Bendera Pusaka dari Kain Tukang Soto

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

INI tulisan saya yang dipersembahkan saat HUT RI ke 50 pada 1995 lalu tentang Fakta Unik Proklamasi. Saya tulis di harian Suara Merdeka, Semarang. Padahal saat itu saya belum pernah menginjakkan kaki di kota itu. Meriah saat itu. Selama 6 tahun ini artikel tersimpan begitu saja.

Jelang ada internet, ada seseorang menyalinnya ke dalam bentuk digital di Yahoo Messenger. Tersebarlah artikel ini mulai 2003 di belantara internet. Sahabat saya Bambang Intojo adalah orang pertama kali memberitahu saya via SMS pada 2003 tentang artikel saya di internet. Dia curiga ini tulisan saya yang disebar-sebar di internet, karena gaya tulisan dan isinya tidak berguna. “Iya, itu tulisan saya. Kok bisa ada di internet?

“Mbuh”, jawab Bambang Intojo.

Sejak itu puluhan blog membuat artikel ini dengan rangkaian komentar yang tidak setuju dengan isinya. Ngawurlah isinya. Ada satu blok membahas artikel ini sampai 4 tahun gak kelar-kelar komentarnya. Di KBRI Timteng artikel ini dijadikan lomba unik untuk program TV tahun 2004. Saya lihatnya di youtube. Bahkan artikel ini menjadi ide dasar sahabat saya Mas Osa Kurniawan Ilham menulis buku ‘Proklamasi Sebuah Rekonstruksi’ tahun 2013. Stasiun JakTV pernah membuat serial isi artikel saya tanpa menyebut saya tapi malah nama orang lain. Saya marah dan mereka minta maaf ekspres secara tertulis.

Semua bahan tulisan ini ada sumbernya dari klipping digital saya. Kecuali soal bendera pusaka dari kain tukang soto. Humas Dinas Parawisata DKI Jakarta pernah membantah tulisan saya tahun 2004 saat pemindahan bendera pusaka dari Istana ke Monas. “Tidak benar bendera pusaka dari kain tukang soto”.

Sumber soal tukang soto saya pernah baca dari Bung Karno sendiri yang menyebutnya sendiri soal itu jauh sebelum saya tulis artikel ini tahun 1995. Tapi saya lupa dimana sumber itu walau saya yakin itu benar. Akhirnya setelah 22 tahun lebih soal bendera pusaka dari kain tukang soto ini dikonfirmasi kebenarannya oleh majalah Intisari edisi Agustus 2017. Hufffffffffffffffffffffffffffff…. lega kayak habis be’ol.

Malam ini 17 Agustus 2017, saya makan soto agar lendir di hidung saya tidak mampet. Supaya malam ini bisa pulas.

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

5 Comments to "Bendera Pusaka dari Kain Tukang Soto"

  1. Swan Liong Be  28 August, 2017 at 18:17

    @Alvina: Kalimat:Sekarang tinggal mengisi kemerdekaan dgn. hal² positif sampai sekarang bikin beberapa kelompok salah paham lho, mereka menginterpretasi sbg. kemerdekaan untuk mengisi kantong sendiri selama 72 tahun.

  2. James  19 August, 2017 at 07:09

    apa Jasa FPI ke NKRI ??? berjasa besar membuat Kekacauan didalam NKRI

  3. James  19 August, 2017 at 07:08

    maka hargailah Para Tukang Soto karena mereka berjasa ke NKRI, bagaimana kalau tidak ada Tukang Soto waktu itu yang memberikan kain untuk membuat Bendera nya ?

  4. Alvina VB  19 August, 2017 at 00:15

    Kayanya duluuuu pernah baca ttg hal ini, ternyata bung Iwan lebih tahu ya….itu kain mau dari tukang soto kek, tukang sepatu kek, tukang solder kek, gak pentinglah….yg penting udah berkibar dan melambangkan KEMERDEKAAN RI! Sekarang tinggal mengisi kemerdekaan tsb dgn hal2 yg positif.

  5. Lani  18 August, 2017 at 12:02

    ISK: Jadi mmg benar bahan utk bendera dari tukang Soto?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *