Bali (3)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA….

Kali ini Dj. akan bercerita pengalaman kami di Bali….Selain ingin mengunjungi tempat-tempat yang ingin Eva lihat, tapi juga ingin cukup istirahat juga. Okay, pendek kata, saat inipun kami masih tinggal di Seminyak dan ada hari dimana kami tidak ke mana-mana.

Hanya sekedar ingin istirahat di pantai bermalas-malasan, menikmati mandi matahari dan sedikit jalan-jalan
yang dekat-dekat saja. Puji TUHAN…!!! Hotel kami di Seminyak, tidak begitu jauh dari pantai, walau tidak tepat di pinggir pantai. Hanya dengan beberapa menit jalan kaki, maka kamipun sudah sampai pantai.

dan bisa menyewa, kursi malas.

Kami sewa untuk 5 jam, tapi setelah 3 jam dengan hanya tiduran dan minum air kelapa muda…

Susi dan Eva jalan-jalan menelusuri pantai, maka Dj. yang malas tiduran sendiri di bawah payung, sambil menikmati deburan ombak. Tapi tidak lama datang ibu-ibu menawarkan jasa untuk pijat kaki, mau nolak kok sulit juga (kasihan)…Apalagi si ibu bilang, sudah keliling 1 jam lebih belum dapat tamu. Nah ya, untuk Rp. 50,- rb. Dj. iyakan…

Waaaaaaaw…Ternyata asyiiik juga, mana ada di Mainz yang seperti ini…Hahahahahahahaha…!!! Tapi tidak lama lagi, datang juga 1 ibu yang lainnya, tapi dia menawarkan potong dan bersihin kuku kaki. Nah ya, 1 atau 2 orang, tidak banyak bedanya, jadi Dj. bak seorang kaya yang ndeso dilayani 2 ibu-ibu…Hahahahahaha…!!!

Saat lapar sudah datang, maka kamipun ingin jalan cari makanan…Di pinggir pantai sangat banyak Restaurant yang cukup mewah sampai yang sangat terjangkau harganya. Dan di sini bukan makanannya yang ingin Dj. pamerkan, tapi….Selubung warna hitam yang dipakai untuk botol bier, itu sangat menarik perhatian Dj.

Daripada ambil begitu saja, kan pikir Dj….lebih baik nanya ke pelayannya, apa boleh dibeli. Tapi dia jawab tidak bisa, karena itu ada logo Restaurantnya. Dj. jelaskan, justru itu yang Dj. inginkan, bukan yang banyak dijual di pasar. Akhirnya dia bicara sama bossnya dan bossnya datang dan mau beri Dj yang warna kuning. Jelas Dj. tolak dan Dj. hanya mau yang ini yang sekarang Dj. pakai, kalau yang lain tdak tertarik. Bossnya senyum dan berkata, okay…okay…Dj. tanya berapa harus Dj. bayar…??? Dia bilang, itu hadiah dari saya…(DASAAAR Dj. NDESOOOO….) HAHAHAHAHA…!!!

Suasana dari dalam Restaurant, cukup indah bukan…???

Selesai makan sore, maka kami langsung mencari taxi ke Jalan Legian ke area Bom Bali, karena Eva ingin melihat
daftar orang Jerman yang meninggal karena Bom Bali tsb. Tapi sebelum mendapatkan Taxi, kami sudah dicegat oleh ibu-ibu yang ingin agar kami pijetan…Akhirnya Susi dan Eva yang memanjakan diri selama 1 jam dan kebetulan ada orang Australia yang juga nunggu istrinya. Jadi kami ngobrol dan ternyata dia pernah ke Mainz…

Di tahun 2008 kami pernah tinggal di dekat tempat ini dan masih sangat bersih dan rapi. Tapi di tahun 2012 sudah mulai kotor, tahun 2015 sangat banyak pot dengan tanaman yang sama sekali tidak terawat. Namun kali ini, cukup rapi walau banyak berjamur.

Dan ini daftar tourists Jerman yang meninggal karena Bom saat itu.

Dari tempat ini, kami menyusuri jalan Legian berjalan kaki sambil melihat-lihat, ingin ke Starbucks Coffee di Kuta,

Akhirnya kami menulusuri Kuta Square dan keluar masuk toko, termasuk toko Matahari…

Dari Kuta Square, kami ingin menikmati matahari terbenam di pantai Kuta.

Dan akhirnya kami sampai di Hard Rock Cafe, seperti yang Eva inginkan.

Kami masuk ke Hard Rock Shop dan Eva masih ingin membeli sesuatu untuk kenang-kenangan.

Kemudian kami ke Hard Rock Cafe.

Eva masih melamun dan berkata, sayang saat kami Booking Hotel di Bali, Hard Rock Hotel sudah penuh. Di Hard Rock Cafe, 2 tahun yang lalu kami pernah makan dan harganya cukup tinggi, namun kami menuruti keinginan Eva.
Jadi kami memesan makanan yang porsinya cukup besar dan bisa makan bersama.

Juga Fish and Chips

Yang penting kami bisa menikmati musik, walau untuk live music masih 3 jam lagi. Dan kami merasa sangat puas saaat meninggalkan Hard Rock Cafe dan menuju ke Hotel untuk mandi dan istirahat. Puji TUHAN…!!! Hari itu, kami boleh menikmati segala Berkat yang telah TUHAN sediakan bagi kami. Kami boleh istirahat dengan nyaman dan tanpa gangguan.

Mohon maaf, karena minggu lalu, Dj. janji akan cerita melihat ikan lumba-lumba, tapi ternyata baru bisa minggu depan. Karena, ya karena belum urutannya. Maaaaf ya…

Terima kasih untuk perhatian anda semuanya, yang selalu memberi respon yang menyenangkan melalui komentar-komentarnya. Mohon maaaf sekali lagi, kalau banyak kata-kata yang tidak berkenan. Atau terlambat membalas komentar anda, maklumlah, pensiunan malah kekurangan waktu…Hahahahahaha…!!! Terimakasih keppada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. yang sangat sederhana ini.

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN selalu menaungi kehidupan kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

20 Comments to "Bali (3)"

  1. Dj. 813  7 November, 2017 at 20:12

    Terimakasih Ajeng…..
    Kami selalu berdoa semooga TUHAN beri yangvterbaik utk kalian ya…..semoga pengjiburan dan kekuatan selalu ada diantara kalian.
    Salam.manis dari Mainz.

  2. rahajeng w  7 November, 2017 at 14:03

    hemmm jadi pengen ke Bali ,, pak Dj….

    makanananya lezat2 ituuuu waaaaahhh yummy….

    kapan berlibur ke indonesia lagi pak Dj?

    mau ajeng kenalin zahira kalau pak Dj main ke indonesia lagi,,tapi sayang zahira sudah di panggil Tuhan…

    semoga dy disana damai dg Tuhan… tenang,, dan tidak sakit lagi….

  3. Dj. 813  15 October, 2017 at 20:14

    Tterimakasih untuk yang sudah membubuhkan jempolnya .
    Sayang tidak kelihatan namanya .
    Semoga sehat selalu .

  4. Dj. 813  15 October, 2017 at 18:07

    Alvina VB 14 October, 2017 at 04:31

    Mas Dj beli HardRock Cafe T-shirt buat souvenir gak?
    ————————————————

    Hallo Alvina . . .
    terimakasih sudah mampir . . .
    Yuuuuuup . . .
    Sudah banyak t-Sihrt dari Hard Rock Cafe .
    Ingat dulu tahun 1978 pertama mudik dan ke Bali masih cukup sepi.
    Dan beli t-Sihrt di toko dipinggoir jalan, warna putih .
    Sejak tahun 2008 kami sudah beli di toko Hard Rock Cafe .
    Tidak hanya watna putih dengan loga dan tulisan warna kuning.
    Tapi sudah banyak warna, ada hitam ata coklat dan entah apa lagi .
    Dan di t-Sihrt sudah banyak di lukis macam-macam . .

    Terutama untuk kaum wanita, sudah banyak macam nya .
    Kalau Daniel lebih suka stik Drumm , dia ngimpulkan dari banyak hard Rock .
    Juga topi Hard Rock suduah banyak dirumah . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Salam manis dari Mainz .

  5. Dj. 813  15 October, 2017 at 18:00

    Linda Cheang 12 October, 2017 at 09:20

    Minta sarung birnya itu, tuh. NDESO! hihihi.

    Maksude, ndesonya a la orang Eropa. hahaha
    ——————————————————–

    Hallo Linda . . .
    Hatur Nuhun Linda . . .
    Nah justru itu dia, kami juga beli di toko .
    Tapi kan tidak ada kenangan nya .
    Kalau mkinta di Restaurant, kan tidak setiap orang punya . . .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

    Lha iyalah, Ndeso kan antik . . .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam manis dari Mainz .

  6. Dj. 813  15 October, 2017 at 17:58

    Cornelia 11 October, 2017 at 17:08

    Asyik jg klo jln ketemu tkang pijiit, capek sdikit pijit. Emang d Mainz blum ad tkng pijit d mall2.
    ————————————-

    Hallo Cory . . .
    Tarimakasih sudah mampir mi . . .

    Jangankan tukang pijet, mal juga tidak ada di Mainz .
    Kasihan mi . . .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Nanti kalau Dj. ke Makassar, kau yang pijat mi . . .

    Salam manis dari Mainz .

  7. Dj. 813  15 October, 2017 at 17:56

    Sierli FP 11 October, 2017 at 16:04

    Asiknyaaa… dipijat 2 ibu2 hahahha…
    photo2nya ciamik *jempolll
    ditunggu cerita kelanjutannya..
    —————————————————-

    Hallo Sierli . . .
    Terimakasih sudah mampir . . . .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Okay, sampai cerika yang akan datang dan masih di Bali .
    Salam manis untuk keluarga dirumah .

  8. Dj. 813  15 October, 2017 at 17:54

    rahajeng w 11 October, 2017 at 15:24

    waaaaahhh segerrrrr nyaa.. pas lagi kepala puyeng abis ngerjain report itung2 hahahaha trus baca coret2 pak Dj ,, liat2 pantaii seger nyaaaa…. dan makanannya bikin lapaarrr,,, yummy…

    salam manis untuk keluarga…..
    ——————————————————-
    Hallo Ajeng . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Puji Syukur kalau bisa menghilangkan rasa puyeng . . .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Waduuuuh, kalau lapar malah bisa bikin puyeng lagi . . .
    Semoga tidak demikian ya . . .
    Salam manis juga dari Mainz .

  9. Dj. 813  15 October, 2017 at 17:52

    Tri 11 October, 2017 at 11:45

    Dilayani 2 ibu – ibu enak tenan yo mas Dj…hahaha
    Wah wah iki kate nyaingi ustad Arifin Ilham hahaha….
    Tapi ceritanya selalu asyik,lucu dan menyenangkan.
    —————————————————————————

    I ya mbak Tree . . .
    Mana ibu-ibunyna cantik – cantik lagi . . . .
    Sungguh menyenangkan . . .
    Syukurlah kalau mbak Tree senang dengan cerita Dj.
    semoga minggu depan masih mau baca .
    Salam manis dari Mainz .

  10. Dj. 813  15 October, 2017 at 17:50

    Lani 11 October, 2017 at 10:17

    Mas DJ: Paling asyik pijat dan pijat………..trs pedicure……..dimanjakan bak raja yo mas hahaha
    ————————————————-

    Aloha yu Lani . . .
    Mahalo yu . . .
    Namanya dilayani ya selalu menyenangkan .
    Jujur karena kasihan saja .
    Dj. bayangkan kalau kita yang harusu mencari nafkkah seberat itu .
    Kasihan kan .
    Dengan demikian , paling tidak, mereka sudah mendapat upahnya .
    Salam manis dari Mainz .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *