Sedarah

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

FIJI, Samoa, Hawaii, Maori (Selandia Baru) yang semuanya di Pasifik, juga Batak, Toraja, Madagaskar, Tagalog (Filipino),, Jawa, Sunda bahkan Gorontalo (suku saya) satu darah dari bangsa Proto Melayu yang berimigrasi ke selatan dari daratan Tiongkok 5000 tahun silam. Bahasa mereka hampir sama. Untuk menyebut angka /tujuh/, semua suku tersebut hampir sama.

Fiji (vitu), Maori (hitu), Tagalog (pito), Malagasy atau Madagaskar (fitu), Jawa, Sunda, Batak juga Gorontalo (pitu).

Datang agama dari Timur Tengah mereka bertengkar dan saling membunuh demi janji fiktif yang belum terbukti.

 

 

5 Comments to "Sedarah"

  1. Swan Liong Be  29 August, 2017 at 17:29

    Aku pernah baca kalo orang asli Taiwan juga berasal dari suku Polynesia.
    Btw, memang bukan kebetulan Jesus dateng keTimur Tengah 2000 Tahun y.l. Mungkin Jesus perlu dateng lagi kesana untuk beri damai; damai dalam arti sesungguhnya lho, bukan “damai” waktu ditilang ala indonesia!!
    Kalo Madagaskar itu mungkin karena banyak penduduknya asal dari jawa , jadi banyak kata² jawa terselip dalam bahasa mereka seperti bahasa portugtis juga banyak terdapat daslam bahasa indonesia.

  2. Alvina VB  29 August, 2017 at 12:06

    James dan mbakyu Lani, sudah tertulis sebetulnya dalam kitab injil kalau bangsa dari timur tengah dari jaman bahela juga gak pernah akur dan suka berantem; sampe saat ini sama saudara sedarah aja saling bunuh2an kok, gimana dengan bangsa lain yg bukan saudaranya. Kl ada kata damai yg diumbar2 mereka ada udang dibalik bakwan, ha…ha….

  3. Lani  29 August, 2017 at 11:14

    James: moga2 yg dr tim-teng tdk mendarat di Hawaii………..bisa2 buat pakan hiu kkkkkkkkkk

  4. Lani  29 August, 2017 at 11:13

    ISK: Lo mana boso Hawaii nya utk menyebut angka tujuh, ketinggalan??? Ditunggu ya………..

  5. James  29 August, 2017 at 10:11

    nah itulah sejak semula semuanya sama mirip sekeluarga, dengan datangnya pendatang dari Tim Teng jadi bermusuhan dan saling bunuh, memang pendatang yang tidal diundang membuat kekacauan

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *