Rohingya dan Umat Buddha Indonesia

Chandra Sasadara

 

Rohingya/Rakhine adalah salah satu etnis Muslim di Myanmar, ada etnis Shan yang warganya juga beragama Islam. Kaum Muslim di Myanmar bukan hanya Rakhine tapi juga Arab, Persia, Turki, Pakistan, India, Melayu, termasuk Indonesia; jumlah mereka 4℅ dari total populasi. Pertanyaannya, apakah semua Muslim itu dimusuhi oleh pemerintah Myanmar? jawabannya: Tidak!

Mengapa etnis Rakhine/Ronghingnya sekarang dimusuhi pemerintah? Apakah karena agamanya? Tidak! Jika Myanmar memusuhi setiap Muslim di negaranya, maka Muslim Malayu, Arab, Persia, Turki, India, dan Pakistan pasti juga dimusuhi, tapi buktinya tidak!

Pemerintah Myanmar tidak mengakui etnis Rohingya sebagai warga negaranya, mereka dianggap liyan (orang asing). Tentu saja ini salah! Harusnya etnis Rohingya diakui sebagai warga Myanmar sebab data sejarah mencatat bahwa mereka sudah ada di tanah itu sejak abad ke-15. Tapi justru di sini akar masalahnya; stateless (tak punya kewarganegaraan).

Pemerintah Myanmar memilih mengusir dan menyerang etnis Rohingya, pada saat yang sama Banglades menutup perbatasannya. Banglades tidak mengakui etnis Rohingya di Myanmar sebagai warganya meskipun memiliki akar etnis yang sama.

Kita di Indonesia wajib membantu saudara-saudara di Rakhine; atas dasar solidaritas Islam atau solidaritas kemanusiaan, tapi tak tepat kalau menyeret kaum Budha Indonesia dalam kemelut di Myanmar sebab akar masalahnya memang bukan soal keyakinan/agama. Jangan pulak berantem di negeri sendiri akibat konflik di negara orang!

 

 

4 Comments to "Rohingya dan Umat Buddha Indonesia"

  1. adrian  19 September, 2017 at 13:03

    Penulis aja yang bantu duluan. Bisa dimulai dengan menampung Rohingya di rumah penulis.

  2. Lani  8 September, 2017 at 04:50

    Aku focus pd alinea paling akhir, dan setuju apa yg ditulis oleh penulisnya

  3. Alvina VB  8 September, 2017 at 00:19

    Hadoh…..konflik di negara lain, harap jangan dibawa-bawa ke tanah air dong…….Ini mah politik, jangan dibawa-bawa ke ranah agama euy….

  4. James  7 September, 2017 at 17:28

    Pro dan Kontra melulu, yang jadi Korban Agama lain

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *