Kupang (Timor)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA YANG BERBAHAGIA…

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj di hari Selasa yang indah ini.

Puji TUHAN…!!!

Satu penerbangan dengan Sriwijaya Air yang cukup menyenangkan dari Surabaya ke Kupang. Dan pengalaman di dalam pesawat juga cukup menghibur, karena saat pramugara akan menjual barang-barang, mereka cukup pintar, walau Dj. hanya tertarik dengan satu barang saja.

Dj. hanya bertanya apa ada topi warna hitam seperti yang ada di dalam majalah ini…??? Dia jawab dengan- cepat….Ada Capt…!!! Haaaaaach…Permisi…apa kata anda…??? Dia ulangi lagi…Ada Capt…!!! Saya tahu semua Capt. suka akan itu topi…Baru Dj ngeeeeh…

Rupanya itu satu trik dia untuk menjual barang dagangannya. Okay, akhirnya Dj. beli juga, memang bagus, karena 2 tahun lalu saat Dj. mau beli, sudah habis (katanya). Okay…Pendek cerita, kami mendarat di Kupang.

Dari Bandara pun lancar dengan menggunakan Taxi, yang mana harus ambil ticket untuk Taxi di loket. Bahkan Dj. cukup heran, karena harganya yang cukup murah, di Bandung 2 tahun yang lalu. Dari Bandara ke Hotel, hanya Rp. 70,- rb.(sudah mulai ditertibkan). Dan bahkan langsung Dj. tanyakan ke sopirnya, apa mungkin besuk bisa sewa untuk satu hari. Dia iyakan dan dia kasih harga yang fair, hanya Rp. 450,- rb., selama 10 jam, 2 tahun lalu masih 700 rb. Kami tidak menyia-nyiakan waktu yang ada…Sore itu kami jalan-jalan menyusuri Pantai di Kupang yang ada di depan hotel, hanya menyeberang jalan saja. Dua tahun lalu, kami dapat Hotel (The Rock Hotel) yang tepat di pinggir pantai, tapi kali ini ingin coba yang lain.

Setelah puas di pantai, maka kami kembali ke Hotel dan menelpon cucu Dj. (putra dari keponakan Dj.). Karena kami tidak beri tahu dia kalau kami ada di Kupang, maka Dj. hanya bilang Dj. ada titip teman barang-barang untuk anak-anak di Panti Asuhan RAI (Rumah Anak Iman). Dj. katakan bahwa teman Dj bernama John yang saat ini ada di Aston Hotel / Kupang dan besuk pagi sudah akan berangkat ke Ende / Flores.

Maka cucu Dj. si Johan siap, segera akan ke Hotel dan di Lobi Hotel akan mencari John. Kami di Lobby bersembunyi di kursi besar dan melihat saat Johan datang dan langsung menuju ke Front office. Kelihatan mereka sedikit berdiskusi…Lalu kami perlahan mendatangi mereka, segera Johan mengenali kami dan teriak…Opa…Oma dan tante Eva…

Dia benar-benar merasa seperti mimpi (katanya), sampai pegawai Hotelpun baru ngeeeeh dan ikutan senyum (setelah Dj. jelaskan). Setelah sedikit ngobrol, Dj. katakan agar tidak kasih tahu orang tuanya, karena kami akan ke sana…Kami telpon Taxi dan dengan Taxi kami menuju ke Alamat yang Johan kasih. Sampai di dekat itu rumah, maka Dj. minta agar Eva yang turun dan bertanya, apakah ini rumah Pdt. Alexander Ratu Lado.

Kami di mobil melihat, keponakan Dj keluar dan sedikit bingung, karena Eva tidak bisa bahasa Indonesia dengan baik dan keponakan sedikit bisa bahasa Inggris…Melihat sedikit Chaos…Maka kami turun dari mobil dan mendatangi mereka…Tak heran keponakan Dj. langsung teriak…Opa Dj…Oma Susi…!!! Aku sudah pikir ini wajah kok pernah lihat tapi lupa dimana…(yang dia maksud adalah si Eva). Tidak lama kemudian dia suruh anak-anak kumpul dan setelah banyak pelukan perjumpaan, maka kami foto bersama…

Setelah banyak ngobrol dan menyanyi-nyanyi pujian syukur dengan suasana yang sangat menyenangkan…
Maka malam itu kami kembali ke Hotel dan berjanji besuknya akan datang lagi. Kami bisa melihat wajah-wajah mereka yang sangat gembira dan berseri.

Pagi esuk harinya, kami sarapan di Balkon Hotel di tingkat 1 dangan pemandangan laut yang sangat indah…
Dj. sarapan bubur ayam dengan telur burung puyuh.

Maka kami menelpon Taxi dan Johan agar datang sebagai petunjuk jalan…Kemudian kami berbelanja sedikit untuk anak-anak…Makanan dan juga beberapa keperluan mereka, menurut Johan apa yang mereka saat itu sangat butuhkan.

Di sini Eva sedikit kaget, karena ada super Market dengan nama “SPAR“ (yang artinya “HEMAT”) ini adalah Super Market yang pernah ada di Jerman dan sudah lama hilang…(kata Eva). Kok bisa sampai Kupang…. Hahahahahahahahaha…!!! Di depan SPAR adalah KFC, dimana 2 tahun lalu kami juga pernah membeli makanan untuk anak-anak.

Jelas, mereka sangat girang dan waktu makan pun tiba…

Kami bersama anak-anak memulai dengan pujian syukur atas makanan yang sudah tersedia.

Setiap anak bisa ambil seberapa mereka bisa makan. Dan di sini Dj. sangat salut, mereka tidak ambil dengan berlebihan. Mereka bisa dengan teratur dan sabar antri untuk mengambil makanan.

Setelah makan, mereka masih bisa makan buah dan Evapun turut sibuk membagikan ke mereka.

Susi memilih untuk mengasuh satu anak (baby) yang baru beberapa bulan umurnya, tapi sudah sejak
lahir dengan Down Syndrom.

Selanjunya, kami masih banyak ngobrol kiri kanan dan mereka membuat permainan.

Keesokan harinya kami masih main bersama mereka. Eva dikasih lihat dimana mereka tinggal (tempat dimana mereka tidur). Yang perempuan masih cukup baik, walau 1 kamar dengan 2 tempat tidur susun, jadi untuk 4 anak-anak. Tapi yang laki-laki mereka tidur di satu ruangan dengan tempat tidur sangat panjang, membikin Eva tertegun.

Eva baru terpikir akan membikin satu pertemanan antara murid-muridnya di sekolah dengan mereka di RAI. Mereka diminta agar menuliskan nama dan apa yang menjadi keinginan mereka. Dan Eva akan menyampaikan ke murid-muridnya, sebagai program Natal tahun ini. Karena Eva cerita kalau murid-muridnya, untuk Natal selalu mengumpulkan uang untuk disumbangkan ke panti asuhan di negara ke 3.

Jadi Eva pikir, satu hal atau kesempatan yang bagus, bila bisa membantu mereka. Apalagi Eva melihat satu tumpukan buku dan dia bertanya, buku apa itu. Keponakan Dj. jawab, itu Alkitab mereka, sungguh sangat mengharukan.

Eva sungguh tertegun dan dia bertanya, apa di kota ada toko buku Rohani. Dj. jelaskan, ada…bahkan penjaganya adalah kakaknya si Johan. Maka besuknya kami sepakat akan ke sana, untuk melihat dan kalau bisa atau ada langsung beli.

Karena kami besuk siang sudah harus terbang ke Bali dan anak-anak masih harus ke sekolah. Maka sore itupun kami sudah harus berpisah.

Pertemuan yang sungguh sangat singkat, tapi juga satu perpisahan yang sangat mengharukan. Kami sengaja hanya 3 malam di Kupang, agar anak-anak tidak lebih bersedih saat berpisah. Eva masih mendapat cedera mata berupa selendang ciri khas Timor, dari keponakan Dj. berdua. Dan diapun sangat Happy yang tak mungkin dia dapat lupakan.

Malam di Hotel, kamipun masíh berbincang, apa yang baik yang bisa kami bantu untuk anak-anak di RAI. Tidak terasa, maka perutpun mulai memberontak dan minta diisi…Hahahahahahahaha…!!! Tapi kami sudah malas keluar dan kami ingin makan di Restaurant yang ada di Hotel saja… Dj. mikir untuk makan ikan, karena di Kupang gudangnya ikan (pikir Dj.)

Sialan, pelayannya bilang, sudah malam dan ikan kosong (alias tidak ada ikan lagi). Lalu Dj. kasih tunjuk si pelayan dari jendela, itu di depan hotel masih banyak berjejer yang jual ikan…Foto di bawah ini salah satu penjual ikan yang langsung dari hasil tangkapan, maaf diambil dengan HP.

Di sini Dj. agak kecewa, karena tukang masaknya sudah malas masak ikan, kalau malam. Jadi kami harus milih makanan yang lain. Dan dengan penasaran, kami memilih apa yang ada di card.

Akkhirnya Dj. memutuskan makan T-Bone Steak, apa ada atau juga akan dibilang kosong. Haleluya. …!!! Ternyata ada…!!!

Dan Susi dan Eva memilih steak yang lain.

Setelah makan, kami belum merasa ngantuk dan kami turun ke tingkat 1 dan sambil menikmati minuman dan udara pantai.

Juice buah naga untuk Dj.coba…Waaaaaaaw…rasanya sungguh sangat nikmat. …!!! (maklum wong ndeso belum pernah minum juice buah naga). Hahahahahahahahahaha…!!!

Untuk Susi dan Eva memilih minuman yang lain.

Malam itu, rasa capek kami terobati dan dengan nyenyak, malam itu kami boleh tidur lelap. Besuk paginya kami seperti biasa, sarapan di Balkon Hotel dan sedikit berbincang apa yang masih bisa kami bikin di Kupang, sebelum terbang ke Bali. Siangnya, kami ajak keponakan Dj. sekeluarga makan bersama di salah satu Restaurant, yang mana
2 tahun lalu kami pernah makan di sana dan sangat terkenang kelezatannya.

Sebenarnya hanya daging bakar saja, tapi entah itu daging sangat renyah dan uenaaaak…Hahahahahahahaha…!!!

Kami sungguh puas menikmati daging bakar dan teman-temannya (seperti sayuran) di Kupang. Saat itu juga Dj. ingat, seandainya Linda ada, pasti dia akan sangat suka….

Setelah makan, kami melanjutkan perjalanan ke airport, saatnya kami berpisah dengan keponakan di Kupang.

Puji TUHAN…!!!

Tidak terlalu lama di ruang tunggu, langsung Boarding, walau harus sedikit berjalan kaki…Kami harus meninggalkan Bandara El Tari dengan ciri khas.. Sasando sebagai lambang TIMOR…Entah mengapa hatipun terasa berat, masih ada wajah-wajah mereaka (anak-anak RAI) di benak kami. Dan kamipun selama penerbangan, masih banyak berbincang.

Kadang kasihan juga melihat istri yang dengan sabar ikut kemana-mana, dengan terik matahari di Kupang yang cukup menyengat, sering dia harus menutup mata, karena silau.

Puji TUHAN…!!! Kami sudah on Board, menuju ke Bali…

Jadi oret-oretan akan Dj. lanjutkan minggu depan dengan cerita di Bali. Di Bali, kami cukup lama, Eva ingin istirahat, jadi dia memesan Hotel untuk 12 malam di Bali. Dan di sini ada cerita yang cukup menegangkan…

Terimakasih untuk perhatian anda semuanya, semoga belum bosan membaca oret-oretan Dj. Terimakasih untuk kesabaran anda semuanya, walau ada yang sudah nulis di WA tidak sabar menunggu oret-oretan selanjutnya.
Hahahahahahahahaha…!!! Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Semoga anda semua sehat selalu…!!!

Mohon maaaf, bila banyak kata yang tidak berkenan, atau mungkin ada salah tulis.

Kiranya Kasih dan Berkat TUHAN kita Yesus “yang adalah Kristus“, selalu menaungi kita semua.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

32 Comments to "Kupang (Timor)"

  1. Dj. 813  27 September, 2017 at 01:55

    Hallo alvina . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Benar sekali, karena mereka selalu di hati kami .
    Ada beberapa anak wanita yang selalu nempel kekami .
    Itu yang membikin kami selali mengingat mereka .
    2 tahun yang lalu, mereka masih bisa Dj. gendong .
    Tahun ini Dj. semakin tua dan mereka semakin berat . . .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

    Mereka cerita, kalau selalu berdoa agar opa dan oma datang lagi .
    Ini yang membikin kami selalu mengingat mereka .

    Semoga tahun depan atau 2 tahun lagi, kami bisa sampai sana lagi .

    Salam manis dari Mainz .

  2. Alvina VB  26 September, 2017 at 08:39

    Wah seneng ya ketemu anak2 lagi di Kupang, mereka pasti sudah besaran ya mas Dj?

  3. Dj. 813  25 September, 2017 at 21:46

    Hallo Nur Mberok . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Maaaaf, kok nama Nur Mberok seperti pernah dengar . . .
    Tapi entah dimana . . . .
    Salam manis dari Mainz .

  4. Dj. 813  25 September, 2017 at 21:45

    Hallo Evi . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Benar sekali . . .
    Kupang selalu ngangenin . . .
    Terutama anak-anak di RAI .
    Salam manis dari Mainz .

  5. Nur Mberok  23 September, 2017 at 15:24

    Wuihhh slalu seru dan lezattt….nom nom….

  6. Evi Irons  23 September, 2017 at 04:16

    Paling enak makan daging se’i..hhmmmmm…lezatnnya!
    Saya kangen Kupang walaupun bukan lahir dan besar di Kupang tapi org tua asal Kupang

  7. Dj. 813  20 September, 2017 at 01:20

    Terimakasih untuk andna semua yang telah membubuhkan jempolnya . . .
    Maaaaf tidak menyebut nama anda satu persatu, karena tidak muncul nama-nama
    anda . . . Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam manis dari Mainz .
    TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUANYA . . .

  8. Dj. 813  20 September, 2017 at 01:16

    Cornelia 19 September, 2017 at 20:17

    Sy liat Dj.berada d Kupang yaa mirip orng Kupang jg, klo k Jawa ya memang orang Jawa hehehe. Indah jg kota Kupang, dn mo tanya itu daging ap kok panjang2…
    —————————————————–

    Hallo Cory . . .
    Tarimakasih mi, sudah mampir . . . . .
    Kalau di Kupang, sepeprti orang Kupang . .
    Di Jawa, seperti orang Jawa . . .

    Puji TUHAN . . . ! ! !
    Kemana-mana bisa seperti dirumah sendiri kan . . .
    hahahahahahahahahaha . . .

    Itu daging B2 , yang potong itu daging pintar dan rasanya juga mak Nyus . . .
    Kalau Lobster yang enak, itu di Jalan Lamadukeleng mi . . .
    Hahahahahahahahahaha . . . ! ! !

    Salam manis dari Mainz .

  9. Dj. 813  20 September, 2017 at 01:11

    Linda Cheang 19 September, 2017 at 16:30

    Itu daging apa, yang dibakar, Oom? Apalagi Oom Dj bilang enak.

    Lebih asyik lagi, lihat pemandangan laut di Kupang. Indah sekali
    —————————————————–

    Hallo Linda . . . .
    Hatur Nuhun Linda . . .

    Itu daging kesukaan Linda . . .
    Yuuuup . . . enak sekali, mereka pintar membikin bumbunya . . .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !

    Pemandangan nya memang sangat bagus . . .
    Hhanya sayang, kalau siang, saat air laut berkurang,
    pantainya kurang terawat dan banyak karang .

    Semoga Lindna satu saat bisa sampai Kupang dan silahkan mampir di RAI .

    Salam manis dari Mainz .

  10. Dj. 813  20 September, 2017 at 01:06

    Sierli FP 19 September, 2017 at 14:27

    Om Djoko jalan2 sambil menabur kebaikan. Terimakasiiih. Semoga berkatnya makin berlimpah.

    ———————————————————-

    Hallo Sierli . . .
    Terimakasih ya . . .
    Kalau bisa dan ada yang untuk ditabur, mengapa tidak, kan . . .
    Semoga Sierli sekeluarga sehat selalu .
    Salam manis dari Mainz .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *