260 TAHUN PURA MANGKUNEGARAN 1757-2017: Makam Mangkunegara IV

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

PADA 6 September 1881, KGPAA Mangkunegara IV mangkat yang kewarisi kepatihan Mangkunegaran di puncak kejayaan (apex) setelah 28 tahun memerintah (1853-1881). Beliau lahir 3 Mei 1811 sebagai cucu KGPAA Mangkunegara III (garis ibu) dan cicit ISKS (Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan) Pakubuwono II (garis ayah).

Selama 28 memimpin Praja atau Kepatihan Mangkunegara (Principality of Mangkunegara), KGPAA Mangkunegara IV memperkaya negerinya dalam banyak hal. Diantaranya, pembangunan stasiun KA Solo Balapan, pabrik gula di Colomadu dan Tasikmadu serta melakukan investasi berupa perumahan yang disewakan (real estate) di Demak, Terboyo juga di Pendrikan, Semarang yang membuat beliau pantas dijuluki ‘Bapak Real Estate Indonesia pertama’.

KGPAA Mangkunegara IV adalah cendiakiawan terbesar abad ke 19 di Jawa, bahkan di Nusantara. Kepiawaian dalam sastra dan seni sulit tertandingi, meski beliau seorang ahli militer hebat, filsuf Jawa dan tentunya, seorang raja. Karya sastra legendaris yang diciptakannya adalah Wedhatama, sebuah kumpulan nilai ajaran etika, filosofi dan berdimensi mistik. Ada beberapa lagi karya beliau, seperti Tripana, Manuhara, Nayakawara, Yogatama, Parimita, Pralambang Lara Kenya, Pariwara, Resepen Prayaswara dan Sedhon Lanpenswara. Beberapa karya musik gamelan yang diciptakan beliau, diantaranya ‘Kembang Puspawarna’, dibawa oleh badan antariksa Amerika Serikat NASA ke angkasa luar dengan wahana ‘Voyager 1 pada 1977, bersama puluhan karya musik berbagai negeri dan budaya dunia.

Makam KGPAA Mangkunegara IV mungkin makam raja paling ‘wah’ di Indonesia yang berada dalam sebuah ruangnan 20x10m yang semuanya terbuat dari baja. Bangunan makam bergaya Eropa itu dibuat di Belanda built-in dan di bawa ke Puro Mangkunegaran lalu di naikkan ke perbukitan di Girilayu, kompleks pemakaman raja-raja Mangkunegara, diantara Mangkunegara IV, V, VII dan VIII serta keturunan mereka terdekat.

Kemewahan makam KGPAA Mangkunegara IV bisa menunjukkan bahwa saat beliau memerintah, memang, Puro Mangkunegaran adalah kerajaan terkaya di Nusantara.

 

 

3 Comments to "260 TAHUN PURA MANGKUNEGARAN 1757-2017: Makam Mangkunegara IV"

  1. Linda Cheang  19 September, 2017 at 17:33

    belum sempat kunjungan ke kompleks keratonnya Mangkunegaran…

  2. Lani  19 September, 2017 at 12:20

    James: hadir………..dr Kona

  3. James  19 September, 2017 at 11:20

    h a d i r……menantikan yang lainnya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *