260 TAHUN PURO MANGKUNEGARAN 1757-2017: Radio Republik Indonesia

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

HARI ini (11 September) diperingati sebagai hari berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI), 11 September 1945. Jauh sebelum itu, dunia penyiaran Indonesia memiliki sejarah panjang. Di Solo berdiri stasiun radio pertama milik pribumi pada 1 April 1933 yang ditetapkan sebagai Hari Penyiaran Nasional. Namanya Solo Radio Vereeniging (SRV).

KGPAA Mangkunegara VII (1916-1944) membangun gedung studio SRV dengan biaya sendiri. Tanahnya seluas 6.000 m di Kesetalan, Solo senilai 15.000 gulden dijadikan lokasi studio radio pertama di Indonesia milik pribumi. Beliau juga menyumbang 600 gulden untuk membeli pemancar. Studio tersebut dirancang arsitek kenamaan Van Olden.

Pendirian SRV oleh KGPAA Mangkunegara VII dijadikan tonggak sejarah penyiaran nasional. Bahkan pada awal 1937, SRV memancarkan permainan musik gamelan di Puro Mangkunegaran ke Belanda, tepatnya Istana Noordeinde, Den Haag. Musik tersebut untuk mendampingi putri KGPAA Mangkunegara VII yaitu Gusti Noeroel tampil menari saat bersamaan di depan tamu undangan perkawinan Putri Juliana dan Pangeran Bernhard. Inilah prototipe YouTube pertama di dunia. Orang dapat menyaksikan sebuah pertunjukan langsung dari jarak jauh saat bersamaan.

KGPAA Mangkunegara VII adalah Bapak Penyiaran Indonesia.

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

2 Comments to "260 TAHUN PURO MANGKUNEGARAN 1757-2017: Radio Republik Indonesia"

  1. Lani  5 October, 2017 at 06:39

    ISK: mahalo jd tahu sejarahnya

  2. James  4 October, 2017 at 09:22

    salah satu sejarah RRI

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *