260 TAHUN PURA MANGKUNEGARAN 1757-2017: Royal Family

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

SELAMA berdiri puluhan kerajaan di Nusantara, dari sebesar Kerajaan Aceh dan Ternate hingga kerajaan-kerajaan mini seperti di Indonesia Timur, belum pernah ada catatan kunjungan seorang raja Nusantara ke luar negeri. Sebaliknya, raja-raja luar negeri ada catatannya bertandang ke Nusantara. Misalnya Raja Rama V (kakek Raja Thailand Bhumibhol Adulyadej) yang tiga kali ke Jawa dan mengunjungi Pura Mangkunegaran di tahun 1901.

KGPAA Mangkunegara IV (memerintah 1853-1881) pernah mengutarakan keinginannya berkunjung ke Eropa. Niat itu urung walaupun didukung pihak Belanda, karena usia beliau yang tidak muda lagi dan perjalanan ke Erop saat itu sangat melelahkan berminggu-minggu.

Jadi kehadiran KGPAA Mangkunegara VII (memerintah 1916-1944) dan permaisuri di tengah-tengah kaum bangsawan Eropa pada akhir 1936 dan awal 1937 merupakan raja Nusantara pertama datang ke Eropa. Media massa Belanda dan Eropa memberi komentar positif atas kehadirannya sekaligus membuka mata kaum kolonial atas apa yang mereka perbuat di tanah jajahan mereka. Kefasihan beliau berbahasa Belanda menambah kagum pihak tuan rumah.

Beliau hadir untuk menghadiri undangan pernikahan Putri Juliana (kemudian menjadi ratu Belanda tahun 1948) dengan Pangeran Bernhard pada 7 Januari 1937. KGPAA Mangkunegara VII memberi kado pernikahan berupa pertunjukkan Tari Tunggal dari Kraton Jogjakarta yang sering dilakoni oleh ipar beliau Pangeran Tedjokoesoemo. Istri KGPAA Mangkunegara VII yaitu permaisuri GKR Timoer adalah putri Sultan Hamengkubowono VIII

Tari tersebut diperagakan oleh putrinya Gusti Raden Ayu Siti Noeroel Karamil Ngasarati Koesoemo Wardhani atau Gusti Noeroel. Gusti Noeroel menari seorang diri di depan bangsawan Eropa dengan musik dimainkan langsung dari Pura Mangkunegaran dipancarkan melalui (live) siaran langsung SRV Solo (proto cikal bakal RRI). Inilah YouTube pertama kali di dunia.

Keberadaan KGPAA Mangkunegara VII di Belanda dan di tengah kaum bangsawan Eropa adalah momen diplomatik pertama seorang raja Nusantara hadir di luar Indonesia.

 

 

3 Comments to "260 TAHUN PURA MANGKUNEGARAN 1757-2017: Royal Family"

  1. Alvina VB  6 September, 2017 at 20:24

    Hebring……itu membuktikan kesenian Ind sudah mendunia dari jadul, sayangnya sekarang malah ngikutin budaya arab….bung Iwan, gak banyak org tahu kl Ind masih punya Royal Family dgn kebudayaannya yg sudah mendunia.

  2. James  5 September, 2017 at 11:49

    menambah pengetahuan enak untuk di baca artikel bersejarah

  3. Lani  5 September, 2017 at 10:47

    ISK: Tanpa pentulis spt dirimu……….mana aku tahu ada cerita2 beginian……..salute dan mahalo ya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *