Indahnya Kepulauan Padaido

Wiwit Sri Arianti

 

Papua, keindahannya tidak diragukan, alamnya menakjubkan, alhamdulillah Allah memberiku kesempatan untuk menikmatinya dan semakin dieksplor semakin menakjubkan. Bermula dari perjalanan pulang ke Sidoarjo, dengan rute yang berbeda, jika keberangkatan ke Papua aku memilih penerbangan dengan rute Surabaya – Makassar – Jayapura, kali ini perjalanan pulangnya aku mengambil rute penerbangan Jayapura – Biak – Makassar – Surabaya.

Seperti biasa, aku memilih tempat duduk di dekat jendela supaya bisa menikmati keindahan alam dari ketinggian yang selalu menimbulkan decak kagum, mulai dari birunya langit, putihnya awan berarak dengan berbagai bentuk dan kemilaunya lautan lepas. Semua itu mampu menumbuhkan kesadaran diri betapa agung ciptaan Nya dan betapa tidak ada apa2nya diri ini. Aku menemukan pemandangan yang sangat indah di bawah ini dalam penerbangan antara Jayapura – Biak. Aku tidak tahu apa nama gugusan pulau yang sangat indah ini, dan ketika kuposting di Facebook, ternyata menurut salah satu teman yang pernah mengunjunginya, gugusan pulau itu bernama Kepulauan Padaido.

Cantiknya Kepuauan Padaido dari angkasa (dok, pribadi)

 

Dilihat dari angkasa saja sangat indah, pastilah kenyataannya akan jauh lebih menarik, maka aku langsung menjelajah sambil berimajinasi seolah-olah berada di kepulauan tersebut, dan hasilnya dapat kita nikmati bersama melalui tulisan ini. Menurut informasinya, Kepulauan Padaido merupakan gugusan kepulauan yang terdiri dari 31 pulau dan 10 pulau di antaranya berpenghuni.

Kepulauan Padaido terletak di sepanjang sisi tenggara Pulau Biak, Papua dan secara geografis dibagi menjadi dua bagian, yaitu Padaido Bawah dan Padaido Atas, sedangkan pulau yang menjadi pemisah antara keduanya adalah Pulau Pakreki. Konon katanya dahulu kala kepulauan ini bernama Kepulauan Schouter, berasal dari nama pemimpin rombongan pelaut dari Belanda yang pertama kali menemukan kepulauan tersebut pada tahun 1602, William Schouter.  Sedangkan nama Padaido berasal dari bahasa setempat yang berarti keindahan yang tidak dapat diungkapkan, ini cocok dengan kenyataannya.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Biodiversity Conservation Network (BCN), Kepulauan Padaido merupakan salah satu tempat, yang memiliki keragaman hayati ekosistem koral terbesar di dunia. Karang di kepulauan ini menyimpan 95 spesies koral, dan 155 spesies ikan, seperti berbagai jenis hiu karang dan gurita serta berbagai kekayaan maritim lainnya.

Kepulauan Padaido merupakan gugusan pulau-pulau karang, yang berada di Samudera Pasifik pada sisi sebelah timur Pulau Biak. Gugusan pulau-pulau tersebut memiliki keindahan pantai dan berbagai jenis habitat seperti atol, karang tepi, dan goa-goa bawah laut (Pemda Biak, 2005). Kepulauan Padaido memiliki luas terumbu karang untuk reef flat sekitar 9.252,1 ha2 dan deep reef 328,2 ha. Beberapa penyelam internasional berpendapat bahwa kawasan pantai Padaido, merupakan salah satu kawasan yang memiliki terumbu karang yang paling spektakuler. Contohnya seperti foto di bawah ini:

Indahnya alam bawah laut Padaido (dok, Dinas Pariwisata Biak Numfor)

 

Taman laut yang sangat indah ini sangat cocok untuk petualangan menyelam dan snorkeling. Kepulauan Padaido menawarkan berbagai daya tarik, seperti gua bawah laut, dan terowongan untuk dijelajahi.  Pulau Biak terkenal dengan wisata diving-nya seperti yang ada di Nabire dan teluk Cendrawasih yang menjadi salah satu tempat favorit disini. Bagaimana caranya mencapai lokasi kepulauan ini? Untuk mencapai pulau Padaido dapat menggunakan kano dayung yang bisa disewa  dari nelayan membutuhkan waktu 3-4 jam  dari pantai Bosnik atau langsung menyewa speedboat dari dermaga Tip Top di Biak Kota hanya membutuhkan waktu 1 jam. Dalam perjalanan melintasi laut dan seru ini kita dapat menemukan perahu nelayan yang masih tradisional mencari ikan, dan beberapa lumba-lumba muncul di permukaan air yang sangat biru.  Jika akan berkunjung ke pulau Padaido perlu memperhatikan waktu pasang surut air laut, karena kondisi air laut yang cepat surut, bisa membahayakan dan beresiko kapal perahu menjungkal karena banyaknya karang.

Di sepanjang gugusan kepulauan ini ada beberapa pulau yang bisa dijadikan destinasi tujuan wisata, di antaranya adalah Pulau Pakreki. Pada bagian utara dan timur terdapat bentangan pantai yang landai dan kondisi terumbu karang yang masih baik. Sedangkan di bagian barat memiliki pantai yang curam dengan deretan tebing menghijau, sangat cocok digunakan untuk diving. Hal yang perlu diperhatikan saat wisata di pulau ini sebaiknya membawa bekal makanan dan minuman yang cukup karena perjalanan di atas air membutuhkan banyak energi sehingga ketika terasa lapar dan haus sudah siap disantap. Jika berencana menginap, ada penginapan seperti Guesthouse di Wundi, meskipun tidak mewah dan banyak fasilitasnya, namun menjadi tempat istirahat yang nyaman untuk bermalam.

Kita bisa menyelam sampai ke gua-gua di bawah laut di sekitar perairan Wundi yang belum banyak dieksplorasi. Ketika menyelam ke salah satu gua di dekat pulau Wundi benar-benar menakjubkan, sepanjang perjalanan menuju mulut gua, kita sudah disuguhi pemandangan dinding karang dengan berbagai biota laut yang menarik. Dengan mengandalkan sinar matahari yang masih tembus sampai di kedalaman, kita bisa menyusuri gua dengan patokan sinar yang tampak dari ujung gua yang lain. Selain menyelam, kita dapat melakukan island hoping ke pulau-pulau lain di sekitar pulau Wundi. Saat air surut beberapa pulau terhubung dengan daratan sehingga kita dapat berjalan kaki dari satu pulau ke pulau lainnya. Tidak ada habis-habisnya pemandangan indah nan memukau di kepulauan ini. Dalam hati kuberkata, insha Allah suatu hari nanti aku akan datang dan menikmatinya langsung. Sampai di sini dulu kawan, sampai bertemu di perjalanan berikutnya…

Pantai di Padaido (dok, Dinas Pariwisata Biak Numfor)

 

 

10 Comments to "Indahnya Kepulauan Padaido"

  1. Wiwit  29 August, 2017 at 21:18

    Sama2 Pak Dj… salam manis dari Sidoarjo,

  2. Dj. 813  29 August, 2017 at 02:33

    Yuuuuup . . .
    Sangat indah . . .
    Terimakasih dan salam manis dari Mainz .

  3. Wiwit  27 August, 2017 at 13:14

    Sama2 mbak Vina….

  4. Wiwit  27 August, 2017 at 13:13

    Betul Bu Lani… sayang banget ya, kita perlu kasih masukan ke Pemda khususnya Dinas Pariwisata.

  5. Wiwit  27 August, 2017 at 13:11

    hehe..makasih Pak Sumonggo…liputan berikutnya dibanyakin deh fotonya

  6. Alvina VB  26 August, 2017 at 07:22

    Thank you for sharing….Padaido memang indah ya…..

  7. Lani  26 August, 2017 at 04:07

    Wiwit: Aku setuju dgn komentar James bhw Indonesia kaya raya semuanya ada, pokok-e sampai tdk bisa hanya dirangkai dlm kata2 utk mengejawantahkan bagaimana keindahan, ke eksotikan Indonesia.

    Hanya saja (semoga) kedepannya semakin baik, infrastrukturnya hingga tdk begitu mahal selangit utk berwisata menikmati keindahan Nusantara ini.

    Indonesia tdk kalah dgn LN mmg betul iya, tp sgt amat disayangkan belum dikelola semaksimal mungkin.

  8. Sumonggo  25 August, 2017 at 21:25

    Indah, tapi fotonya kurang banyak, he he …

  9. Wiwit  25 August, 2017 at 13:37

    Oh saya malah gak tahu ada Pulau Pada Ida, informasi yang saya peroleh hanya Pulau Padaido dibagi dua, bawah dan atas.
    Betul Pak James, keindahan alam Indonesia tidak kalah dengan negra lain, hanya perlu pengelolaan yang lebih profesional.

  10. James  25 August, 2017 at 09:23

    Pulau Pada Ido hanya diperuntukkan bagi Kaum Pria sedangkan Pulau Pada Ida diperuntukkan bagi Kaum Wanita, apa ada gak yah ?

    pada Kenyataan Pemandangan Indah di Indonesia tidak kalah dengan Negara lain, hanya memerlukan Pengelolaan secara Profesional saja oleh Putra-Putra Indonesia sendiri bukan dijual kepada Pengelola Asing

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *