Pesona Bekas Tambang Pasir: Danau Biru Cigaru, Cisoka

Hassan Maulana

 

Euphoria postingan tentang Danau Biru di Cigaru Cisoka sudah lama membuat para pengguna jejaring sosial berdatangan ke tempat tersebut, ya dapat dipastikan gaya gue bekas mereka haha. Tak masalah ya walau baru kesampean ke sini bukan lantaran gak bisa cuma waktu yang mejadi jeda di antara kita hahay.

Baiklah saya akan berceloteh soal Danau Biru versi saya yang datang pas matahari berada tepat di ubun-ubun, kebayang kan nekatnya saya saking eksaytednya pengen kebiru-biruan ehh ke Danau Biru. Butuh waktu satu jam dari tempat saya tinggal ke Cisoka dan itu tak menyurutkan niat hunting sudut keceh Danau Biru. Berdua dengan teman saya eksis ceprat cepret.

Bukan perkara mudah jalan menuju ke Danau Biru lantaran hanya bermodalkan GPS, padahal petunjuk navigasi tersebut sudah cukup akurat namun yahh maklum saja kadang human error bisa terjadi. Dengan bermodalkan satu motor berdua dan saya sebagai navigatornya mengarahkan teman saya agar sesuai panduan suara manis dari google maps yang berkata ”Kemudian kendaraan anda ke arah selatan dan bla bla bla” tapi karena drivernya terlalu ngebut jadilah di tiap persimpangan yang seharusnya belok Kanan or Kiri jadi terlewat, ini penting sebaiknya ketika 100 meter di depan akan berbelok hendaknya kita menurunkan kecepatan, bila terlewat seperti kasusnya saya nanti maps akan membuat rute baru dan ini membingungkan dan solusinya ialah balik arah dan kembali ke missing point.

Ada banyak spot Danau Biru, maksud saya banyak terdapat danau di sekitar area Cigaru dan ini terjadi lantaran daerah ini bekas dan masih ada galian tambang pasir. Namun hanya ada dua spot saja yang diperuntukkan wisata jadi jangan salah masuk ya kalau hendak ke sini.

Seperti wisata lokal kebanyakan, retribusi tarif disini cukup terjangkau sih berkisar 10 ribuan termasuk parkir dan biaya masuk wisata yang masing-masing 5 ribu saja, tapi… ketika saya akan memasuki kawasan Cigaru ada oknum yang meminta pungli alias jatah kali ya, masalahnya yang membuat risih tuh dia berhenti di tengah jalan dan menyetop kendaraan yang lewat. Moga aja ini gak terjadi sama kalian gais yaa walaupun tuh duit gak seberapa namun bagi saya feed back buat tempat itu lho yang gak bagus buat wisatawan. Solusinya kalau kalian lagi gak beruntung seperti saya bisa disiasati kali ya dengan bilang saja kalau kamu mau kondangan atau ke rumah temen di sekitar situ kali ya, kali aja berhasil.

Puas berkeliling Danau Biru, saya langsung cuss menuju spot keren selanjutnya yakni Tebing Koja dan Hutan Lindung Solear atau Makam Solear yang lagi-lagi menurut si ”OK GOOGLE” deket sekitaran sini. Berangkaaaat..

 

Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung, Hassan Maulana. Semoga betah dan kerasan ya, ditunggu juga artikel-artikel jalan-jalan lainnya. Terima kasih Dewi Aichi sudah mengajak Hassan Maulana bergabung…

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

6 Comments to "Pesona Bekas Tambang Pasir: Danau Biru Cigaru, Cisoka"

  1. Hasan  8 October, 2017 at 15:50

    Hi Lani, Salam kenal juga ya.. ia semoga selalu indah tanpa sampah.

  2. Lani  5 October, 2017 at 06:33

    Salam kenal, selamat datang di Baltyra…………..pemandangan danaunya indah………..moga2 tetep indah tdk banyak sampah

  3. Hasan  4 October, 2017 at 19:14

    Elnino, Cisoka masuk ke distrik Kabupaten Tangerang dekat Kabupaten Serang.

    James, Salam kenal ya dari Banten hehe.

  4. elnino  3 October, 2017 at 12:34

    Cisoka itu di kabupaten apa ya?

  5. James  1 October, 2017 at 17:15

    welcome Hasan di Baltyra salam dari Kangguru

    Danau Biru yang indah menantikan para Kenthirs

  6. Hasan  29 September, 2017 at 16:09

    Yeay my first contribute, masih belajar merangkai kata jadi harap maklum bila tulisannya agak labil hahaha. Makasih buat Dewi Aichi yang sudah ajak aku kesini.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *