Dia Mencuri Waktu

Dian Nugraheni

 

Dia mencuri waktu di sela-sela kesibukanku. Banyak sibuk, tapi terutama adalah sibuk karena suhu udara yang sangat panas di kota itu. Dan sejak dulu kala, suhu udara yang sangat panas, memang selalu berhasil mengalahkanku, antara lemah, lalu ngantuk, dan bawaannya tentu saja pengen mandi lalu bobok siang. Tapi manalah bisa itu kulakukan, masih ada beberapa tugas yang harus aku tempuh.

Tiba-tiba dia mendekat padaku yang sedang membuka pintu mobil di parkiran untuk mengambil sesuatu. Mendekat yang sangat dekat, dan meletakkan tangannya di bahuku. Mengelus bahuku tepatnya, sambil berkata pelan, sangat pelan, “habis ini, mampir ke rumahku, ya, ketemu sama istri dan anak-anakku…”

Aku, datar, “enggak ah, aku kan ke sini bukan untuk bertemu dengan keluargamu…”

Dia,”mampirlah, nggak enak aku sama istriku, antar-antar kamu, tapi kamu tak mampir menyapanya…”

Aku, menatap matanya, tetap datar saja, “kamu tak harus antar aku kemana-mana…, kamu sendiri yang mau, kamu yang minta. Aku ke sini juga bukan untuk bertemu kamu, tapi ada sesuatu yang harus kulakukan, dan kebetulan saja, itu di kotamu…”

Dia, menunduk, lalu menatapku,”okay….sorry…, maksain kamu…”

Aku tak marah, aku tak cemburu, aku tak benci siapa pun. Aku hanya mengambil hakku saja, bahwa aku tak harus sengaja bertemu siapa pun yang aku tak ingin untuk bertemu, karena space kosong di otak dan hatiku terbatas, maka aku hanya ingin mengisinya dengan hal-hal yang memang sangat perlu…, dan itu tentu saja bukan tentang masa lalu…

(Cerpen banget, cerita pendek banget)

 

 

3 Comments to "Dia Mencuri Waktu"

  1. djasMerahputih  11 August, 2017 at 06:55

    Dia mencuri uang, sebab waktu adalah uang..!!

  2. sugiarto goh  10 August, 2017 at 13:42

    ….time has really flown since then.

  3. James  10 August, 2017 at 12:58

    Maling Waktu

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *