Patung Kwan Kong dan Pelajaran Sejarah

Chandra Sasadara

 

Saat di sekolah, sejarah memang bukan pelajaran yang banyak diminati, tapi pada saat harga diri, kekuasaan, dan kepentingan mulai direcoki orang lain, sejarah baru kita korek-korek lagi untuk membuat pembelaan. Polemik tentang patung di Tuban membuat beberapa orang harus menulis pembelaan–baik yang pro maupun yang kontra– dengan menggunakan sudut pandang sejarah. Tapi menggunakan sejarah sebagai perspektif bukan pekerjaan gampang.
.
Baru-baru ini ada artikel terkait dengan Patung Kwan Kong di Tuban yang menyebut: “Kubilai Khan….kaisar Cina”; “Ranggalawe bupati pertama Tuban”; dan “bala tentara dinasti Yuan..memulai misinya untuk menaklukkan Nusantara.” Di bagian akhir artikel seolah-olah ingin mengatakan bahwa Patung Kwan Kong di Klenteng Tri Dharma Kwan Sing Bio Tuban adalah bentuk dendam atas kekalahan Mongol oleh kekuatan Jawa pada 1293 M; penulis artikel mengakhiri tulisannya dengan kalimat provokatif “Hai Ranggalawe lihatlah, akhirnya kutaklukkan juga tanahmu ini!”
.
Mari kita bahas!
.
Pertama, betulkah Kubilai Khan Kaisar Cina? Negeri Yuan didirikan oleh cucu Jenghis Khan bernama Kubilai Khan pada 1271 M di tanah jajahan. Para penakluk itu berasal dari Mongol, oleh karena itu bahasa resmi dinasti Yuan adalah bahasa Mongol. Bagi orang Tiongkok, jika bukan bangsa Han yang memerintah artinya mereka sedang diperintah oleh orang asing. sekarang kita tahu bahwa pada 1271-1368 M orang Tiongkok saat itu sedang diperintah oleh bangsa asing, Bangsa Mongol. Bagaimana bisa Kubilai Khan disebut kaisar Cina? (tak usah beli buku, baca di Wikipedia).
.
Kedua, benarkah Ranggalawe Bupati pertama Tuban? Ranggalawe adalah bupati kedua Tuban, bupati pertama Tuban adalah pendirinya, Ki Ageng Papringan atau Adipati Dandang Wacana. Ranggalawe adalah cucu Dandang Wacana yang lahir dari Nyi Ageng Lanangjaya, istri Adipati Sumenep Banyak Wide. Kalau menggunakan versi Tuban, Rangalawe telah menjadi Bupati Tuban sejak 1282 M, sebelas tahun sebelum Majapahit berdiri. (bukunya sulit dicari: buku peringatan Kabuaten Tuban ke-700).
.
Ketiga, betulkah serangan Mongol ke Jawa merupakan misi pertama menaklukkan Nusantara? Ternyata tidak! Dharmasraya adalah incaran pertama Kubilai Khan, bukan Singhasari! Hal itu yang menjadi alasan penguasa Singhasari melakukan Pamalayu. Pengiriman pasukan Jawa ke negara yang berada di hulu Sungai Batanghari itu dilakukan oleh Kertanegara bukan semata alasan Cakrawala Mandala (peluasan wilayah) tapi dilakukan untuk menangkis serangan Mongol di Dharmasraya. Meskipun kemudian terbukti seragan Mongol justru diarahkan ke Jawa akibat peristiwa pemotongan telinga Meng Ki. (baca Sejarah Nasional Indonesia jilid II, sedikit mahal tapi bikin pintar).


.
Lalu apa hubungan antara kekalahan pasukan Mongol di Jawa dengan Jenderal Kwan Kong? Tak ada! Wong Mongol datang pada 1293 M, sedangkan Kwan Kong hidup satu milenium sebelumnya di negara yang bernama Shun Han. (jangan baca sambil ngorok)

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

4 Comments to "Patung Kwan Kong dan Pelajaran Sejarah"

  1. Alvina VB  15 August, 2017 at 08:48

    Ha…ha….yg nulis asal nulis aja, gak tahu sejarah beneran ya kang Chandra.

  2. James  14 August, 2017 at 16:08

    mbak Lani, sy netral saja karena sy gak ngerti sejarahnya, jadi kagak bisa kasih komen, karena banyak sekali perihal sejarah yang bias dari faktanya atau disadur oleh yang tidak mengerti dengan benar, entahlah, peristiwa 1965 saja bisa simpang siur sampai kini gak keruan, jadi mana sejarah yang benarnya ?

  3. Lani  14 August, 2017 at 14:21

    Kang Chandra: Aku melihat beritanya di youtube, hanya urun ngakak……….kok ya ada saja sampai segitunya……….gimana menurutmu James?

  4. Linda Cheang  14 August, 2017 at 10:30

    Tuh, sudah diberi sentilan oleh Mas Osa di artikel sebelah. Hehehe

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *