Godaan Pulau Pamutusan

Bayu Amde Winata

 

Dari pulau Pagang, Pesisir Selatan, Sumatra Barat, kapal yang saya tumpangi bergerak menuju sebuah pulau yang berada di sisi timur Pulau Pagang. Saya menyeberangi selat yang siang itu sedikit bergelombang. Dari atas kapal, terlihat air mulai menutupi pasir putih penyambung antara dua pulau yang ada di depan. Pasang sudah tiba, perlu sedikit usaha bagi kapal untuk merapat ke daratan.

Pulau Pamutusan adalah nama pulau yang dikunjungi. Kata Pamutusan berasal dari sebuah daratan kecil berpasir halus yang selalu hilang saat pasang tinggi sampai di pulau, akibatnya dua buah pulau yang bersambung menjadi terputus. Pulau Pamutusan berada di Teluk Kabung, Padang, Sumatra Barat memiliki luas 8Ha, didominasi oleh pohon-pohon kelapa. Dari Nagari Sungai Pinang, dibutuhkan waktu sekitar 40 menit menggunakan kapal menuju Pulau Pamutusan.

Pulau Pamutusan, Sumatra Barat

Terumbu-terumbu karang yang sudah mati di Pulau Pamutusan, Sumatra Barat

Pulau Pamutusan, Sumatra Barat

Dari tepi pantai, saya menuju daratan. Ada pemandangan yang sejak saat kapal menyeberangi selat menarik perhatian. Mata saya menangkap bendera merah putih yang berkibar-kibar di atas bukit pulau ini, bendera itu menggoda saya untuk mengunjunginya. Tanpa menunggu lama, dari rumah-rumah bambu yang ada di daratan pulau. Saya berjalan menuju bagian selatan ke bukit Pulau Pamutusan. Sinar matahari terasa membakar kulit saat mendaki bukit. Dua orang tukang yang sedang membuat pondok diatas bukit berjalan di depan saya membawa balok kayu. Langkah mereka pelan namun pasti, menelusuri jalan tanah di sana.

Sepuluh menit berjalan dari rumah bambu, saya tiba di puncak bukit Pulau Pamutusan. Pemandangan yang ada di depan saya sangat indah, memanjakan mata. Perbukitan Bukit Barisan, gugusan pulau-pulau yang ada di depan dan samping Pulau Pamutusan terlihat dengan jelas. Laut dangkal berwana biru muda terlihat kontras dengan laut dalam yang berwarna biru tua, hamparan terumbu karang Pulau Pamutusan juga terlihat jelas dari puncak bukit. Indah.

Sisi Timur Pulau Pamutusan, Sumatra Barat

Pantai di Pulau Pamutusan, Sumatra Barat

Perahu Nelayan yang akan Berangkat keluar dari Pulau Pamutusan. Sumatra Barat

Pelabuhan kayu yang berada di depan pulau adalah tujuan saya setelah bukit. Dari tepi pelabuhan, saya terjun ke laut untuk melihat pemandangan bawah laut Pulau Pamutusan. Pemandangan bawah laut pulau ini tidak kalah dengan pemandangan di atas. Karang-karang di Pulau Pamutusan kondisinya baik. Ikan-ikan karang berseliweran ke kiri ke kanan saat saya berusaha mengabadikan mereka dengan kamera. Ada perbedaan bawah laut Pulau Pamutusan dengan Pulau Pagang. Jika di Pulau Pagang, jarak aman dari hamparan terumbu karang menuju laut dalam sekitar 4 meter, maka di Pamutusan jarak aman itu hanya dua meter. Kita harus lebih berhati-hati saat menikmati pemandangan bawah laut di pulau ini.

Pantai Pasir Putih sisi Timur Pulau Pamutusan, Sumatra Barat

Pemandangan dari atas Bukit Pulau Pamutusan, Sumatra Barat

Pemandangan dari puncak Bukit Pulau Pamutusan, Sumatra Barat

Sisi Barat Pulau Pamutusan, Sumatra Barat

Pemandangan Bawah air Sisi Timur Pulau Pamutusan. Sumatra Barat

Pemandangan Bawah Air Sisi Timur Pulau Pamutusan. Sumatra Barat

Pemandangan bawah Air Sisi Barat, Pulau Pamutusan, Sumatra Barat

Pantai timur Pulau Pamutusan menjadi tujuan akhir saya, pasir putih dengan tekstur agak kasar terasa di kaki saya. Hamparan terumbu karang di sisi timur ini tidak seindah pada bagian depan pulau. Di pantai timur saya bisa melihat pulau Sumatra yang saat itu mulai diselimuti mendung. Dengan membayar Rp25.000 per kepala sebagai uang kebersihan pulau, Pulau Pamutusan merupakan salah satu destinasi yang sayang untuk dilewatkan di Sumatra Barat.

 

 

About Bayu Amde Winata

Penggemar fotografi dan petualangan. Menuangkan pikiran dan apa yang dilihatnya dari seluruh Nusantara melalui jepretan-jepretannya. Bergaung ke seluruh dunia dengan lensa via BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

12 Comments to "Godaan Pulau Pamutusan"

  1. Lani  9 August, 2017 at 01:34

    Enief: Akeh urusan? Nah, klu sampeyan banyak urusan krn saiki wis dadi juragan aku melu sueneeeeeeeeeeng…………..jgn urusan yg sebaliknya ok………tetep ditunggu artikelmu

  2. Datuk Enief  7 August, 2017 at 12:06

    Mnak Lani, maaf aq lama gak muncul, lagi akeh urusan soale hahahha

  3. Linda Cheang  5 August, 2017 at 17:27

    Aduh, itu bendera Merah Putih sudah robek…

  4. James  5 August, 2017 at 08:06

    The Beauty of Indonesia

  5. Sumonggo  5 August, 2017 at 04:42

    Indahnya Indonesiaku

  6. Lani  5 August, 2017 at 01:38

    BW: ada yg lupa, itu benderanya harus diganti udah robek2 kasian

  7. Lani  5 August, 2017 at 01:38

    BW: Hanya satu kata AWESOME!

  8. Lani  5 August, 2017 at 01:37

    Enief: nang endi wae sampeyan? Ora pernah ngocol lagi dirumah ini??? Sae sedoyo?

  9. Alvina VB  5 August, 2017 at 00:23

    Wow…beautiful pics, mas Bayu. Mengingatkan perjalanan saya ke Sum-Bar di thn 80an.

  10. Enief  4 August, 2017 at 23:06

    Fotonya memang keren semua, I like it

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *