mendewasakan karakter serta jiwa kebangsaan para penghuni rumah ini.

Namun seperti biasa, layaknya dalam sebuah keluarga, Baltyra tak luput pula dari hiruk-pikuk perbedaan pendapat hingga pertengkaran yang terkadang memaksa seseorang untuk menepi dan menghilang tanpa pesan. Begitulah Baltyra, seseorang bisa datang dan pergi begitu saja. Wong rumahnya tak berdinding, tak berpintu dan tak berjendela.

Sebuah keunikan tersendiri, Baltyra nyatanya bukan hanya tempat berbagi pengalaman, bertukar ide, menyampaikan kritik atau sekedar curhat ala emak-emak. Lebih jauh dari itu, Baltyra mampu menjadi wadah bagi para kontributor mengasah kemampuan menulis masing-masing agar suatu saat bisa memiliki buku karya sendiri maupun secara berkelompok. Lewat penerbit terkenal maupun penerbit Indie.

Indonesia Amnesia, Tersesat di Jalan yang Benar, Proklamasi, Anak Cino, dll (Mohon ditambah  daftarnya) adalah hasil karya para warga Baltyra sebagai bentuk sumbangsih mereka kepada dunia literasi Indonesia.

Saya pribadi alhamdulillah sudah berhasil membukukan kumpulan beberapa artikel pribadi di Baltyra berjudul Kita adalah Lautan dan sebuah novel fiksi ilmiah/sejarah berjudul Soka Purnama, Pangeran Negeri Amnesia. Sungguh merupakan berkah pertemuan yang luar biasa di sebuah rumah tanpa dinding bernama Baltyra (Global Community Nusantara) ini.

Para warga Baltyra kini pun masih penasaran menunggu-nunggu terbitnya sebuah buku karya seorang legenda Baltyra, mba Dewi Aichi dari Brazil. Niatnya sangat menggebu-gebu untuk menulis buku perdana. Sayang sampai saat ini hal tersebut barulah sebatas niat semata. Semoga beliau tak tega membiarkan para warga Baltyra penasaran berlama-lama. Paling tidak akhir tahun ini kita semua sudah mendapat kabar baik tentang hal ini (maksa.com).

Demikian halnya tulisan ini, bukanlah berasal dari inisiatif pribadi. Tulisan ini adalah hasil “paksaan” mba Dewi Aichi. Jadi maaf kalau terasa agak hambar (merasa sedikit bersalah). Tapi, saya harus tetap berterima kasih pada beliau. Tanpa beliau Baltyra akan kerepotan menemukan penulis-penulis baru, termasuk saya; baru sempat nulis lagi (he he he..), semoga bisa kembali konsisten.

Btw, mengakhiri artikel sederhana ini saya ingin mengucapkan; Selamat Ulang Tahun ke-8 buat Baltyra…!! Semoga secepatnya dibanjiri penulis-penulis muda berjiwa Pancasila. Semoga langgeng selamanya hingga kelak NKRI berhasil menggapai cita-cita; mewujudkan masyarakat adil dan makmur dalam naungan serta Ridho Tuhan yang Maha Esa. Amiinnn…!!!

Salam Nusantara (djas M pu)

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture’nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "PERTEMUAN"

  1. djasMerahputih  5 August, 2017 at 13:53

    Mbayku Lani, ha..ha…kl ada para kenthirs berjamaah…..ya agendanya: ngobrol ngalor-ngidul dari yg penting sampe yg gak penting2 amat, masak-masak, makan-makan dan jalan-jalan aja, siiiiippp kan?
    ————-
    Kenthir bersatu tak bisa dikalahkan..!!

  2. djasMerahputih  5 August, 2017 at 13:50

    halo bang Djas. Trio Kenthirs masih tetap setia wara wiri di Baltyra sini loh, bang Djas saja sering absen belakangan ini atau sudah tidak mau dikatakan salah satu Kenthir juga ?
    ————
    Bang James, ada pepatah : Sekali Kenthir tetap Kenthir selamanya..

  3. djasMerahputih  5 August, 2017 at 13:46

    Halo Tji Lani, Bang James, Alvina “the Trio Kenthirs”, dan Kang JC. Ketemu lagi di rumah tanpa dinding BALTYRA..

    Ia, agak lama bersilent reader menikmati anugerah kehidupan di sisi berbeda. Lebih banyak baca dan bersosialisasi di dunia nyata. Sudah pasti Baltyra adalah bacaan wajib saya.

    Baru bisa dipertemukan sama Kang JC saat ke Makassar dan Tji Linda saat saya ke Bandung. Keduanya di saat yg sempit. Semoga kelak bisa bertemu lebih banyak warga Baltyra di waktu yg lengang.

  4. Lani  5 August, 2017 at 09:27

    Al: betul sekali, ya lebih baik begitu bahagia selalu………….

  5. Alvina VB  5 August, 2017 at 08:42

    Mbayku Lani, ha..ha…kl ada para kenthirs berjamaah…..ya agendanya: ngobrol ngalor-ngidul dari yg penting sampe yg gak penting2 amat, masak-masak, makan-makan dan jalan-jalan aja, siiiiippp kan?

  6. Lani  4 August, 2017 at 08:35

    Al: kalau ada korupsi berjamaah, apakah kita bisa bikin Kelompok Kenthirs berjamaah……….hahaha………yg jelas tp yg ini jelas bukan ngajari nyolong!

  7. J C  4 August, 2017 at 05:14

    Kang djas, minimal kita sudah pernah ketemu ya…hehehe…selain aku, sudah pernah ketemu siapa lagi kah?

  8. James  3 August, 2017 at 10:22

    Selamat Hari Ulang Tahun Baltyra

    halo bang Djas. Trio Kenthirs masih tetap setia wara wiri di Baltyra sini loh, bang Djas saja sering absen belakangan ini atau sudah tidak mau dikatakan salah satu Kenthir juga ?

  9. Alvina VB  3 August, 2017 at 00:03

    Wah, Djas, nyusul kang Juwandi, nulis lagi euy……pertanyaan sama dgn mbakyu Lani nech…ke mana aja selama ini??? Jadi silent reader ya? Itu si mbakyu Lani dan si James yg paling rajin euy… Tanpa 2 kenthirs tsb, rumah ini gak rame….dan kegokilan mas Sumonggo kl komen bikin org ngakak….mana nich mas Sumonggo blm muncul.

  10. Lani  2 August, 2017 at 12:01

    Kang Djas: kemana aja?? Lama ndak mencungul…….pertama-tama salam kenthir…….dan kenthir yg satu ini tdk pernah absen……….hahaha……….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *