FREDDIE MERCURY, 5 September 1946 – 24 November 1991

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

SUARA sampai skala 4 oktaf di atas panggung musik pop dunia dengan gaya flamboyan. Orangtuanya dari Persia yang masih menganut kepercayaan Majusi (Magian atau Zoroaster). Sebuah agama kuno di sekitar Iran yang didirikan oleh Nabi Zarathustra. Nama /zarathustra/ diambil bahasa Yunani, “terang bercahaya”.

Satu dari istri-istri cucu Kanjeng Rasul, yaitu Imam Hussein, adalah seorang perempuan bangsawan Sassanid Persia beragama Zoroaster. Namanya Shahrbanu, yang menjadi ibu kandung Imam Ali bin Hussein, cicit Kanjeng Rasul yang juga menjadi imam ke 4 dalam kepercayaan Syi’ah.

Jadi Freddie Mercury (Farroukh Bulsara) masih seagama dengan menantu Fatima, putri Kanjeng Rasul.

Ketika meninggal di Kensington, tak jauh dari rumah Putri Diana, Freddie dimakamkan dengan tata cara agama Majusi. Keyakinan leluhurnya.

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

3 Comments to "FREDDIE MERCURY, 5 September 1946 – 24 November 1991"

  1. Lani  15 September, 2017 at 11:01

    ISK: Kalau bukan krn tulisan prof aku tdk tahu latar belakang sejarah Freddie Mercury……….

    James: belum pernah tahu/dengar Freddie Mercury? Nah skrng jd tahu krn artikel sang prof dirumah ini

  2. James  14 September, 2017 at 16:19

    tidak pernah dengar Freddie Mercury sebelumnya

  3. Sumonggo  14 September, 2017 at 09:54

    Is this the real life?
    Is this just fantasy?
    Nothing really matters to me.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *