IMOGIRI, 1 SURO Dal 1951

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

UPACARA membersihkan gentong di kompleks makam Imogiri (Pasareyan Imagiri) pada 23 September 2017 atau 1 Suro Dal 1951. Upacara ini menyuci gentong di Kedhaton Kasultan Agungan (peta). Upacara ini sudah berjalan 400 tahun lebih dilestarikan keturunan Sultan Agung, raja Mataram Islam terbesar. Pelaksananya, biasanya, dari pengurus Pasareyan Imagiri, di Jogjakarta. Dalam hal ini Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kawedanan Hageng Sriwandawa Bagian Puralaya.

Sampai kapan upacara local wisdom nusantara ini dilaksanakan? Sampai siapa yang menang antara budaya Jawa melawan budaya barat yang bersekutu dengan budaya Arab. Diperkirakan budaya Jawa adalah budaya Nusantara terakhir yang bertahan. Budaya lain mati perlahan. Orang Sunda sudah membenci perayaan Tahun Baru Sunda. Artinya mereka tak mau lagi dan memilih budaya Timur Tengah.

Satu per satu budaya nusantara berguguran. Budaya Arab dan Barat pemenangnya.

 

 

4 Comments to "IMOGIRI, 1 SURO Dal 1951"

  1. Alvina VB  27 September, 2017 at 11:31

    Tradisi nusantara nanti biar ajalah org luar yg kembangin, baru dah org Ind pada kedagaran teriak2 nanti budayanya dirampas negara lain, kaya Malaysia udah ambil rendang, batik dan tarian melayu jadi tradisi mereka.
    James, tradisi para kenthirs juga gak murah loh…..Nungguin mbakyu Lani dateng….

  2. Dj. 813  27 September, 2017 at 01:39

    Bangga, kalau melihat foto-foto orang Jawa yang masih setia melaksanakan
    upacara adat Jawa . . .
    Tapi . . . ya itu, seperti mas Iwan tulis, sampai kapan . . . ? ? ?
    Semoga . . . ya semoga akan selalu ada yang mempertahankan nya .
    Salam sejahtera dari Mainz .

  3. Sumonggo  26 September, 2017 at 11:43

    Yang membuat budaya kita akan runtuh, bukanlah budaya luar, tetapi pertengkaran antara bangsa sendiri. Contohnya, ya yang regejegan di keraton sampai pemerintah mesti turun tangan, he he ….

  4. James  26 September, 2017 at 10:18

    Upacara tradisi yang tidak murah

    Menunggu tradisi para Kenthirs

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *