Jeju Island dan Chilsimni Food Street

Hennie Triana Oberst

 

Dari kota Seoul kami terbang (dari Gimpo Airport) sekitar 1 jam 20 menit menuju pulai ini. Menuju ke hotel dengan penumpang taksi. Nyaman dan gampang mendapatkan taksi di negara ini, selain itu supirnya ramah dan taksinya juga bersih.

Pulau Jeju, pulau vulkanik yang terbentuk dari letusan gunung berapi (Gunung Halla) 2 juta tahun yang lalu. Merupakan pulau terbesar di Semenanjung Korea Selatan. Pulau ini termasuk 7 Keajaiban Alam Dunia (New7Wonders of Nature).

Dikenal juga dengan sebutan “Pulau Dewata” (Island of The Gods). Berasal dari sebuah legenda yang menceritakan Dewa yang tinggal di pulau tersebut dan dianggap sebagai nenek moyang orang-orang Jeju.

Selain penghasil rumput laut, pulau ini terkenal dengan buah jeruk Mandarin. Banyak ditemukan perkebunan buah ini di mana-mana. Ada juga ditanam di pekarangan rumah maupun di penginapan.

Hotel kami terletak dekat stadion tempat World Cup 2002 diselenggarakan.

 

SK-Jeju Island, May2015

 

Chilsimni Food Street

Seperti biasa kalau liburan kami mencoba makan di luar hotel. Selain itu sebisanya** tidak bergabung dengan grup wisata. (**sebisanya, karena di Pulau Jeju ini kami memutuskan ikut wisata grup sehari, menghemat waktu).

Setelah keliling seharian, sorenya kami menuju Chilsimni Food Street. Banyak terdapat restoran yang menyajikan makanan laut. Hanya saja tempat ini terlihat betul-betul sepi pengunjung. Entah memang (sudah) tidak popular lagi, atau mulai ramainya pada waktu yang lebih malam.

Makanan Korea bukanlah menu yang asing bagi kami, dan kami juga suka makanan negeri ini. Hanya mengindari makanan yang terlalu pedas, karena di Korea banyak menu yang pedas dan sangat pedas (untuk selera lidahku dan suamiku, apalagi bagi anakku).

Kami pilih restoran yang pengunjungnya relatif banyak, karena biasanya pengunjung yang banyak menandakan makanannya enak.

 

SK-Jeju Island, May2015

 

 

11 Comments to "Jeju Island dan Chilsimni Food Street"

  1. HennieOberst  20 October, 2017 at 02:35

    Terima kasih mas Dj. sudah mampir membaca. Kenapa tidak bisa?
    Maaf terlambat membalas, wir sind gerade zurück nach Deutschland umgezogen.
    Liebe Grüße ausTübingen

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *