Bisikan “Butuh”

Dian Nugraheni

 

Di deli tempatku kerja, si Boss tuh, katanya, kalau karyawan nggak nagih ke dia untuk dinaikin upahnya, dia nggak akan naik-naikin upah karyawan. Maka teman-teman per personal, suka bisik-bisik sendiri ke si Boss, minta dinaikin upahnya.

Dan bagiku, emang betul kok, 3 tahun berturut-turut, upah per jamku nggak naik-naik. Aku mengira-ngira, kemungkinan upah per hourku adalah yang paling kecil di antara teman-teman di deli. Kalau disebutkan, sungguh agak malu juga…segitunya…

Tapi, aku ini terlalu “tinggi” soal meminta sesuatu, meski itu sebenere hakku juga. Jadi meski selama ini ga pernah naik upah per hour, aku tetep diem, tenang, bekerja sewajarnya. Tentu saja nggak rajin-rajin amat, tapi yang penting bagiku, kerjaan pokok, melayani customer yang beli sandwich, aku lakukan dengan standard baik.

Anehnya, selama nggak naik-naik upah itu, aku nggak ngiri ke temen-temen lain, juga nggak merasa khawatir akan kekurangan duit. Dalam keadaan tenang dan sadar, selama ini sudah kutandai, bahwa seberapa pun rejeki yang kuterima, judulnya, alhamdulillah, cukup.

Sampai kemaren pas pulang kampung, ada keadaan emerjensi, bla..bla..bla.., ketika melamun di pesawat yang membawaku dari Indonesia ke Amrik, di ketinggian sekian ribu kaki di atas samodra raya, aku sempat ngungun, bagaimana kira-kira pendapatanku per jam bisa lebih tinggi dari saat ini.

Sebenere juga, aku sangat bisa mencari pekerjaan lain, yang kemungkinan juga upah per hournya bisa lebih tinggi dari yang saat ini aku dapatkan, cuma, karena satu dan lain hal, aku masih suka kerja di tempatku sekarang ini. Salah satu alasannya adalah, aku boleh libur 2 bulan setiap summer. Ini, nggak bisa didapat dengan mudah di lain tempat, libur 2 bulan, lalu balik kerja lagi di tempat yang sama.., jarang banget ada yang ngasih begitu.

Tapi, mungkin pas aku melamun dan bilang dalam hati, pengen dapet upah lebih baik, itu didengar dan digaung-gaungkan oleh para makhluk yang beterbangan di langit, kemudian dikabulkan oleh GustiAllah, maka ketika untuk pertama kalinya aku gajian per 2 mingguan kemaren setelah liburan, aku agak kaget, ternyata upahku memang naik, dan naiknya lumayan mengejutkan…Aku sampai mikir, si Boss nih salah nggak ya, ngasih aku sejam segitu…

Tapi ya syukuri saja, alhamdulillah…dengan harapan, dua minggu ke depan angka itu tetep bertahan, jangan sampai salah angka trus dikoreksi, turun lagi angkanya…hixixixi..

Kok nggak nanya aja si Mak, ke Boss, bener ga dia naikin upah per jam si Mak jadi sekian saat ini, biar jelas..?

Ahh, si Mak malas, nanyain yang begini-begini.., salah atau bener, biar aja GustiAllah yang mutusin, soal rejeki mah, nggak akan ke mana ya…

 

 

2 Comments to "Bisikan “Butuh”"

  1. James  8 October, 2017 at 10:03

    dari sekian banyak Boss pasti ada beberapa yang perngertian, namun dalam lingkungan pekerjaan tidaklah semata persoalan gaji besar saja tapi ketenteraman lingkungan juga berperan besar

  2. Lani  7 October, 2017 at 15:11

    Dian: Selamat upah sdh dinaikkan…………walau kamu sendiri tdk tahu apakah boss salah ngitung atau mmg benar2 menaikkan upahmu hehehe………aneh tp nyata

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *