Bali (2)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA….

Salam Jumpa kembali dengan oret-oretan Dj. dengan cerita di Bali di hari ke dua.

Seperti apa yang telah Dj. janjikan di cerita minggu lalu, maka inilah keadaan kami bertiga malam pertama di Bali. Sebenarnya tidak ada yang istimewa, olehnya tidak perlu tegang…Hahahahahahahaha…!!! Karena setelah kami dapat kamar di Hotel, kamar Eva dan kamar kami bersebelahan.  Kami memang minta yang demikian, agar dekat dan kalau ada apa-apa, kami mudah bertemu.

Benar saja, setelah kami masuk kamar masing-masing, maka lama kemudian Eva sudah mengetok kamar kami dengan membawa satu Koffernya. Seperti biasa, belum sempat kami tanya ada apa, dia sudah nerocos….Di kamar itu, saya tidak mau tidur…Tidak…Harus kasih kamar yang lain…!!! Susi tanya, ada apa…??? Di kasurku ada beberapa kutu yang bisa loncat-loncat…!!! Tidak…!!! Saya tidak mau…!!!

Kami berdua segera masuk kamarnya dan Eva nunggu di luar dan ternyata benar, walau tidak banyak. Lalu Susi ambil 2 gelas yang ada di kamar mandi dan molai berusaha menangkap itu kutu-kutu di atas sprei putih, jadi jelas kelihatan… Kalau dilihat sepintas lalu, orang tidak akan lihat, tapi yang namanya Eva, dia lihat di setiap sudut kamar.

Nah, setelah beberapa kutu Susi tangkap dengan gelas yang terbalik, maka kamipüun ke Reception dan menceritakan. Lalu dua orang ikut kami dan melihatnya sendiri dan berkata…Itu mudah tuan, nanti kami semprot juga hilang, benar saja datang pemadam kebakaran dengan semprotan…Hahahahahahahahahaha…!!!

Jelas, kamar jadi sangat bau dan berembun dan Evapun masih bicara…Di kamar ini, saya tidak mau tidur, minta kamar yang lain, bukan hanya kutunya yang mati keracunan. Besuk pagi saya tidak bangun lagi, karena ikut keracunan…Hahahahahahahahaha…!!! Tapi peggawai Hotel, menjelaskan…bahwa semua kamar full. Nah ya, akhirnya kami mengalah dan tidur bertiga di satu kamar, tapi koffernya Eva ada di kamarnya.

Keesokan harinya, dia ke kamarnya dan melihat apa masih ada kutu yang berloncatan. Karena tidak ada, maka dia mulai membuka koffernya agar pakaiannya, bisa ditaruhnya di lemari. Eeeeeee….Kembali dia teriak…Mamaaaaaa….!!! Susi pikir ada apa lagi ini anak…???

Ternyata dari Koffernya keluar semut, ini anak benar-benar sangat ndesoooo, tidak pernah lihat semut…Jadi semua pakaiannya Susi periksa dan koffer kecilya Susi bawa keluar dan disemprot…

Puji TUHAN…!!! Setelah semua kami anggap beres dan setelah sarapan, maka kami diberi tahu, kalau nanti akan dapat kamar baru untuk Eva. Maka diapun mulai tenang dan kami bisa melanjutkan jalan-jalan kami di hari ke dua di Bali. Dan Dj. ambil dari taman 2 bunga kamboja untuk Susi dan Eva, agar hari ini semua yang tidak baik dijauhkan dari kami.

Saat pak Budi dengan mobilnya sudah datang dan kamipun meninggalkan Hotel. Hari ini kami serahkan ke pak Budi, mau kemana dan untuk 1 hari ini, apa saja yang bisa kami lihat. Lalu kami menuju ke satu toko dimana dijual pakaian dan keunikan toko ini, mereka menyediakan pembatik di arena depan toko.

Jadi pengunjung bisa beli kaos warna putih dan setelah bayar, maka diluar bisia dikasihkan pembatik untuk dilukis apa saja yang kita inginkan…Tapi bukan hanya kaos saja, di sana juga dijual macam-macam pakaian. Maka kamipun beli kaos dan minta tolong untuk dilukis dengan canting. Biayanya terserah kita mau kasih berapa dan kaosnya Eva, dia dapat pembatik yang pinter melukis, jadi hasilnyapun sangat bagus, dengan lukisan tanah Lot.

Setelah dari sana…Maka Eva bertanya, apakah jauh tempat untuk naik kuda di pantai, karena tadi dia baca di brosur di Hotel. Pak Budi, malah sudah berpikir hal yang sama dan kamipun ke sana, tapi sedikit sial, semua kuda sudah dibooking. Padahal kami cukup jauh arah ke sana, tapi pak Budi menyarankan, apakah mau lihat kecak dulu, lalu ke Kafe Luak. Akhirnya kamipun menuju ke tempat pertunjukan Kecak dan sepertinya kami sudah sedikit terlambat, jadi setelah dapat parkir, kami juga sedikit jalan cepat ke tempat pertunjukan.

Puji TUHAN…!!! Belum terlambat…walau cukup penuh, tapi untuk Susi dan Eva masih dapat tempat duduk dan Dj. memilih untuk berdiri saja. Bahkan masih banyak orang yang berdatangan…

Mohon maaf, Dj. singkat saja dan setelah nonton Kecak, maka kamipun mencari makan siang…Dan pak Budi sarankan kalau mau makan Bebek Tepi Sawah. Jelas tidak akan Dj. tolak, karena Dj. kan suka bebek… Hahahahahahahaha…!!! Tapi Susi dan Eva memilih sate dan itupun kesukaan mereka.

Ini Eva bergaya di belakang Restaurant…dimana memang persawahan…

Nama sebenarnya adalah BEBEK JONI (mungkin nama pemiliknya). Pemandangan yang sangat indah yang tidak ada di Mainz…Hahahahahahahaha…!!!

Setelah makan siang, maka kamipun ke “Kopi Luak“, dengan penuh penasaran, maklum wong ndeso dan belum pernah lihat dan hanya pernah dengar nama KOPI LUAK.

Masuk area kopi Luak, kami dijemput oleh seorang wanita dan mengantar kami untuk mencoba rasa kopi Luak.
Tapi sebelum sampai di tempat, maka kami dikasih lihat dimana Luaknya malah tidur nyenyak…Hahahahaha…!!!

Waduuuuuh, jujur Dj. merasa jijik, jadi Dj. tidak kasih lihat kopi yang masih kotor tapi kopi yang sudah bersih saja ya. Susi dan Eva pun in action…Hahahahahahaha…. !!!

Saaat diminta untuk menhirup aromanya, masih tercium biasa, akhirnya kami dibawa ke satu tempat dimana
ada beberapa keluarga juga duduk di bangku panjang dan sedang mencoba juga.

Ada bermacam-macam kopi dan teh…Karena Dj. bukan peminum kopi, jadi hanya Susi yang mencoba apa yang sudah disediakan di gelas-gelas kecil-kecil. Tapi Eva yang sok tahu, dia langsung pesan 1 cangkir. Dj. lebih menikmati keripik pisang dan teh dari Delima yang menurut Dj. memang rasanya enak.

Saaat mencoba…. Wajah Eva berubah…Padahal dia peminum kopi. Dia pikir satu hal yang istimewa, tapi dia cukup kecewa dan berkata, nah ya…pokoknya sudah pernah mencoba…Hahahahahahahaha….

Setelah tidak puas dengan kopi LUAK, maka kami diantar ke ruang toko dan dikasih lihat produknya yang sudah jadi. Namun demikian, dari kami jujur tidak ada yang tertarik. Dan yang aneh, susi malah belikan Dj. teh dari Delima dan beli kura-kura kecil dari batok kelapa, untuk koleksi kami.

Dan dengan cukup lega, kami berjalan keluar, namun ada ibu-ibu yang menawarkan dagangan pisang susu. Jadi tidak ada salahnya Dj. beli pisang untuk makan di perjalanan (dalam mobil).

Melewati kebum kopi, maka Eva masih bisa melihat buah Kakao yang mana dia juga sudah lama tidak lihat lagi. Dia pun merasa puas, karena semua impiannya, menjajdi kenyataan.

Mungkin bagi anda yang tinggal di Indonesia, bukanlah satu hal yang aneh, tapi bagi Eva. Bahkan sampai di Mainz pun, dia masih tanya adiknya, apa dia ingat bagaimana bentuk buah kakao…Hahahahahahahahaha…!!! Akhirnya kamipun meninggalkan arena Kopi Luak…

Dari Kopi Luak, maka pak Budi menyerankan ke Ubud, ke taman monyet. Kami pikir di Sangeh, ternyata bukan, satu tempat yang lain dan memang juga banyak monyet yang berkeliaran. Setelah membeli karcis masuk, maka kamipun sedikit agak cemas, karena tidak tahu, bagaimana reaksi monyet-monyet tersebut.

Pengalaman beberapa kali di Sangeh, monyetnya cukup agresif, jadi kali ini, kami harus lebih berhati-hati. Sebelum bertemu dengan monyet, maka kami bertingkah seperti monyet…sehingga patung monyetnyapun pusing melihat kami. Mungkin si monyet, pikir…ini monyet dari dunia mana ya…. Hahahahahahahaha…!!!

Ternyata, monyet-monyet di sana hanya tertarik sama manusia yang membawa bungkusan atau pisang, jadi mereka tidak datang ke semua orang, olehnya kami lebih banyak foto dengan patung…Hahahahahahahaha…!!! Sayang di taman monyet ini kami lebih banyak ambil video.

Eva pun beli pisang dan ada monyet yang datang dan langsung naik ke pundaknya.

Dan tempat ini sangat luas, mana jalannya naik turun, di hutan yang cukup seram juga…

Puji TUHAN…!!! Kamipun keluar dari hutan dan di jalan raya, kami masih beli oleh-oleh untuk kenang-kenangan. Hari itu juga, setelah meninggalkan Ubud (taman monyet), maka masih ada waktu dan Dj. masih tanya ke pak Budi,
apakah masih sempat untuk ke Padang Langlang…??? Pak Budi yang baik, mengangguk dan dia bilang masih banyak waktu…Dan sesampainya di padang Langlang, Dj. cukup kaget, karena di sini dua tahun lalu masih sepi, orang datang kemari hanya untuk istirahat, makan-minum sambil menikmati pemandangan sawah yang bersusun yang tenang dan membeli oleh-oleh…

Tapi kali ini…Waduuuuh…, sudah disediakan tempat parkir khusus dan jelas harus bayar dan dari tempat parkir, kami masih sedikit jalan kaki. Di jalan raya juga penuh manusia yang hanya ingin melihat pemandangan sawah.
Bahkan cari tempat duduk di Restaurant pun sudah cukup sulit, karena ramenya. Puji TUHAN…!!! Ada pasangan orang dari China yang baik dan kami berdua boleh duduk di 1 meja, karena Eva ingin turun ke sawah.

Setelah pesanan kopi untuk Susi datang, kami berusaha mencari Eva, penasaran ingin tahu, dia sudah sampai dimana…Setelah kurang lebih 15 menit, ternyata Eva datang ke meja kami, olehnya kami tanya, lho kok belum turun ke bawah…Dia ceritakan, kalau sepatunya tidak cocok untuk turun ke sawah…Hahahahahahahahahaha…!!! Kami capek mencari kamu, ternyata kamu masih disini, dia jawab, tadi lihat barang-barang yang dijual di pinggir jalan. Akhirnya kami nikmati istirahat dengan cukup waktu, terutama bisa makan pisang goreng…Sayang Cech Gentong tidak ada bersama kami…Hahahahahahaha…!!!

Nikmat sekali, duduk istirahat, minum degan dan makan pisang goreng yang masih panas…Hahahahaha…!!! Di tempat ini, tidak ada satu atraksi yang aneh, hanya sekedar istirahat dan menikmati pemandangan sawah saja.

Setelah puas dan perut kenyang, maka kami mainta pak Budi untuk mengantar kami ke hotel. Malam itu, Eva dapat kamar yang lain, tapi masih di lantai bawah dan hanya selesih 2 kamar dengan kami. Jelas diperiksa kamarnya dengan sangat teliti dan kelihatannya dia cukup puas. Olehnya, kami masuk kamar masing-masing. Tapi tidak lama kemudian, kamar kami dia ketuk dan kami pikir ada apa lagi…??? Ternyata dia hanya ingin mengajak kami untuk berenang dan dia bilang, ini Pool ada di depan kamar, jangan disia-siakan…Hahahahahahahahaha…!!! Dj. hanya bilang, ajak saja mamamu, aku mau istirahat…

Okay, itu tadi hari kedua kami di Bali, mohon maaaf bila banyak kata-kata yang kurang berkenan. Cerita selanjutnya akan banyak Dj. singkat, maklum 12 hari di Bali, Dj. tidak akan cerita setiap harinya di satu oret-oretan. Mohon maaf bisa oret-oretan yang akan datang, mungkin singkatan saja.

Terimakaksih untuk perhatian anda semuanya, semoga masih mau membaca ore-oretan yang akan datang. Untuk memudahkan, Dj. beri sedikit masukan, agar anda sedikit tahu, akan oret-oretan yang akan datang. Kami jam 3 pagi sudah menuju ke Singaraja. Untuk apa…???

Kami ingin melihat dolphin dan dari Nusa Dua, kami harus berangkat pagi, agar bisa menghindari macet…Dolphinnya tidak datang dengan sendirinya, jadi kami hampir 2 jam keliling di lautan dan mungkin ada sekitar 20 perahu yang lain yang juga membawa tourists untuk melihat Dolphin. Sungguh sangat menegangkan, lain dengan pengalaman Dj. dulu saat mancing di Ambon, banyak Dolphin berloncatan di samping perahu…

Nah, yang jelas kami masih akan banyak cerita tentang pengalaman kami selama di Bali. Sampai minggu depan

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Semoga sehat selalu.

Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

15 Comments to "Bali (2)"

  1. Dj. 813  8 October, 2017 at 16:50

    Hallo James . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Nah ya, banyak orang Indonesia yang bisa bikin segalanya .
    Hanya sayang kurang baik dalam soal perawatan nya .
    Mereka menganggap, sudah cukup menurut standart mereka .
    Bahkan, pernah disalah satu hotel yang handuk nya sangat bau .
    Lalu kami kasih tahu, dia ikut ke kamar dan dia cium itu handuk .
    Dia bilang itu normal . . .
    Handuk bau kecut dibilang normal, aneh kan . . .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Tapi ya , mau bilang apa, kalau memang standart nya demikian .
    Lebih baik langsung ganti hotel saja . . .

    Dj. lebih suka menikmati, jadi tidak akan ada bebek Dj.
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

    Salam Sejahtera dari Mainz .

  2. rahajeng w  7 October, 2017 at 11:21

    waaaahhh kak eva ny takut kutu ,,,, semut ,,,,, emang dua binatang itu kecil tapi “megelke” hahahahaha…. sy juga geli kalau liat kutu dipites2 hahahah,,,

    salam manis untuk keluarga Pak Dj,,,

    kapan ini ke Indonesia lagi?

  3. Lani  5 October, 2017 at 06:18

    Mas DJ: melu ngakak dgn tingkah Eva, ketakutan lihat kutu, kmd takut dgn semut………wakakakak…………aku kira kamare ono demit-e

  4. Linda Cheang  4 October, 2017 at 16:09

    Oh, ndesonya a la orang Jerman kayak gitu, yah, Oom Dj, hehehe. Seru juga, yah. Hahahaha.

    Di Jerman bisa saja ada ladang pertanian tapi nggak akan pernah ada sawah, toh? Hehehe…

    Kalo Eva mau minum Kopi Luwak, Oom Dj mesti ajak ke sini, di Lembang, arah jalan menuju ke Tangkuban Parahu, ada tempat tujuan wisata Kopi Luwak, yang kopinya benar-benar kopi luwak, bukan dicampur bahan lain.

  5. Tri  4 October, 2017 at 11:58

    Kok Eva kebalikan saya ya,saya takut monyet tapi gak takut semut.Eva berani gendong monyet tapi takut semut hahaha…
    Baru kali ini ada orang takut semut.
    Tapi seruuuu,nunggu kelanjutannya

  6. sugiarto goh  4 October, 2017 at 11:51

    see you next week Pak DJ…
    GOD Bless you…….

  7. James  4 October, 2017 at 09:13

    hadoh, hotel-hotel di Bali sejak tahun 60-70 masih ada saja Hotel Mengandung Kutu dan Semut, bebek Joni napa bukan Bebek DJ aja, satenya….hhmmmm…Kopi Luwak di Indonesia sudah banyak yang Tidak Asli lagi, sudah dicampur kopi lain

    pada kemana nih para Kenthirs ? pada absen melulu alias subik semua

  8. Dj. 813  4 October, 2017 at 00:43

    Hallo Mei Mei . . .
    Kamsia . . . ! ! !
    Ndesiiit ya . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

  9. Dj. 813  4 October, 2017 at 00:42

    Hallo Admin Baltyra . . . .
    Terimakasih sudah menayangkan oret-oretan Dj .
    Semoga sehat selalu dan selamat berkarya .
    TUHAN MEMBERKATI . . . ! ! !

  10. Nur Mberok  3 October, 2017 at 21:33

    Dasar ndesiiit hahaha. Selalu seruu !

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *