Didikan yang Salah

Wesiati Setyaningsih

 

Ada video tentang seorang Bapak dengan satu anak perempuan, mereka hanya tinggal berdua. Kehidupan mereka miskin sekali. Rumah papan, lantai plester. Si Bapak hanya kuli angkut beras.

Anak perempuannya yang cantik bergaul dengan anak-anak orang kaya. Dan suatu hari marah-marah karena minta hape mahal. Lantas Bapaknya bekerja keras dan menabung agar bisa membelikan hape baru.

Endingnya, hape didapat, tapi si Bapak meninggal. Apa pendapat anda tentang video kaya gini? Anaknya yang salah dan Bapaknya hebat? Saya kok malah kesel Bapaknya. Kenapa dia diam saja sejak mula ketika anaknya ngamuk-ngamuk minta hape keluaran terbaru.

Video yang buat banyak orang mengharukan itu buat saya sungguh tidak mendidik. Buat anak, mereka akan belajar bahwa kemiskinan adalah kesalahan orang tua. Jadi mereka berhak marah-marah kalo terlahir dalam keluarga yang miskin. Buat orang tua berkorban buat anak sampai mati adalah sebuah tindakan heroik.

Buat saya, itu tindakan orang tua yang bodoh.

Pernah suatu ketika saya memanggil orang tua murid karena anaknya sering ribut di kelas dan tidak mengerjakan tugas. Ibu yang sangat kurus dan wajahnya layu ini mengeluh.

“Dia sudah dibelikan hape mahal lo bu. Kemarin minta hape karena sudah bisa masuk sekolah negeri.”

Lah, itu kan buat masa depan dia. Kenapa minta hadiah? Saya tanya Bapaknya kerja di mana? Ternyata kerja di pabrik yang hampir bangkrut jadi beberapa bulan nggak digaji. Ibunya cuma jualan di kios rokok kecil pinggir jalan. Kenapa nggak kasi tau anaknya situasi yang sebenarnya? Gemes saya kalo ingat anak perempuannya gayanya minta ampun, ikutan sahabatnya yang anak orang kaya.

Anak terlahir putih dan tidak mengerti apa-apa. Mestinya orang tua memberi tahu pada mereka apa yang akan mereka hadapi. Bukan menutupi. Miskin? Ya memang kita miskin. Mari kita lakukan sesuatu. Kalo bisa bantu cari duit, lakukan. Pengen sesuatu, kerja, nabung, beli apa yang kamu mau. Atau kalo nggak pengen ngapa-ngapain, diam aja. Nggak usah rewel kaya bayi. Life is hard. We have to be strong.

Anak yang kuat didapat dari banyaknya ujian hidup. Bukan dengan memberi mereka kenyamanan. Bahkan kutu yang dimasukkan kotak korek api, tak lagi tahu kalo sebenarnya dia bisa melompat tinggi.

Demikian juga anak-anak yang dibilang, “sudahlah, mereka masih terlalu kecil untuk mengetahui masalah hidup.” No way. Anak-anak itu justru punya daya adaptasi luar biasa dan kreatifitas tak terkira. Orang tua yang suka meremehkan ini.

Deddy Corbuzier yang bercerai dengan istrinya, Kalina, selalu memberi tahu Azka anaknya, tentang apa yang terjadi. Nyatanya Azka menjadi lebih bijak dalam memandang hidupnya. Sedih pasti ada, tapi dia bisa mengatasinya dengan baik. Bandingkan dengan anak-anak yang tidak diberi tahu apa yang sedang terjadi, tahu-tahu salah satu orang tuanya pergi dan tidak kembali lagi. Pasti lebih stress lagi.

Saya sih memilih untuk memberi tahu anak sejak kecil apa yang terjadi. Pengen sepatu mahal, duit nggak punya, ya saya bilang apa adanya. Sepatu segitu terlalu mahal buat dia. Saya aja nggak pake sepatu semahal itu.

Sekarang, ketika keuangan membaik, saya mulai bisa membeli yang mahalan dikit. Tapi kalo mereka ikutan, saya bilang, “No. Mama yang punya uang, kamu beli sepatu harganya di bawah sepatu Mama, dong. Atau beli pake uangmu sendiri.”

Saya jahat? Biar aja. Mereka harus tahu, hidup itu penuh perjuangan. Dan keinginan harus diperjuangkan, enggak cuma menengadahkan tangan.

 

 

About Wesiati Setyaningsih

Seorang guru yang tinggal di Semarang. Awalnya tidak ada niat untuk menjadi guru, tapi kemudian "kesasar" menjadi guru. Mencoba mendobrak "pakem baku" proses pengajaran, juga mendobrak ketidaklogisan pencekokan agama membabibuta di sekolah dan keseharian murid-muridnya. Sering dianggap "off-track" bahkan tidak jarang mendapat cap sesat karena sikapnya yang tidak seperti kebanyakan mainstream.

My Facebook Arsip Artikel

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

4 Comments to "Didikan yang Salah"

  1. wesiati  18 September, 2017 at 18:07

    james : orang tuanya juga diem aja pas anaknya kurang ajar, sih.
    kak Lani : emang yang tegas membuat anak jadi mandiri. menurutku gitu.
    Ami : demikianlah

  2. Ami  17 September, 2017 at 05:41

    Kadang orang tua menjadikan anak semacam ‘capaian’ dan ‘tujuan hidup’. Tak dipungkiri kadang sayapun begitu. Memang harus menyeimbangkan antara rasa sayang dengan keinginan untuk mengekspresikan rasa sayang itu secara instan…

  3. Lani  15 September, 2017 at 11:05

    Wesi: Kamu tidak jahat justru sebaliknya kamu ibu mendidik dgn benar. Banyak org tua keblinger dgn menuruti, memanjakan anak2 mrk itu sama saja mematikan kreasi, daya pikir mereka………itu pendidikan yg kliru menjadikan anak2 hanya nyadong tangane dan minta2…………

    Aku tdk pernah punya anak sendiri, dan tdk ingin adopsi pula……….krn aku tahu klu aku jd ibu pasti sgt amat tegas!

  4. James  14 September, 2017 at 16:24

    anak cilako kalau kurang ajar terhadap ortu

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *