Omar Dhani

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

MALAM Natal 24 Desember 1966, lonceng Gereja Paulus, Menteng (samping Gedung BAPPENAS) berdentang keras. Tepat di sampingnya, sekarang Gedung BAPPENAS, dipakai sebagai tempat pengadilan mahmilub untuk tokoh yang terlibat geger 1965. Termasuk Marsekal Omar Dhani, KSAU RI 1962-65 yang dihukum tepat malam Natal saat lonceng gereja berdentang menyelinap ke dalam ruang pengadilan.

“…menghukum tertuduh dengan hukuman mati dengan tambahan mencabut haknya atas pemilikan tanda jasa, memecat tidak dengan tidak hormat dari pangkat dan segala jabatannya”.

Palu diketuk pukul 24.00 saat Omar Dhani menjalani ibadah puasa selama “diadili” mahmilub (mahkamah militer luar biasa).

Omar Dhani dan Soeharto bagai nemesis (musuh bebuyutan) sejak mereka bersama aktif di puncak profesi sebagai militer membela negara awal 1960an. Dia “dipenjarakan” Soeharto selama 29 tahun yang akhirnya dibebaskan saat jelang HUT RI ke 50.

Soeharto iri kepada Omar yang loyalis Soekarno. Saat AURI dipimpin Omar, disegani di wilayah Asia selatan. Saat operasi pembebasan Irian Barat, anak buahnya diperintahkan bekerja ‘habis-habisan’ bela negara. Yang sudah tak pernah terbang dipaksa terbang lagi.

Negara Republik Indonesia TIDAK PERNAH BERTERIMA KASIH kepadanya.

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

5 Comments to "Omar Dhani"

  1. Alvina VB  10 October, 2017 at 09:50

    Bener kata Gur Dur donk….Soeharto banyak jasanya buat negara, ttp dosanya juga banyak….lah ini cuman salah satunya.

  2. Lani  5 October, 2017 at 06:43

    ISK: Begitulah sejarah diputar balikkan demi kepentingan politik

  3. James  1 October, 2017 at 17:10

    Omar Dhani sangat Populer diwaktu jaman Soekarno tapi dibenci dan di bui oleh si Soeharto, dasar si Soeharto licik dan kejam

  4. uchix  30 September, 2017 at 11:39

    :'(

  5. Sumonggo  30 September, 2017 at 09:34

    Meski hanya bersepeda kumbang, tapi ternyata nasib Omar Bakri masih lebih baik ketimbang Omar Dhani.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *