[Mudik Kali Ini – 2017]: Ndeso

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

Salam Jumpa di hari Selasa dengan oret-oretan Dj.

Kali ini Dj. akan sedikit cerita, setelah sampai di Jakarta…Aroma udara Jakarta sangat terasa lembab, atau pengap…
Di luar bandara tercium aroma rokok kretek…Hahahahahahaha…!!! Maklum, suhu yang cukup berbeda dari Mainz, juga melihat suasana di jalanan yang sedikit semrawut. Eva, malah tertawa melihat keadaan jalanan dan berkata, Jakarta…wir kommen…!!! (Jakarta…we are coming…!!!)

Maaaaf, dengan judul di atas. Tapi inilah yang kami alami dari awal kami sampai di Jakarta…Melihat jalanan yang sangat lebar, dengan entah berapa jalur, tapi toch maceeeeet…ceeeet…!!! Hahahahahahahahaha…!!! Kalau di Mainz, dibikin jalan sebesar di Jakarta, mungkin akan mendapat banyak protest.

Okay….Tujuan kami mudik kali ini, karena Eva dapat tawaran dari kaka sepupunya yang menjabat sebagai dokter kepala di Rumah Sakit. Jadi hari ke dua di Jakarta, kami diantar oleh keponakan menemui adiknya dan dokter yang semula akan mengoperasi Eva. Puji TUHAN…!!!

Setelah konsultasi dengan dokter ahli bedah plastiknya, maka semua dibatalkan. Dj. tidak perlu menceritakan mengapa, yang jelas, dengan gagalnya operasi, jadi rencana semua berganti haluan. Susi yang tadinya akan menemani Eva di Rumah Sakit dan Dj. akan jalan sendiri. Akhirnya kami jalan bertiga dan kota-kota yang akan kami kunjungi juga berubah total. Tadinya Dj. ingin bernostalgi dengan naik Kereta Api dan Bus atau Travel, semuanya ke tempat sampah (gagal total)

Setelah konsultasi dengan dokter ahli bedah saraf, maka kami diantar oleh keponakan ke daerah Pecinan untuk cari makan. Dan keponakan yang begitu baik, juga membelikan kami modem agar kami bertiga bisa selalu on air. Setelah ditraktir makan di pecinan, dibelikan modem dengan kapasitas 64 GB, dia berkata…Oom…ini bisa dipakai selama Om dan tante di Indonesia….Hebat sekali pikir Dj…Lha wong di Mainz tidak pernah lihat Modem yang bisa diajak jalan-jalan…(Dasar Ndeso 1)

Setelah semuanya okay, kami diantar ke satu Mal (bukan sebuah Mal) Hahahahahahaha….!!! (pacar Dj. pasti senyum membaca ini). Di sana, kami seperti kambing masuk kampoeng, melihat kemewahan Mal tersebut.
Kalau tidak salah nama Malnya KELAPA GADING…Kami hanya bengong melihat keadaan di dalam Mal yang mewah (Dasar ndeso 2). Saat masuk, sudah disambut dengan Layar TV yang begitu besar, mana ada di Mainz…Hahahahahahaha…!!!

Setelah capek jalan, akhirnya kami mampir di Starbucks Coffee….Dan Susi juga Eva masih jalan berdua, jadi Dj. dan keponakan nunggu di Starbucks Coffee. Nah, kalau yang ini ada di Mainz…Hahahahahahaha…!!!

Tidak lama kemudian, telpon Dj. berdering…Mas Dj ada dimana…??? Belum sempat nanya siapa yang telpon, tapi kenal suaranya…Langsung Dj. tanya keponakan, kita sekarang dimana…Keponakan menjelaskan kalau kita di Kelapa Gading Mal. Tapi si Ning yang telpon, minta agar kami ke Pondok Indah Mal…(entah dimana itu). Setelah ngobrol dengan keponakan yang antar kami, maka kami berencana ke Pondok Indah Mal. Tapi setelah keluar, tahu-tahu Eva melihat sesuatu yang untuk dia sangat indah, lalu dia ingin foto disana (Ndeso ke 3). Hahahahahahahahahaha…!!!

Dan akhirnya kami sampai di Pondok Indah Mal. Jelas Dj. tahu, karena lihat ada tulisannya…Hahahahahahaha…!!!

Bertemu dengan beberapa sobat GMDj. tapi hanya foto berlima, karena yang lain sedang makan.

Dan entah mengapa kok Dj. merasa lapar dan tanya apa di Mal ini ada Mi Gajahmada…??? Ternyata tidak jauh dan kami makam mi Gajahmada. Waaaaaaaw…nikmat sekali, favorit Dj. bisa Dj. nikmati.

Dan akhirnya kami ngobrol di Cafe…

Ternyata keponakan Dj. pernah jadi Cak surabaya dan Ning, juga Ning Surabaya…Jadi satu pertemuan yang cukup baik, sedang istri keponakan juga pernah jadi Ning juga…

Okay, malamnya Eva bertanya apa ada Hard Rock di Jakarta…Dan kamipun diantar ke sana, maka Eva pun sangat Happy…

Sebelum kami masuk ke ruang Cafe, Eva masih ingin membeli kenang-kenangan untuk adiknya yang
koleksi stik Drumm di Rock Shop.

Kami hanya menikmati live musik dan minuman yang kami pesan…

Tidak terasa sudah jam 2 tengah malam dan kami harus pulang, kasihan yang punya rumah. Benar saja kami sampai rumah jam 3 pagi…. Hahahahahahahahaha…!!!’ Opa dan Oma di Hard Rock cafe sampai jam 2 pagi, opo tumon (dasare Ndeso)

Keesok harinya, badan terasa cukup capek, tapi keponakan sudah jemput dan kami diajak makan siang di satu Mal juga. Di sana kami diajak makan kepiting dan yang lainnya…

Ini makanan selera Dj. banget, walau isi kepiting tidak seberapa, yang penting jari-jari sudah kotor dan bau amis…
Hahahahahahahahahahaha…!!!

Esok harinya, atau hari terakhir di Jakarta, kami diajak adik untuk jalan-jalan ke Mal lagi…Mal lagi…Tapi ini Mal sedikit lain, karena tujuan kami ke Mal ini, mereka ingin ajak kami untuk nonton Film. Apa…??? Film…??? Tidak salah dengar…??? Dj. langsung berkata, kalau nonton Film, Dj. bisa tidur di Gedung bioscoop. Adik Dj. menjawab dengan tenang, memang di sana bisa tidur, jadi mas Dj. kalau mau tidur ya silahkan…Dj. kira dia hanya bergurau saja…Akhirnya kami sampai ke mal yang namanya

Nama yang asing bagi telinga kami, di Jerman ada nama Eon penjual listrik…Hahahahahahahaha…!!! Akhirnya kami masuk ke Mal dan di sana ada tertulis Cinema XXI. Saat membeli ticket, kami cukup tercengang karena tempatnya tidak seperti gedung bioscoop yang biasanya. Kami melihat seperti ruang tamu yang mewah dan sangat buesaaaar…. dan tidak ada loket yang jual ticket.

Dan setelah kami dapatkan ticket dan mmasih banyak waktu…

Jadi kami gunakan untuk sedikit jalan-jalan di mal, tujuan pertama adalah Starbucks Coffee. Di sana Dj. tertarik dengan cangkir untuk minum teh. Karena ada tulisan Indonesianya. Bangga dong jadi Orang Indonesia…

Setelah ngobrol kiri kanan, toch masih banyak waktu juga, akhirnya kami keluar dan menikmati taman bunga dari begitu banyaknya lampu.

Masuk Mal lagi dan Susi ingin membeli sesuatu di Super Market. Dan Dj. ditawari adik kalau ingin makan durian, jelas Dj. tidak menolak…Hahahahahahahaha…!!! Langsung makan di tempat…walau tadinya sedikit ragu, karena sudah sangat lama tidak makan durian. Tapi Dj. pikir…kapan lagi, kalau tidak sekarang…

Susi dan Eva membeli buah yang untuk mereka satu hal yang aneh…Apfel yang lebih besar dari tangannya.

Juga Eva melihat buah yang dia tidak kenal, yaitu kedondong…

Sebelum kami masuk ke ruang untuk nonton Film, maka kami diajak untuk memilih makanan, katanya akan diantar ke tempat duduk kami, Dj. merasa dibikin mainan, mana mungkin di Bioscoop makanan diantar di tempat. Tapi adik, menyilahkan Dj. untuk memilih makanan, ya Dj. nurut saja..

Akhirnya kami masuk ruangan dan Dj. cukup kaget saat adik Dj. menjelaskan, itu ada selimut kalau mau tidur…
Hahahahahahahahahahaha…!!! Susi dan Eva tidak berhenti tertawa, karena satu hal yang baru, dimana di Gedung bioscoop dikasih selimut…Dan memang benar, makanan pun datang diantar ke kami…(Ndeso tenan ik)

Opo tumon, di Gedung bioscoop boleh tidur dan makan…Di Mainz, ada sih dijual makanan, tapi hanya sekedar Popcorn dan minuman cola.. dan tidak ada yang mau antar…Juga tidak ada kentang goreng atau yang lainnya…. (kami benar-benar Ndeso)

Akhirnya Film pun FIN…Lho belum mulai sudah FIN. Untung Dj sudah kebangun sebelumnya. Jadi saat ditanya, bagaimana Filmnya bagus atau tidak…??? Dj. hanya bisa garuk kepala…. Hahahahahahahahaha…!!! Wong tidak dikasih selimut saja tidur, apa lagi dikasih selimut…Hahahahahahahaha…!!! Wis to, memang Ndeso….!!!

Okay, itu tadi pengalaman wong Ndeso saat mudik dan melihat Jakarta saat ini.

Semoga anda cukup puas tertawanya…Melihat kami yang seperti kambing masuk kampoeng… Hahahahahahahahaha….!!!

Nah…Semoga anda menikmati cerita di atas dan mohon maaf kalau banyak kata-kata yang tidak berkenan. Bila anda senang membaca oret-oretan Dj. silahkan meninggalkan komentar, agar Dj. tahu bila oret-oretan Dj. berkenan
di hati anda atau tidak. Sampai Jumpa dengan cerita minggu depan, dimana kami di berada di Bandung.

Terimakasih, untuk perhatian anda semuanya…Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. di hari Selasa.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN ALLAH kita selalu menaungi kehidupan kita setiap hari.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

26 Comments to "[Mudik Kali Ini – 2017]: Ndeso"

  1. Lani  1 September, 2017 at 09:58

    Mas DJ: Bilang di Mainz tdk ada macet, spt di Jakarta makane mas ndak ingin Mainz ditukar dgn Jakarta

  2. Dj. 813  31 August, 2017 at 22:24

    Lani 30 August, 2017 at 12:57

    Setuju mas……..
    —————————————-

    Setuju apa nya yu . . . ? ? ?

    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

  3. Dj. 813  31 August, 2017 at 22:23

    Hallo James . . . .

    Jadi Sydney lebih mmodern dong ya . . .

    Tadinya tahun depan ingin liburan sampai ke Sydney . . .
    Tapi kalau lebih modern dari Jakarta . . .
    Dj. malah takut nanti toidiak bisa ketemu jalan pulang . .
    Lalu bagaimana . . . ? ? ?
    Maklum wong Ndeso . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

  4. Dj. 813  31 August, 2017 at 22:21

    Oom Dj, lebih baik aku ikut ketawa aja daripada komentar.

    HAHAHAHAHA. HAHAHAHAHA
    ——————————————-

    Hallo Linda . . .
    Hatur Nuhun Linda . . .
    HAHAHAHAHA HAHAHAHAHA

    Salam manis dari Mainz .

  5. James  31 August, 2017 at 10:20

    mas DJ, cinema XXI Jakarta itu sudah ketinggalan dengan Cinema-cinema di Sydney 10 tahun lalu dengan nama Gold Class dan Extra Screen, Jakarta banyak Niru dari Sydney, begitu juga dulu Busway Sydney lebih awal 5 tahun dimuka dari Busway Jakarta

  6. Lani  30 August, 2017 at 12:57

    Setuju mas……..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *